Makassar, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya prestasi melalui pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi pada rangkaian kegiatan Dzikir Akbar UMI yang berlangsung di GOR UMI, Jumat (8/5/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Prof. Dr. H. Hambali Thalib dan disaksikan oleh Prof. Dr. H. Mansyur Ramly serta Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar sebagai bentuk apresiasi institusi terhadap capaian mahasiswa yang telah mengharumkan nama UMI di berbagai bidang.
Pemberian penghargaan ini merujuk pada Lampiran Surat Keputusan Rektor Universitas Muslim Indonesia Nomor 1334/H-Rek/UMI/V/2026 tanggal 28 April 2026 tentang Pemberian Penghargaan dan Reward kepada Mahasiswa Berprestasi Universitas Muslim Indonesia.
Momentum Dzikir Akbar dipilih bukan tanpa alasan. UMI ingin menegaskan bahwa prestasi akademik, kepemimpinan, kreativitas, dan pengabdian harus berjalan beriringan dengan penguatan spiritualitas dan karakter.

Sebanyak delapan mahasiswa dari berbagai fakultas menerima penghargaan atas capaian prestasi tingkat nasional maupun kontribusi di berbagai bidang strategis.
Mereka adalah:
- Nurul Ummalyah dari Fakultas Hukum,
- Nurathliah,
- Muwahhidul Umam Sulaeman,
- Muh Akhsanul Haq,
- Indah Rasyidah,
- Muhammad Dwi Raihan Hasanuddin dari Fakultas Agama Islam,
- Fadil Angga Saputra dari Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan,
- serta Muhammad Nabil dari Fakultas Teknik.
Beragam prestasi membanggakan berhasil diraih para mahasiswa tersebut.
Nurul Ummalyah tercatat sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026 Universitas Muslim Indonesia yang diselenggarakan oleh Google Indonesia.
Nurathliah berhasil menjadi Finalis Duta Potensi Sulawesi Selatan 2026 yang diselenggarakan oleh Youth Ranger Indonesia (YRI) bersama Kemenpora RI.

Sementara itu, Muwahhidul Umam Sulaeman meraih Juara 1 Cabang Tartil Al-Qur’an pada MTQ Mahasiswa Nasional 2026.
Di bidang akademik dan kompetisi ilmiah, Fadil Angga Saputra menorehkan prestasi sebagai Juara I Tingkat Nasional (Medali Emas) Bidang Bahasa Indonesia pada Olimpiade Cerdas Linguistik (OCL) Vol. 3 yang berkolaborasi dengan IPB University.
Muh Akhsanul Haq juga berhasil meraih Medali Emas Bidang Matematika pada Kompetisi Nasional Indonesia 12.
Prestasi keagamaan tingkat provinsi turut diraih mahasiswa Fakultas Agama Islam.
Indah Rasyidah meraih Juara Harapan 3 Cabang Kaligrafi Dekorasi Putri pada MTQ Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan XXIV Tahun 2026 di Kabupaten Maros.
Sedangkan Muhammad Dwi Raihan Hasanuddin meraih Juara Harapan 2 Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Putra pada ajang yang sama.
Sementara itu, Muhammad Nabil dari Fakultas Teknik mendapatkan penghargaan atas partisipasinya dalam kegiatan Fun Orienteering Labyrinth yang diselenggarakan oleh MPAS Maestro FBS UNM bekerja sama dengan FONI dan KORMI Kota Makassar.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UMI tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga aktif dalam bidang kepemimpinan, olahraga, kreativitas, dakwah, dan pengabdian sosial.

Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari penghormatan institusi terhadap perjuangan mahasiswa dalam mengembangkan potensi terbaiknya.
“Mahasiswa berprestasi adalah wajah masa depan UMI. Mereka bukan hanya membawa nama baik kampus, tetapi juga menjadi simbol bahwa UMI terus melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, kreatif, dan berani bersaing,” ujarnya.
Menurut Rektor, keberhasilan mahasiswa merupakan cerminan dari ekosistem pendidikan yang terus dibangun UMI, yakni pendidikan yang mengintegrasikan ilmu, akhlak, spiritualitas, dan kebermanfaatan sosial.
“Kami ingin mahasiswa UMI tidak hanya dikenal karena kecerdasannya, tetapi juga karena integritas, akhlak, dan kontribusinya kepada masyarakat,” tambahnya.

Ia juga berharap penghargaan tersebut menjadi energi baru bagi seluruh mahasiswa UMI untuk terus berani bermimpi besar, aktif berkompetisi, dan membawa nama baik almamater hingga tingkat global.
Penyerahan penghargaan pada momentum Dzikir Akbar menghadirkan suasana yang penuh kebanggaan dan haru bagi sivitas akademika UMI.
Bagi UMI, prestasi mahasiswa bukan sekadar angka dan piagam penghargaan, tetapi bagian dari denyut hidup universitas dalam melahirkan generasi muda yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui momentum ini, UMI kembali menegaskan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi ruang tumbuh bagi lahirnya pemimpin masa depan yang cerdas secara intelektual, kuat secara moral, dan peduli terhadap sesama. UMI adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak.
(HUMAS)
