Punya Lima Dosen Alumni Kanazawa University, UMI Perkuat Modal Kolaborasi dengan Jepang
Lima doktor alumni Kanazawa University di UMI menjadi modal strategis pengembangan kerja sama pendidikan dan riset
MAKASSAR, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) membuka peluang memperkuat hubungan akademik dengan Kanazawa University, Jepang. Peluang tersebut mengemuka dalam Networking Session yang menghadirkan President of Kanazawa University, Prof. Dr. Wada Takashi, beserta jajaran delegasi.
Kegiatan berlangsung Jumat, 28 Agustus 2026, di Ruang Rapat A, Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin. Forum mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, delegasi Kanazawa University, serta alumni Kanazawa University yang kini berkiprah di sejumlah perguruan tinggi di Makassar dan Sulawesi Selatan.
Universitas Muslim Indonesia diwakili Wakil Rektor V Bidang Promosi dan Kerja Sama, Ir. Hj. Setyawati Yani, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., mewakili Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. Bagi UMI, pertemuan tersebut bukan sekadar membuka peluang kerja sama baru. UMI memiliki modal akademik yang kuat untuk membangun hubungan lebih erat dengan Kanazawa University.
Modal tersebut salah satunya ditandai dengan keberadaan lima dosen UMI yang merupakan alumni Kanazawa University. Kelimanya berasal dari Fakultas Farmasi UMI dan menyelesaikan pendidikan doktoral pada bidang Pharmaceutical Sciences di Kanazawa University. Mereka adalah Apt. Ahmad Najib, S.Si., M.Farm., Ph.D.; Apt. Nurmaya Effendi, S.Si., M.Sc., Ph.D.; Apt. Dewi Yuliana, S.Si., M.Farm., Ph.D.; Apt. Muammar Fawwaz, S.Farm., M.Si., Ph.D.; dan Apt. Faradiba, S.Si., M.Si., Ph.D.
Keberadaan lima alumni tersebut menjadi modal strategis. Mereka tidak hanya membawa pengalaman akademik dari Kanazawa University, tetapi juga memiliki pemahaman langsung mengenai lingkungan akademik, budaya riset, serta jejaring keilmuan di universitas tersebut.
“Ini menjadi kekuatan bagi UMI. Kami memiliki dosen yang pernah belajar dan melakukan riset di Kanazawa University, sehingga hubungan akademik yang dibangun memiliki fondasi yang kuat,” ujar Setyawati Yani.
Menurut Setyawati, UMI terbuka untuk mengembangkan kerja sama dengan Kanazawa University dalam berbagai bidang. Tidak hanya pendidikan, tetapi juga penelitian, mobilitas akademik, dan pengembangan jejaring internasional.
UMI sendiri telah memiliki pengalaman membangun jejaring dengan sejumlah perguruan tinggi Jepang. Di antaranya Waseda University, Shimane University, dan Kyushu Institute of Technology. Pengalaman tersebut menjadi fondasi untuk memperluas kemitraan. Terlebih, jejaring internasional UMI telah berkembang tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga pada pengabdian dan kemanusiaan.
Melalui kolaborasi dengan Association of Medical Doctors of Asia (AMDA), misalnya, UMI terlibat dalam respons kemanusiaan dan pengiriman tenaga medis ke wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.
“Jejaring internasional bagi UMI bukan sekadar nama dan dokumen kerja sama. Kami ingin jejaring tersebut menghasilkan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat,” tegas Setyawati.
Karena itu, pertemuan dengan Kanazawa University diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan kolaborasi yang lebih konkret. Keberadaan lima alumni Kanazawa University di lingkungan UMI menjadi salah satu kekuatan yang dapat mempercepat proses tersebut.
Bagi UMI, membangun kerja sama internasional bukan hanya tentang memperluas daftar mitra. Lebih dari itu, kerja sama diarahkan untuk membuka akses yang lebih luas terhadap ilmu pengetahuan, pengalaman akademik, riset, dan jejaring global bagi sivitas akademika. Dengan modal sumber daya manusia dan pengalaman kerja sama yang telah dimiliki, UMI siap memperluas hubungan akademiknya dengan Kanazawa University menuju kolaborasi yang lebih produktif dan berkelanjutan.
(Humas UMI)























































































































