16 Pemegang Amanah Baru Pascasarjana UMI Resmi Dikukuhkan, Perkuat Regenerasi Akademik dan Kepemimpinan Keilmuan

Author Website UMI

/

Makassar, umi.ac.id Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (PPS UMI) kembali memperkuat tata kelola akademik dan regenerasi kepemimpinan keilmuan melalui kegiatan serah terima amanah dan lepas sambut pemegang amanah baru di lingkungan PPS UMI yang berlangsung di Aula PPJ Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (15/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat, khidmat, dan penuh nuansa kekeluargaan tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan akademik, penguatan budaya organisasi, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan Pascasarjana UMI.

Sebanyak 16 pemegang amanah baru resmi menerima amanah untuk memperkuat pengelolaan akademik dan pengembangan program studi di lingkungan Pascasarjana UMI. Penetapan tersebut diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor Universitas Muslim Indonesia oleh Asisten Direktur II PPS UMI, Mahfudnurnajamuddin. Para penerima amanah terdiri atas Ketua dan Sekretaris Program Studi pada berbagai program di lingkungan PPS UMI.

Direktur Pascasarjana UMI, Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.Hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa pergantian amanah merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat dalam menjaga kualitas, regenerasi, dan keberlanjutan institusi.

“Amanah boleh berganti, tetapi pengabdian kepada UMI harus tetap menyala. Pergantian ini adalah bagian dari proses alamiah organisasi untuk menjaga energi baru, memperkuat kualitas, dan memastikan keberlanjutan institusi,” ujarnya.

Menurutnya, Pascasarjana UMI terus membangun budaya evaluasi dan penguatan spiritualitas sebagai fondasi tata kelola akademik yang sehat. Salah satunya melalui evaluasi kinerja berbasis masjid yang rutin dilaksanakan setelah Salat Duha berjamaah hampir setiap hari.

“Kami ingin memastikan bahwa penguatan akademik berjalan beriringan dengan penguatan nilai spiritual dan integritas. Karena kampus besar tidak hanya dibangun oleh kecerdasan, tetapi juga oleh akhlak dan ketulusan pengabdian,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menekankan pentingnya menjaga komitmen ke-UMI-an di tengah keberagaman disiplin ilmu dan dinamika akademik Pascasarjana UMI.

“Sebagian melanjutkan amanah, sebagian menerima amanah baru. Tetapi semuanya memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga marwah Pascasarjana dan Universitas Muslim Indonesia,” tuturnya.

Rektor menyebut Pascasarjana UMI sebagai “kampus kecil” dengan kompleksitas keilmuan yang sangat luas karena menaungi berbagai disiplin ilmu, karakter akademik, dan latar belakang intelektual.

“Karena itu, nilai ke-UMI-an harus menjadi perekat bersama. Bukan hanya dalam simbol dan administrasi, tetapi dalam cara berpikir, melayani, dan membangun budaya akademik,” ujarnya.

Mewakili Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Ketua Bidang Pengembangan Program Yayasan Wakaf UMI, Prof. Ir. H. Lambang Basri, M.T., Ph.D., IPM., menyampaikan bahwa amanah jabatan bukanlah penghargaan simbolik semata, tetapi bentuk tanggung jawab moral dalam mengelola dan melayani institusi.

“Amanah bukan hadiah. Amanah adalah kontrak pengabdian, komitmen moral, dan instrumen pelayanan kepada lembaga serta umat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan institusi tidak ditentukan oleh satu individu, tetapi oleh kemampuan seluruh unsur untuk bekerja sama, saling mendukung, dan menjaga integritas kelembagaan.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., M.Si., dalam arahannya menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Pascasarjana UMI yang dinilai terus menunjukkan kontribusi besar dalam penguatan pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia.

“Pascasarjana UMI memiliki perjalanan perjuangan yang luar biasa. Kepemimpinan yang baik lahir dari kemampuan menjadi pengikut yang baik. Karena itu, hari ini kita tidak hanya berbicara tentang leadership, tetapi juga tentang followership,” ungkapnya.

Menurut Prof. Mansyur, perguruan tinggi modern membutuhkan kepemimpinan kolektif yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, dan kelembagaan.

Kegiatan serah terima amanah ini menjadi simbol penting bahwa Pascasarjana UMI terus menjaga proses regenerasi akademik secara sehat, terukur, dan berkelanjutan. Momentum ini sekaligus memperkuat komitmen PPS UMI dalam menghadirkan pendidikan Pascasarjana yang unggul, adaptif, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, profesionalisme, serta pengabdian kepada masyarakat.

Melalui penguatan kepemimpinan akademik dan tata kelola kelembagaan yang terus diperbarui, Pascasarjana UMI menegaskan langkahnya untuk terus tumbuh sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan peradaban yang bereputasi dan berdampak di tingkat nasional maupun internasional. UMI adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian dan Kampus Bereputasi dan Berdampak. (*)

SHARE ON