Riset & Inovasi Monday, 29 June 2026

Penelitian Dosen Teknologi Industri FTI UMI tentang Ekstraksi Minyak Pala Indonesia, Lebih Hemat 40 Persen

Mulyadi S. 53 views 3 menit baca
Penelitian Dosen Teknologi Industri FTI UMI tentang Ekstraksi Minyak Pala Indonesia, Lebih Hemat 40 Persen

Makassar, umi.ac.id – Dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ir. Mustafiah, ST, MT, IPM, berhasil melakukan penelitian terkait optimalisasi ekstraksi minyak atsiri biji pala Indonesia menggunakan metode Microwave Air-Hydrodistillation (MAHD) yang lebih ramah lingkungan dan efisien dibandingkan metode konvensional.

Penelitian tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas pala Indonesia yang selama ini dikenal memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri pangan, kosmetik, dan farmasi. Minyak atsiri pala memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antimikroba, antioksidan, serta memberikan aroma khas yang bernilai ekonomi tinggi.

Dalam keterangan yang dilansir, Senin (22/6/2026), dari abstrak Jurnal yang terpublis tier Q1 itu, Ir. Mustafiah menjelaskan bahwa metode ekstraksi konvensional sering kali menghadapi berbagai kendala, mulai dari penggunaan energi yang tinggi, waktu proses yang lama, hingga potensi kerusakan senyawa aktif akibat pemanasan berkepanjangan.

“Melalui penelitian ini, kami mencoba menerapkan teknologi Microwave Air-Hydrodistillation atau MAHD sebagai alternatif ekstraksi yang lebih efisien, hemat energi, dan mampu mempertahankan kualitas senyawa bioaktif dalam minyak atsiri pala,” ujarnya.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti mengoptimalkan sejumlah parameter penting, meliputi daya gelombang mikro, ukuran partikel bahan, serta rasio pelarut terhadap bahan baku menggunakan pendekatan Response Surface Methodology (RSM) dengan rancangan Box-Behnken Design.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal diperoleh pada daya microwave 600 watt, rasio pelarut 0,30 g/mL, dan waktu ekstraksi 180 menit. Pada kondisi tersebut diperoleh rendemen minyak atsiri pala sebesar 6,53 persen.

Analisis menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) berhasil mengidentifikasi 28 senyawa volatil yang terkandung dalam minyak atsiri pala. Senyawa dominan yang ditemukan antara lain 4-terpinenol sebesar 29,45 persen, miristisin 15,64 persen, eugenol 7,76 persen, serta (-)-terpineol 7,18 persen.

Menurut Mustafiah, kandungan senyawa tersebut berperan penting dalam menentukan kualitas minyak atsiri, baik dari aspek aroma maupun aktivitas biologisnya.

“Keberadaan senyawa-senyawa bioaktif ini menunjukkan bahwa metode MAHD mampu mempertahankan kualitas minyak atsiri yang dihasilkan sehingga berpotensi dikembangkan untuk berbagai kebutuhan industri,” katanya.

Selain itu, hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan minyak atsiri pala mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan zona hambat 11,25 mm dan Staphylococcus aureus sebesar 16,25 mm. Efektivitas antibakteri tersebut juga mampu bertahan hingga 192 jam pengamatan.

Temuan lainnya menunjukkan bahwa metode MAHD mampu menghemat konsumsi energi hingga 40 persen dibandingkan metode ekstraksi konvensional. Teknologi ini juga tidak memerlukan penggunaan pelarut kimia tambahan sehingga lebih aman bagi lingkungan.

Mustafiah menilai hasil penelitian tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan industri hilirisasi pala di Indonesia yang selama ini masih didominasi oleh penjualan bahan mentah.

“Indonesia merupakan salah satu produsen pala terbesar di dunia. Dengan penerapan teknologi ekstraksi yang lebih efisien dan berkelanjutan, nilai ekonomi komoditas pala dapat semakin ditingkatkan sekaligus mendukung pengembangan industri berbasis sumber daya alam lokal,” ungkapnya.

Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi bagi pengembangan teknologi ekstraksi minyak atsiri skala industri sekaligus mendukung implementasi prinsip green chemistry dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Ke depan, penelitian lanjutan akan difokuskan pada validasi proses dalam skala yang lebih besar, pengujian terhadap lebih banyak jenis bakteri, serta evaluasi keamanan produk melalui uji toksisitas secara in vivo guna memperkuat potensi pemanfaatan minyak atsiri pala pada berbagai sektor industri.

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama