Riset & Inovasi Monday, 29 June 2026

Dosen FTI UMI Hilirisasi Lignosulfonat Jadi Pengemas Makanan Aktif

Mulyadi S. 106 views 3 menit baca
Dosen FTI UMI Hilirisasi Lignosulfonat Jadi Pengemas Makanan Aktif

MAKASSAR, umi.ac.id – Kebutuhan akan kemasan makanan yang aman, ramah lingkungan, dan mampu menjaga kualitas produk terus meningkat. Menjawab tantangan tersebut, Dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ir. Syamsul Bakhri, S.T., M.T., berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal internasional bereputasi International Journal of Biological Macromolecules Volume 322 Part 2.

Penelitian yang berjudul "Lignosulfonate's Impact on the Food Active Packaging Properties" mengkaji pemanfaatan lignosulfonat, yaitu bahan alami hasil samping industri pengolahan kayu dan bubur kertas, sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kemasan makanan aktif (active packaging).

Saat dihubungi Humas UMI (28/6), Ir. Syamsul Bakhri menjelaskan bahwa selama ini sebagian besar kemasan makanan masih menggunakan plastik konvensional yang sulit terurai dan kurang mampu melindungi makanan dari kerusakan selama proses penyimpanan.

Melalui penelitian ini, lignosulfonat terbukti memiliki potensi besar untuk menghasilkan kemasan yang tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga mampu menjaga kualitas makanan lebih lama.

"Lignosulfonat memiliki karakteristik yang dapat meningkatkan kualitas kemasan sehingga lebih kuat, mampu melindungi makanan dari paparan udara dan sinar ultraviolet, serta membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan," jelasnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lignosulfonat pada material kemasan memberikan berbagai manfaat, di antaranya:

* membuat kemasan lebih kuat dan tidak mudah rusak;

* membantu mengurangi masuknya udara dan uap air yang dapat mempercepat kerusakan makanan;

* memiliki sifat antioksidan yang membantu menjaga kualitas produk pangan;

* mampu menyerap sinar ultraviolet (UV) yang dapat menurunkan mutu makanan; serta

* menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme yang menyebabkan makanan cepat basi.

Menurut Ir. Syamsul Bakhri, inovasi ini sangat berpotensi diterapkan pada berbagai produk pangan, terutama buah-buahan, sayuran segar, dan makanan yang mengandung lemak, sehingga masa simpan produk dapat menjadi lebih panjang tanpa mengurangi kualitasnya.

"Jika terus dikembangkan, teknologi ini dapat membantu industri pangan menghasilkan kemasan yang lebih aman, ramah lingkungan, dan mampu mengurangi pemborosan makanan akibat kerusakan selama penyimpanan maupun distribusi," ujarnya.

Selain memberikan manfaat bagi konsumen, pemanfaatan lignosulfonat juga membuka peluang penggunaan limbah hasil industri sebagai bahan baku bernilai tambah. Langkah ini sejalan dengan upaya pengembangan industri yang lebih berkelanjutan dan mendukung konsep ekonomi hijau.

Meski demikian, penelitian ini juga menegaskan bahwa sebelum diterapkan secara luas, masih diperlukan penelitian lanjutan mengenai aspek keamanan pangan, termasuk memastikan bahwa penggunaan lignosulfonat benar-benar aman untuk berbagai jenis makanan dan memenuhi standar regulasi yang berlaku.

Keberhasilan publikasi internasional ini kembali menunjukkan komitmen Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menawarkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Melalui riset-riset berbasis teknologi berkelanjutan, UMI terus mendorong lahirnya inovasi yang mendukung ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta peningkatan daya saing industri nasional.

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama