Prof. Hambali Thalib: Pendanaan Riset Nasional Mengangkat Marwah UMI, 54 Judul Lolos Jadi Bukti Dosen UMI Produktif dan Berdampak

Author Website UMI

/

Makassar, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta unggul dan produktif di Indonesia Timur melalui capaian 54 judul penelitian yang berhasil lolos pendanaan Program DPPM dan Hiliristek Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.

Capaian tersebut ditandai dengan pelaksanaan Penandatanganan Kontrak Penelitian Program Pendanaan DPPM dan Hiliristek Kemendiktisaintek Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya (LP2S) UMI pada Rabu (12/05/2026), di Aula LP2S Lantai 3 Menara UMI.

Kegiatan yang diikuti oleh 54 tim peneliti UMI tersebut mengusung semangat:

“Bangkitkan Inovasi, Kuatkan Kolaborasi, Menuju Saintek Berdampak.”

Penandatanganan kontrak penelitian disaksikan langsung oleh Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, didampingi Ketua LP2S UMI, Prof. Dr. H. Baharuddin Semmaila, serta Sekretaris LP2S UMI, Prof. Dr. Ir. Andi Aladin.

Dalam sambutannya, Rektor UMI menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh dosen peneliti yang dinilai telah mengharumkan nama Universitas Muslim Indonesia melalui capaian pendanaan riset nasional.

“Kebesaran UMI berasal dari kita semua. Keberhasilan dosen-dosen UMI mendapatkan pendanaan dari Kemendiktisaintek memiliki gaung yang sangat besar dalam mengangkat citra UMI di tengah masyarakat,” ujarnya.

Guru Besar Fakultas Hukum UMI itu juga menegaskan bahwa budaya riset dan inovasi harus terus diperkuat karena menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas akademik, reputasi institusi, dan pengembangan karier dosen hingga jenjang Guru Besar.

“Selamat atas amanah dan kepercayaan yang diberikan negara kepada bapak dan ibu peneliti. Mohon penelitian dilaksanakan dengan baik, pelaporan dijaga kualitasnya, dan seluruh proses administrasi diselesaikan tepat waktu. Terima kasih telah menjadi dosen yang menjalankan Catur Dharma UMI dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LP2S UMI, Prof. Baharuddin Semmaila, dalam laporannya mengungkapkan bahwa dari total capaian pendanaan tahun 2026, sebanyak 54 judul penelitian dosen UMI dinyatakan lolos pendanaan, termasuk 9 penelitian ongoing, serta 9 penelitian pada skema uji prototipe.

Selebihnya berasal dari berbagai skema kompetitif DPPM Kemendiktisaintek seperti Hibah Pascasarjana, Penelitian Fundamental, dan Penelitian Terapan.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator semakin kuatnya budaya riset di lingkungan UMI.

Tidak hanya itu, dosen-dosen UMI juga berhasil memperoleh pendanaan pada berbagai program strategis nasional lainnya, di antaranya 2 judul hibah Bestari, 2 judul program Healers Tech dan penelitian sinergi, serta 3 penelitian yang memperoleh pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tiga penelitian BRIN tersebut diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Ida Rosada, Prof. Dr. Ir. Hj. Aminah, dan Dr. Ir. Abdul Haris.

Prof. Baharuddin juga menjelaskan bahwa UMI masih menunggu hasil seleksi dari beberapa skema pendanaan lain yang saat ini masih berproses, termasuk peluang hibah penelitian dari pemerintah daerah.

Ia turut mengingatkan seluruh peneliti agar segera menyelesaikan kontrak turunan kedua sehingga proses pencairan dana penelitian dapat berjalan lebih cepat dan optimal.

Selain itu, keberhasilan para peneliti UMI juga disebut berdampak besar terhadap meningkatnya kepercayaan nasional kepada institusi. Salah satunya adalah penunjukan UMI oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek sebagai tuan rumah Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional.

Hal tersebut dinilai menjadi bukti bahwa UMI tidak hanya produktif secara kuantitas penelitian, tetapi juga semakin diperhitungkan dalam penguatan ekosistem riset nasional dan internasional.

Capaian pendanaan penelitian tahun 2026 ini semakin memperkuat posisi UMI sebagai kampus riset, kampus inovasi, dan kampus berdampak yang konsisten membangun budaya akademik unggul di Indonesia Timur.

Melalui penguatan riset, hilirisasi inovasi, kolaborasi internasional, serta pengabdian kepada masyarakat, UMI terus bergerak menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. UMI adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak.

(HUMAS)

SHARE ON