Makassar, umi.ac.id — Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muslim Indonesia (UMI) memasuki usia ke-14 dengan satu penegasan penting: tidak hanya mencetak lulusan, tetapi menyiapkan dokter gigi profesional, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia kesehatan masa depan.
Peringatan milad yang berlangsung di Kampus FKG UMI, Jalan Kakatua, Makassar, Selasa (28/4/2026), menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan arah besar pengabdian FKG UMI bagi masyarakat, bangsa, dan dunia kesehatan.
Mengusung tema “14 Tahun Berkarya, Berinovasi, dan Berkontribusi untuk Kesehatan Gigi dan Mulut Indonesia”, kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi ruang evaluasi dan lompatan strategis menuju masa depan yang lebih besar.

Dekan FKG UMI, Prof. drg. H. Moh. Dharma Utama, PhD, Sp.Pros., Subsp. PKIKG(K), menegaskan bahwa usia 14 tahun adalah fase penting menuju kematangan.
“Seperti gigi permanen yang mulai tumbuh, FKG UMI hari ini memasuki fase kuat dan siap memberikan kontribusi lebih besar. Kami tidak hanya ingin meluluskan dokter gigi, tetapi membentuk pribadi yang unggul, berakhlak, dan siap mengabdi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa FKG UMI tidak hanya dibekali kompetensi klinis, tetapi juga nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial—yang menjadi kebutuhan utama dunia kesehatan saat ini.
FKG UMI saat ini tengah menyiapkan langkah besar dengan rencana pembukaan Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis, yang telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan.
Langkah ini membuka peluang besar bagi mahasiswa dan calon mahasiswa untuk melanjutkan studi hingga jenjang spesialis, berkembang dalam lingkungan akademik yang terintegrasi dan memiliki jalur karier yang jelas di dunia kesehatan
“Kami sedang menyiapkan semuanya secara serius. Ini adalah kesempatan besar bagi generasi muda untuk tumbuh bersama FKG UMI,” tambah Prof. Dharma.

Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa FKG UMI bukan hanya fakultas yang berkembang, tetapi institusi yang sedang menyiapkan masa depan pendidikan kedokteran gigi di Indonesia.
“FKG UMI telah menunjukkan capaian luar biasa di usia muda. Dengan akreditasi Unggul dan rencana program spesialis, ini adalah pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin sukses di bidang kesehatan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kehormatan institusi melalui penguatan dosen, sistem pendidikan yang adaptif dan budaya akademik yang berintegritas.

Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., menambahkan bahwa kekuatan FKG UMI tidak hanya pada akademik, tetapi juga pada karakter.
“FKG UMI harus terus menjaga nilai Islami dan akhlaqul karimah sebagai identitas utama. Inilah yang membedakan dan menjadi kekuatan untuk bersaing secara global,” ujarnya.

Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., M.Si., mengingatkan bahwa milad adalah momentum refleksi dan perbaikan.
“Yang membedakan institusi hebat bukan hanya klaim, tetapi karya nyata. FKG UMI harus terus melahirkan inovasi yang berdampak,” ungkapnya.
Karena di FKG UMI, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi dokter gigi, tetapi dibentuk menjadi profesional yang kompeten, manusia yang berkarakter dan pribadi yang siap mengabdi untuk masyarakat
UMI Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak
(HUMAS)
