Kuala Lumpur, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali memperkuat langkah internasionalisasinya melalui pertemuan strategis dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia (ITBM) dalam rangka membahas penulisan buku internasional bertajuk “Peradaban Bugis, Melayu dan Islam: Penilaian Semula Tatanan Global”, Selasa (12/5/2026), di Ruang Meeting ITBM, Kuala Lumpur, Malaysia.
Pertemuan berlangsung hangat dan produktif sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik, penerbitan internasional, serta pengembangan literasi global antara UMI, ITBM, dan sejumlah perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Delegasi UMI dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ir. Hattah Fattah bersama Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad. Sementara dari pihak ITBM, pertemuan dipimpin oleh Sakri Abdullah beserta jajaran.
Fokus utama pembahasan adalah penyusunan buku akademik yang mengangkat nilai-nilai peradaban Bugis, Melayu, dan Islam sebagai bagian penting dari khazanah intelektual dan budaya Asia Tenggara yang memiliki relevansi besar dalam membaca kembali arah tatanan global modern.
Buku tersebut diharapkan tidak hanya menjadi karya akademik lintas negara, tetapi juga menjadi kontribusi strategis dalam membangun narasi peradaban yang lebih berkeadaban, moderat, humanis, dan berbasis nilai-nilai keislaman.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Hattah Fattah menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting UMI dalam memperkenalkan warisan intelektual dan budaya Bugis-Melayu kepada masyarakat internasional melalui pendekatan akademik dan literasi global.
“Peradaban Bugis dan Melayu memiliki kontribusi besar dalam membangun tradisi maritim, perdagangan, pendidikan, dan nilai sosial keislaman yang moderat di Asia Tenggara. Ini adalah kekayaan peradaban yang harus diperkenalkan kepada dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad menilai buku tersebut akan menjadi referensi ilmiah penting dalam memperkuat narasi Islam Nusantara dan peradaban kawasan dalam percakapan global.
Menurutnya, kolaborasi dengan ITBM menjadi momentum strategis bagi UMI untuk memperluas jejaring literasi, penerbitan, dan publikasi internasional yang lebih berdampak.
“Kami ingin menghadirkan karya yang tidak hanya dibaca, tetapi juga mampu membangun pemahaman baru tentang kontribusi peradaban Bugis-Melayu dan Islam terhadap dunia,” ungkapnya.
Dari pihak ITBM, Sakri Abdullah menyambut baik inisiatif kolaboratif tersebut dan menegaskan komitmen ITBM dalam mendukung penerbitan karya-karya strategis yang memperkuat hubungan intelektual dan kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia.
Menurutnya, tema peradaban Bugis, Melayu, dan Islam memiliki nilai historis, akademik, dan geopolitik yang sangat relevan dalam membaca perkembangan dunia saat ini.
Selain membahas substansi dan kerangka akademik buku, kedua belah pihak juga mendiskusikan peluang pengembangan kerja sama lanjutan di bidang penerjemahan karya akademik, publikasi internasional, penguatan literasi global hingga pengembangan jejaring akademik lintas negara.
Pertemuan ini sekaligus menjadi penanda bahwa UMI terus bergerak memperluas diplomasi akademik internasional melalui pendekatan ilmu pengetahuan, budaya, dan literasi peradaban.
Melalui kolaborasi dengan ITBM Malaysia, UMI kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik internal, tetapi juga aktif menghadirkan kontribusi strategis dalam percakapan intelektual global. UMI adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak.
(HUMAS)
