Makassar, umi.ac.id — Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) resmi menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) yang dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026, mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara institusi pendidikan kedokteran dan lembaga negara yang memiliki peran vital dalam penanganan situasi darurat dan kebencanaan, khususnya pada aspek pencarian, pertolongan, serta dukungan medis di lapangan.
Melalui kolaborasi tersebut, FK UMI dan Basarnas Makassar berkomitmen mengembangkan kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pelatihan kegawatdaruratan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, keterlibatan dalam operasi kemanusiaan, hingga penguatan peran mahasiswa dan tenaga medis dalam respons bencana.
Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Dr. dr. Nasruddin Andi Mappaware, Sp.OG(K)., Subsp.Obginsos., MARS., M.Sc., FISQua., AIFO-K., dalam keterangannya menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen FK UMI untuk terus memperluas jejaring kemitraan sekaligus meningkatkan kesiapan civitas akademika dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

“Kerja sama ini bukan hanya sebatas penandatanganan MoU, tetapi merupakan langkah konkret dalam membangun kolaborasi berkelanjutan di bidang kemanusiaan. Kami ingin mahasiswa dan tenaga medis FK UMI memiliki kesiapan, keterampilan, serta kepekaan dalam merespons situasi bencana secara cepat, tepat, dan profesional,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kemitraan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman dan kesiapan praktis dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Menurutnya, kolaborasi dengan Basarnas Makassar juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi FK UMI pada upaya penanggulangan bencana, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan keterlibatan yang lebih nyata di lapangan, civitas akademika FK UMI diharapkan dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam mendukung pelayanan kemanusiaan dan keselamatan masyarakat.
Kerja sama ini sekaligus menegaskan peran FK UMI sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik dan profesionalisme tenaga medis, tetapi juga berkomitmen dalam pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks kebencanaan, sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga penanganan darurat menjadi sangat penting untuk menghadirkan sumber daya manusia yang tangguh, sigap, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Melalui penandatanganan kerja sama ini, FK UMI terus menunjukkan langkah progresif dalam membangun kemitraan strategis yang berdampak luas, sekaligus memperkuat posisinya sebagai fakultas yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan kemanusiaan masa kini. (*)
