Tiga Periode Dipercaya, UMI Kian Mantap Jadi Kampus Berdampak Lewat PEKERTI dan AA 2026
Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berdampak melalui pengajuan usulan sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA) Tahun 2026 kepada Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Langkah ini tidak sekadar menjadi bagian dari proses seleksi administratif, tetapi mencerminkan keseriusan UMI dalam memperluas kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi nasional. Melalui program PEKERTI dan AA, UMI ingin terus mengambil peran strategis dalam memperkuat kompetensi pedagogik dosen, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menghadirkan dampak langsung bagi ekosistem pendidikan tinggi, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.
Optimisme UMI untuk kembali memperoleh kepercayaan tersebut didukung oleh rekam jejak yang kuat. Selama tiga periode berturut-turut, UMI telah dipercaya sebagai penyelenggara resmi program ini. Pada periode 2023–2026, UMI bahkan tercatat sebagai salah satu dari 54 perguruan tinggi di Indonesia yang memperoleh lisensi penyelenggaraan PEKERTI dan AA. Pengalaman ini menjadi modal penting bagi UMI untuk melanjutkan peran pada periode berikutnya dengan kualitas layanan yang semakin baik, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi saat ini.
Rektor UMI, Prof. Dr. Hambali Thalib, S.H., M.H., memberikan perhatian khusus terhadap proses penyusunan proposal dengan memimpin langsung rapat koordinasi tim. Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa pengajuan ini harus mencerminkan kapasitas UMI sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga mampu memberi manfaat luas bagi pengembangan kualitas dosen di Indonesia. Menurutnya, semangat Kampus Berdampak harus tercermin dalam setiap langkah kelembagaan UMI, termasuk dalam upaya mengambil bagian dalam program-program strategis nasional.
Arahan tersebut ditindaklanjuti secara optimal oleh tim Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP2S) UMI. Penanggung Jawab Tim Penyusun Proposal PEKERTI/AA UMI 2026, Prof. Dr. H. Baharuddin Semmaila, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh tim yang bekerja secara intensif di tengah persyaratan seleksi yang semakin ketat dan tenggat waktu yang terbatas.
“Penyusunan usulan tahun ini menuntut kecermatan, ketelitian, dan kecepatan kerja yang tinggi. Namun, berkat semangat kebersamaan dan komitmen untuk menghadirkan kontribusi terbaik bagi pendidikan tinggi, seluruh dokumen dapat kami selesaikan tepat waktu dan sesuai standar yang dipersyaratkan,” ujarnya.
Koordinator Tim Penyusun sekaligus Sekretaris LP2S UMI, Prof. Dr. Ir. Andi Aladin, M.T., menjelaskan bahwa skema penyelenggaraan PEKERTI dan AA tahun 2026 menuntut kesiapan yang semakin komprehensif, mulai dari tata kelola kelembagaan, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), kesiapan instruktur bersertifikat, hingga penguatan perangkat pembelajaran digital melalui Learning Management System (LMS) yang andal. Selain itu, aspek aksesibilitas dan inklusivitas pembelajaran bagi penyandang disabilitas juga menjadi perhatian penting dalam proposal yang diajukan UMI.
“Pengalaman tiga periode sebelumnya kami jadikan pijakan evaluatif untuk menyusun usulan yang lebih kuat, lebih adaptif, dan lebih akuntabel. Kami ingin memastikan bahwa jika kembali dipercaya, UMI benar-benar mampu menghadirkan layanan PEKERTI dan AA yang berdampak luas bagi peningkatan kualitas dosen,” jelasnya.
Senada dengan itu, Ketua Tim Penyusun Proposal, Prof. Dr. Hj. Syamsu Nujum, S.E., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan penyusunan proposal ini ditopang oleh kerja kolektif yang solid, pembagian tugas yang efektif, serta proses verifikasi dokumen yang dilakukan secara berlapis. Menurutnya, kualitas proposal bukan hanya ditentukan oleh kelengkapan berkas, tetapi juga oleh seberapa kuat proposal tersebut menunjukkan kesiapan institusi dalam memberi layanan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.
Bagi UMI, Program PEKERTI dan AA memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar pelatihan. Program ini merupakan bagian dari misi besar kampus untuk menciptakan dampak nyata melalui peningkatan kapasitas dosen sebagai aktor utama pembelajaran. Dosen yang memiliki kompetensi pedagogik kuat akan melahirkan proses belajar yang lebih efektif, lebih humanis, lebih inovatif, dan pada akhirnya menghasilkan lulusan yang lebih siap berkontribusi bagi masyarakat. Dalam perspektif inilah, pengajuan UMI sebagai penyelenggara PEKERTI dan AA menjadi wujud konkret dari semangat Kampus Berdampak.
Jika kembali mendapatkan amanah pada tahun 2026, UMI menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan layanan pelatihan terbaik, tidak hanya bagi dosen internal, tetapi juga bagi dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Dengan dukungan pengalaman panjang, instruktur yang kompeten, tata kelola yang kuat, serta ekosistem pembelajaran digital yang terus diperkuat, UMI optimistis dapat menghadirkan penyelenggaraan PEKERTI dan AA yang profesional, inklusif, dan benar-benar memberi dampak bagi kemajuan pendidikan tinggi nasional.
Melalui langkah ini, UMI kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada capaian internal, tetapi juga terus berupaya memperluas manfaat kelembagaan untuk masyarakat akademik yang lebih luas.
Inilah makna kampus berdampak yang terus dihidupkan UMI: hadir, melayani, dan memberi kontribusi nyata bagi masa depan pendidikan Indonesia.
(HUMAS)