Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) baru saja menggelar prosesi wisuda periode pertama tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari pada 16 hingga 18 April 2026 di Claro Hotel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar.
Momentum akademik yang mengukuhkan 3028 alumni ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga sarat pesan kemanusiaan, nilai toleransi, dan kepedulian global.
Berikut tiga fakta penting yang mewarnai wisuda tersebut:
Perjuangan Anak Yatim Piatu Jadi Sorotan
Dalam suasana haru, kisah perjuangan mahasiswa Yatim dan Piatu bahkan Yatim Piatu kembali menjadi perhatian dalam prosesi wisuda. Cerita tentang keterbatasan ekonomi, kehilangan orang tua, hingga perjuangan menyelesaikan studi menjadi simbol keteguhan para lulusan UMI.
Momen ini mempertegas bahwa wisuda bukan sekadar capaian akademik, melainkan hasil dari perjalanan panjang penuh pengorbanan, sebagaimana juga pernah terjadi pada wisuda periode sebelumnya yang mengangkat kisah serupa.
Toleransi Jadi Nilai yang Dijunjung Tinggi
UMI menegaskan komitmennya sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman. Dalam berbagai momentum wisuda, UMI dikenal menghadirkan suasana inklusif yang melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Tercatat, ada 25 alumni UMInon-muslim yang baru dikukuhkan dari berbagai latar belakang agama. Hal ini mencerminkan peran kampus sebagai ruang pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan berilmu, tetapi juga berkarakter dan mampu hidup berdampingan dalam perbedaan.
Pesan Kuat: Jangan Melupakan Palestina
Isu kemanusiaan global turut menjadi bagian penting dalam pesan moral wisuda. Seruan untuk tidak melupakan perjuangan rakyat Palestina disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama umat manusia. Nilai solidaritas ini sejalan dengan visi UMI sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.
Pesan perjuangan untuk tidak melupakan perjuangan Palsetina ini dikemas dalam bentuk pengibaran bendera dan berbagai aksesoris Palestina. Anggota Senat Umi, peserta wisuda, hingga orang tua turut larut dalam seremoni dukungan Palestina.
Wisuda Periode I 2026 ini kembali menegaskan bahwa UMI tidak hanya melahirkan sarjana, tetapi juga insan yang berakhlak, peduli, dan siap berkontribusi bagi masyarakat luas. (*)
