Pengabdian Masyarakat Monday, 6 July 2026

UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng

Mulyadi S. 56 dilihat 3 menit baca
UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng

MAKASSAR, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Caturdharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, melalui pelepasan 393 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan 77 yang akan mengabdi di Kabupaten Bantaeng.

Prosesi pelepasan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI berlangsung di Auditorium Al Jibra, Kampus II UMI, Senin (6/7), dipimpin langsung oleh Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH, didampingi Ketua LPkM UMI Prof. Dr. H. Baharuddin Semmaila, SE., M.Si., Sekretaris LPkM Dr. Ir. Ansyariah, ST., MT., serta Kepala Pusat KKN Prof. Dr. Imaduddin, ST., MM.

Sebanyak 393 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian selama satu bulan, mulai 6 Juli hingga 6 Agustus 2026, yang tersebar di 19 desa pada dua kecamatan di Kabupaten Bantaeng dengan pendampingan 19 dosen supervisi.

Mengusung tema "Penguatan Ketahanan Wilayah Berbasis Inovasi, Teknologi Tepat Guna, dan Pemberdayaan Potensi Lokal Menuju Desa Tangguh, Mandiri, dan Berkelanjutan", KKN Tematik Angkatan 77 dirancang sebagai ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi atas berbagai kebutuhan di tingkat desa.

Program ini tidak hanya menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga diharapkan menghasilkan dampak nyata melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan potensi lokal, penerapan inovasi dan teknologi tepat guna, serta peningkatan kapasitas desa menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH., menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti KKN merupakan representasi Universitas Muslim Indonesia di tengah masyarakat. Oleh karena itu, mereka diharapkan mampu membangun komunikasi yang santun, adaptif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat tempat mereka mengabdi.

"Saya berharap anandaku semua menjaga nama baik almamater kita di mana pun dan kapan pun. Berkomunikasi dan berinteraksilah dengan baik sehingga masyarakat merasa terbantu dengan pikiran, gagasan, serta karya nyata yang kalian hadirkan selama KKN," ujar Prof. Hambali Thalib.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun kebersamaan dan memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Bersikap, berperilaku, dan berkomunikasilah dengan mencerminkan visi UMI yang berilmu amaliah, beramal ilmiah, berakhlakul karimah, dan berdaya saing tinggi. KKN adalah kerja kolaboratif, sehingga keberhasilannya ditentukan oleh kekompakan tim dan kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat," tambahnya.

Rektor UMI juga menyoroti hubungan strategis antara UMI dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang selama ini terus berkembang. Selain menjadi lokasi pelaksanaan KKN, Kabupaten Bantaeng juga menjadi salah satu daerah pengembangan UMI melalui pembangunan kampus yang diharapkan semakin memperkuat kontribusi universitas terhadap pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua LPkM UMI, Prof. Dr. H. Baharuddin Semmaila, SE., M.Si., menjelaskan bahwa tema KKN tahun ini dipilih sebagai bentuk komitmen UMI dalam menghadirkan pengabdian yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan perubahan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi potensi desa, merancang program berbasis kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah masa KKN berakhir.

"Melalui KKN Tematik ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi desa. Program-program yang dijalankan diharapkan dapat memperkuat ketahanan wilayah, mengoptimalkan potensi lokal, serta mendukung terwujudnya desa yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan," ungkap Prof. Baharuddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng beserta seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKN Tematik Angkatan 77, sehingga kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Melalui KKN Tematik Angkatan 77, Universitas Muslim Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga hadir sebagai mitra pembangunan masyarakat. Semangat pengabdian yang diusung diharapkan mampu melahirkan inovasi, memperkuat pemberdayaan potensi lokal, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan desa yang berkelanjutan, sejalan dengan visi UMI sebagai World Class University yang memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan.

(HUMAS)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama