Berita Unggulan Tuesday, 23 June 2026

Prof. Hambali Thalib: UMI Percepat Transformasi Digital, Perkuat Reputasi Akademik, dan Perluas Dampak Global

Mulyadi, S.Kom 123 views 3 menit baca
Prof. Hambali Thalib: UMI Percepat Transformasi Digital, Perkuat Reputasi Akademik, dan Perluas Dampak Global

Mengokohkan Amanah, Mempercepat Transformasi, Membangun Masa Depan


MAKASSAR, umi.ac.id – Memasuki usia ke-72 tahun, Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus meneguhkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi Islam terkemuka yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah.

Pada puncak peringatan Milad ke-72 yang mengusung tema “UMI Unggul: Menakar Potensi, Menguatkan Inovasi, dan Mewujudkan Kampus Islami Berkelas Dunia,” Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan refleksi kepemimpinan sekaligus arah transformasi universitas menuju masa depan yang lebih modern, terintegrasi, dan berdampak.

Menurut Rektor, sejak menerima amanah sebagai Pelaksana Tugas Rektor pada September 2024 dan kemudian ditetapkan sebagai Rektor definitif pada Desember 2024, fokus utama yang dilakukan adalah memulihkan kepercayaan publik, memperkuat tata kelola, serta membangun fondasi transformasi jangka panjang bagi UMI.

“Universitas hidup dari kepercayaan masyarakat. Karena itu, langkah pertama yang kami lakukan bukan membangun gedung atau program baru, tetapi memperkuat kepercayaan melalui tata kelola yang lebih baik, komunikasi yang lebih terbuka, dan budaya kerja yang lebih kolaboratif,” ujar Prof. Hambali.

Ia menegaskan bahwa universitas yang besar bukan hanya diukur dari luas kampus atau banyaknya mahasiswa, tetapi dari kemampuannya menjaga amanah, beradaptasi terhadap perubahan, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Percepatan Transformasi Digital Menuju Smart Campus

Salah satu agenda besar yang kini dijalankan UMI adalah percepatan transformasi digital melalui Master Plan Digital UMI 2025–2029 yang diwujudkan dalam pembangunan ekosistem UMI Connection.

Sistem ini akan mengintegrasikan seluruh layanan utama universitas, mulai dari akademik, keuangan, kemahasiswaan, sumber daya manusia, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, alumni, kerja sama, hingga pengelolaan aset dalam satu platform digital yang terhubung dan saling mendukung.

Bahkan, seluruh sistem tersebut akan bermuara pada Executive Dashboard berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu memberikan rekomendasi strategis bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan.

“Jika pembangunan fisik adalah tubuh universitas, maka digitalisasi adalah sistem sarafnya. Karena itu kami membangun UMI Connection sebagai fondasi Smart Campus UMI masa depan,” tegasnya.

Selain itu, UMI juga mulai menerapkan RAAT (Rencana Anggaran Amanah Tahunan) yang terintegrasi dengan Indikator Kinerja Utama (IKU), penjaminan mutu, akreditasi, dan pemeringkatan nasional maupun internasional.

Kampus Islami yang Memadukan Profesionalisme dan Spiritualitas

Sebagai perguruan tinggi Islam, UMI terus memperkuat budaya kampus melalui integrasi profesionalisme, spiritualitas, dan teknologi.

Berbagai kebijakan telah diterapkan, mulai dari Absensi Berbasis Ibadah, larangan gratifikasi dalam bentuk apa pun, pedoman pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), hingga penguatan budaya kerja yang terintegrasi dengan pelaksanaan ibadah berjamaah.

“Kami ingin menghadirkan paradigma baru bahwa disiplin tidak hanya lahir dari pengawasan, tetapi dari kesadaran bahwa bekerja adalah ibadah dan kampus adalah tempat menumbuhkan keberkahan,” ungkap Prof. Hambali.

Akademik Terus Bertumbuh dan Berkembang

Saat ini UMI memiliki:

* 13 Fakultas

* 1 Program Pascasarjana

* 68 Program Studi

* 27.264 mahasiswa aktif

* 142.995 alumni

* 1.035 dosen aktif

* 117 Guru Besar

* Akreditasi Institusi Unggul

Dalam dua tahun terakhir, UMI juga berhasil membuka empat program studi baru, yaitu:

* Doktor Ilmu Akuntansi

* Magister Teknik Industri

* Pendidikan Profesi Guru Agama

* Magister Kenotariatan

Sementara dua program doktor baru, yakni Doktor Teknik Kimia dan Doktor Teknik Sipil, saat ini sedang menunggu izin operasional.

Sebanyak 82,3 persen program studi UMI telah berada pada kategori mutu Unggul, Baik Sekali, A, dan B.

Internasionalisasi Semakin Menguat

Sebagai kado Milad ke-72, UMI kembali dipercaya sebagai perguruan tinggi tujuan penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).

Dua mahasiswa internasional asal Sudan dan Nigeria resmi memilih UMI untuk melanjutkan studi pada Program Studi Akuntansi dan Magister Kesehatan Masyarakat.

Hingga saat ini, UMI memiliki 27 mahasiswa asing yang berasal dari tujuh negara, menunjukkan semakin meningkatnya daya tarik internasional universitas.

Produktivitas Riset dan Inovasi Meningkat

Pada bidang penelitian, capaian UMI terus menunjukkan tren yang positif.

Hingga tahun 2026, UMI mencatat:

* 1.457 dokumen terindeks Scopus

* 7.776 sitasi Scopus

* 191.137 sitasi Google Scholar

* 39 jurnal terakreditasi SINTA

* 1 jurnal terindeks Scopus

* 54 penelitian BIMA pendanaan nasional

* 109 peneliti aktif BIMA

* 6 paten

* 1 perlindungan varietas tanaman

* 378 Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Selain itu, UMI juga telah melaksanakan 566 Program Kampus Berdampak yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Prestasi Mahasiswa Melonjak 226 Persen

Pada bidang kemahasiswaan, prestasi mahasiswa UMI meningkat hingga 226 persen.

Sepanjang tahun 2025, mahasiswa UMI berhasil meraih 75 prestasi nasional dan internasional.

Tahun 2026, UMI juga dipercaya oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek sebagai Tuan Rumah Nasional Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).

Memperluas Dampak Melalui Jejaring Pengabdian

Sebagai kampus yang berdampak, UMI saat ini didukung oleh:

* 10 kampus yang tersebar di Makassar, Bantaeng, Pangkep, dan Barru

* 3 rumah sakit pendidikan dan layanan kesehatan

* 36 desa binaan di 23 kabupaten pada 6 provinsi di Kawasan Timur Indonesia

* 7 pesantren binaan di Sulawesi Selatan

Jejaring tersebut menjadi ruang pengabdian, pembelajaran, inovasi, sekaligus solusi nyata bagi masyarakat.

Tahun Akselerasi Transformasi UMI

Rektor menegaskan bahwa Tahun Akademik 2026–2027 akan menjadi Tahun Akselerasi Transformasi UMI, melalui:

* Implementasi penuh Kurikulum Outcome-Based Education (OBE);

* Penguatan RAAT berbasis IKU dan Penjaminan Mutu;

* Percepatan digitalisasi melalui UMI Connection;

* Hilirisasi inovasi dan riset berdampak;

* Peningkatan pemeringkatan nasional dan internasional.

“UMI tidak hanya ingin menjadi perguruan tinggi yang besar, tetapi perguruan tinggi yang relevan, adaptif, dan berdampak. Karena masa depan tidak dimiliki oleh mereka yang paling nyaman dengan masa lalu, tetapi oleh mereka yang paling siap menghadapi perubahan,” tegas Prof. Hambali.

Menutup laporannya, Rektor menyampaikan satu pesan penting tentang kepemimpinan yang ingin terus dibangun di lingkungan UMI.

“Kami tidak akan membangun kepemimpinan yang super power, tetapi membangun super team. Karena kejayaan tidak lahir dari kehebatan satu orang, melainkan dari kebersamaan orang-orang yang saling menguatkan.”

Memasuki usia ke-72 tahun, UMI terus meneguhkan dirinya sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak, serta Kampus Peduli dan Berbagi yang siap menghadapi masa depan melalui inovasi, transformasi, dan pengabdian yang berkelanjutan.

(HUMAS)

Tags: Milad 72
Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama