UMI Tembus Rp 5,7 Miliar Pendanaan Riset 2026, Bukti PTS Indonesia Timur Ini Tak Hanya Unggul, Tapi Produktif

Author Website UMI

/

Makassar, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan reputasinya sebagai perguruan tinggi swasta unggul dan produktif di Indonesia Timur setelah berhasil meloloskan 54 judul penelitian dosen pada Program Pendanaan Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Hilirisasi Tahun 2026 lingkup LLDIKTI Wilayah IX.

Capaian tersebut ditandai melalui kegiatan Penandatanganan Kontrak Pendanaan yang berlangsung di Aula Ridwan Saleh Mattayang, Senin (11/5/2026), dan menjadi bukti konsistensi UMI dalam membangun budaya riset, inovasi, serta hilirisasi karya akademik yang berdampak bagi masyarakat dan dunia industri.

Program pendanaan tahun ini mencakup berbagai skema strategis, mulai dari Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Hilirisasi Riset Prioritas, hingga Program Inovasi Seni Nusantara.

Penandatanganan kontrak dilakukan langsung oleh Dr. Andi Lukman. Turut hadir mewakili UMI, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu Lantara bersama jajaran pimpinan lembaga riset dan pengabdian UMI, di antaranya Prof. Dr. H. Baharuddin Semmaila, Prof. Dr. Ir. Andi Aladin, Prof. Dr. Ir. Rustam dan Dr. Ir. Pratiwi Juniar Achmad Gani.

Dalam sambutannya, Dr. Andi Lukman menyampaikan apresiasi atas capaian perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX yang dinilai sangat kompetitif secara nasional.

Ia mengungkapkan bahwa LLDIKTI Wilayah IX berhasil menempati posisi ketiga nasional terbanyak penerima program pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Menurutnya, jumlah proposal yang masuk tahun ini sangat besar:

  • 4.142 usulan penelitian,
  • dengan 992 judul berhasil memperoleh pendanaan,
  • serta 1.005 usulan pengabdian masyarakat dengan 231 judul lolos pendanaan.

Sementara itu, Prof. Dirgahayu Lantara menyampaikan rasa syukur atas capaian UMI yang kembali menjadi salah satu perguruan tinggi dengan capaian pendanaan tertinggi di wilayah LLDIKTI IX.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hadir secara instan, tetapi melalui proses panjang penguatan tata kelola riset, pembinaan dosen, dan pengembangan budaya akademik yang konsisten.

“LP2S dan LPkM UMI telah tertata dengan baik sehingga kaderisasi peneliti dan pengabdi berjalan optimal. Kami terus mendorong agar penguatan pengabdian masyarakat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas riset dosen,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa UMI saat ini terus memperkuat internasionalisasi akademik melalui kolaborasi riset dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri, sekaligus memperluas kerja sama dengan dunia industri untuk mendorong hilirisasi hasil penelitian.

Di sisi lain, Sekretaris LP2S UMI, Prof. Andi Aladin, menjelaskan bahwa dari total 54 judul penelitian yang lolos pendanaan:

  • 9 judul merupakan penelitian ongoing,
  • 9 judul berasal dari skema uji prototipe,
  • sementara sisanya berasal dari berbagai skema kompetitif DPPM seperti:
    • Hibah Pascasarjana,
    • Penelitian Fundamental,
    • dan Penelitian Terapan.

Total pendanaan yang diperoleh UMI mencapai lebih dari Rp5,7 miliar.

Tidak hanya itu, dosen-dosen UMI juga berhasil memperoleh pendanaan tambahan melalui berbagai program strategis nasional lainnya, seperti:

  • 2 judul hibah Bestari,
  • 2 judul program Healers Tech dan Penelitian Sinergi,
  • serta 2 penelitian yang memperoleh pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Menurut Prof. Andi Aladin, capaian tersebut tidak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan LP2S UMI melalui coaching personal, pelatihan proposal, penguatan substansi penelitian, hingga pendampingan kompetisi hibah nasional.

“Kami ingin membangun budaya riset yang kuat, produktif, dan berdaya saing internasional. Karena itu, pendampingan dosen terus kami lakukan secara sistematis,” jelasnya.

UMI juga disebut masih menunggu hasil seleksi dari beberapa skema pendanaan lain yang masih berproses, termasuk peluang pendanaan dari pemerintah daerah dan program kolaborasi lainnya.

Capaian pendanaan penelitian tahun 2026 ini kembali memperkuat posisi UMI sebagai kampus riset, kampus inovasi, sekaligus perguruan tinggi swasta unggul yang konsisten menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, masyarakat, industri, dan pembangunan nasional. UMI adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak.

(HUMAS)

SHARE ON