Bupati Bantaeng: Kehadiran UMI Dorong Kemajuan Pendidikan dan Perkuat Ekonomi Daerah
Bantaeng, umi.ac.id – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzi Nurdin, M.Kom, menegaskan bahwa kehadiran Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Kabupaten Bantaeng tidak hanya memperkuat sektor pendidikan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Kuliah Umum dan Silaturahmi Pimpinan UMI bersama Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang dirangkaikan dengan kunjungan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan 77 UMI di Kampus UMI Bantaeng, Selasa (21/7/2026).
Menurut Bupati, keberadaan Kampus UMI Bantaeng menjadi bukti nyata komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan UMI dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
"Kehidupan kampus UMI di Bantaeng turut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa UMI dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng memiliki komitmen yang sama dalam memajukan dunia pendidikan di daerah ini," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi mahasiswa UMI, khususnya peserta KKN, yang dinilai selalu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Berbagai program pengabdian yang dilaksanakan mahasiswa dinilai mampu membantu pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong inovasi di tingkat desa.
"Mahasiswa UMI yang hadir di Bantaeng selalu memberikan kontribusi positif. Kehadiran mereka membawa manfaat yang luar biasa bagi masyarakat," katanya.
Bupati menambahkan bahwa Kabupaten Bantaeng selama ini menjadi salah satu daerah tujuan favorit pelaksanaan KKN UMI. Pemerintah daerah pun telah menyiapkan prosedur penyambutan yang baik agar mahasiswa dapat melaksanakan pengabdian dengan nyaman dan optimal.
"Kami memiliki standar operasional dalam menyambut mahasiswa KKN. Kami ingin mereka merasa diterima sebagai bagian dari masyarakat Bantaeng selama menjalankan pengabdian," ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi tonggak awal penguatan aktivitas akademik di Kampus UMI Bantaeng. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi nyata dari salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Kampus UMI Bantaeng akan menjadi lokomotif baru pengembangan UMI di wilayah selatan Sulawesi. Setelah proses pembangunan fisik selama dua tahun, kampus tersebut mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan kini terus dikembangkan melalui berbagai program akademik maupun kemasyarakatan," ungkapnya.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA, berpesan kepada mahasiswa KKN Tematik Angkatan 77 agar menjadikan pengabdian sebagai sarana mengamalkan nilai Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah.
"Di lokasi KKN kalian tidak hanya belajar, tetapi juga mengabdi kepada masyarakat. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga dan pulanglah sebagai pribadi yang dirindukan oleh masyarakat," pesannya.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan Kampus UMI Bantaeng tidak akan terwujud tanpa dukungan serta sinergi yang kuat dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPKM) UMI menjelaskan bahwa KKN Tematik Angkatan 77 mengusung tema "Penguatan Ketahanan Wilayah Berbasis Inovasi, Teknologi Tepat Guna, dan Pemberdayaan Potensi Lokal." Tema tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai program pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
























































































































