#2 UMIConnection - Titipan Masa Depan: Ketika Bapak dan Ibu Melepaskan Langkah Pertama Anak, Sesungguhnya Bapak dan Ibu Sedang Mengantarkan Harapan Menuju Masa Depan
#seri2
#UMIConnection — #TitipanMasaDepan
Titipan Masa Depan #2
“Untuk Orang Tua yang Sedang Melepaskan Anaknya Merantau: Percayalah, Tidak Ada Perjalanan Menuntut Ilmu yang Sia-Sia.”
Makassar, umi.ac.id — Ada satu hari yang hampir selalu menjadi hari paling mengharukan dalam kehidupan sebuah keluarga.
Hari ketika seorang ayah mengangkat koper anaknya ke dalam kendaraan.
Hari ketika seorang ibu diam-diam menyelipkan doa di sela pelukan terakhir sebelum anaknya berangkat merantau.
Tidak sedikit yang mampu tersenyum saat mengantar keberangkatan, tetapi diam-diam menitikkan air mata ketika perjalanan pulang dimulai.
Karena sejak hari itu, rumah tidak lagi terasa sama.
Ada kamar yang menjadi lebih sunyi.
Ada kursi makan yang tak lagi terisi lengkap.
Ada doa yang setiap malam dipanjatkan lebih panjang daripada biasanya.
Dan ada kerinduan yang perlahan belajar berubah menjadi keikhlasan.
Universitas Muslim Indonesia (UMI) memahami bahwa setiap mahasiswa yang melangkah memasuki gerbang kampus tidak datang hanya membawa berkas pendaftaran atau ijazah sekolah menengah.
Mereka datang membawa harapan orang tua.
Membawa pengorbanan keluarga.
Membawa cita-cita yang dipelihara sejak kecil.
Serta membawa doa-doa yang mungkin dipanjatkan oleh ayah dan ibunya setiap selesai menunaikan salat.
Karena itu, di UMI, setiap mahasiswa dipandang sebagai amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan, kepercayaan yang diberikan orang tua merupakan amanah moral yang harus dijaga oleh seluruh sivitas akademika.
“Kami menyadari bahwa ketika seorang ayah dan ibu mempercayakan putra-putrinya kepada UMI, sesungguhnya mereka sedang menitipkan harapan terbesar dalam hidupnya. Amanah itu tidak kami pandang sebagai rutinitas administrasi, melainkan sebagai tanggung jawab untuk mendampingi mereka bertumbuh menjadi manusia yang berilmu, berakhlak, dan membawa manfaat bagi sesama.”
Allah SWT berfirman:
“Dan katakanlah: Ya Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku pada waktu kecil.” (QS. Al-Isra’: 24).
Ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada keberhasilan seorang anak yang berdiri sendiri. Di balik setiap langkahnya, ada pengorbanan orang tua yang seringkali tak terlihat, tetapi selalu hadir dalam setiap doa, setiap ikhtiar, dan setiap harapan yang mereka panjatkan kepada Allah SWT.
Wakil Rektor I Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. Ir. Dirgahayu Andi Lantara, M.T., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan, keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas kurikulum, tetapi juga oleh kemitraan yang kuat antara kampus, mahasiswa, dan keluarga.
“Kami percaya bahwa orang tua adalah pendidik pertama, sedangkan universitas adalah mitra yang melanjutkan proses tersebut. Karena itu, kami ingin membangun lingkungan akademik yang menghadirkan ketenangan bagi orang tua, bahwa putra-putri mereka berada di tempat yang menghargai ilmu, membangun karakter, menanamkan tanggung jawab, dan mempersiapkan masa depan dengan sungguh-sungguh.”
Menurut dia, melalui UMI Connection, berbagai layanan akademik dan informasi terus diintegrasikan agar proses pendidikan menjadi semakin baik, lebih transparan, lebih responsif, dan semakin berorientasi pada perkembangan mahasiswa. Transformasi digital tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga memperkuat komunikasi, pembinaan, dan pendampingan sebagai bagian dari pengalaman belajar yang utuh.
Perjalanan UMI menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University dibangun dengan keyakinan bahwa kemajuan teknologi harus selalu berjalan seiring dengan pembangunan karakter. Sebab teknologi akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar ketika digunakan untuk mendidik manusia yang berakhlak, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Semangat tersebut diwujudkan melalui Catur Dharma Perguruan Tinggi: Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter. Keempat dharma itu menjadi fondasi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara moral, tangguh menghadapi kehidupan, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Kepada para ayah dan ibu yang hari ini sedang mengantar anaknya merantau, UMI ingin menyampaikan satu pesan sederhana.
Jangan biarkan air mata hari ini berubah menjadi kekhawatiran yang berkepanjangan.
Biarkan ia menjadi saksi bahwa cinta seorang orang tua begitu besar hingga mampu belajar melepaskan, demi masa depan yang lebih baik.
Percayalah, setiap pagi ketika anak Bapak dan Ibu belajar dengan sungguh-sungguh, setiap malam ketika ia berjuang menyelesaikan tugas, setiap kegagalan yang mengajarkannya untuk bangkit, dan setiap keberhasilan kecil yang berhasil diraihnya adalah bagian dari proses panjang yang sedang membentuknya menjadi manusia yang lebih dewasa.
Perjalanan ini mungkin tidak selalu mudah.
Akan ada rasa rindu.
Akan ada keraguan.
Akan ada hari-hari ketika semuanya terasa berat.
Namun selama ilmu dicari dengan niat yang tulus, disertai doa, kerja keras, kejujuran, dan kesabaran, tidak ada perjalanan menuntut ilmu yang sia-sia.
Insya Allah, suatu hari nanti ketika anak Bapak dan Ibu kembali pulang, semoga ia tidak hanya membawa selembar ijazah.
Semoga ia pulang dengan cara berpikir yang lebih matang.
Dengan hati yang lebih lembut.
Dengan tanggung jawab yang lebih besar.
Dengan akhlak yang semakin baik.
Dan dengan tekad yang kuat untuk membalas setiap pengorbanan yang telah diberikan oleh kedua orang tuanya.
Karena itulah hakikat pendidikan yang terus diperjuangkan oleh Universitas Muslim Indonesia.
Bukan sekadar meluluskan sarjana.
Tetapi membantu melahirkan manusia-manusia yang menjadi kebanggaan keluarganya, membawa manfaat bagi masyarakat, serta menghadirkan keberkahan bagi bangsa dan kemanusiaan.
UMI Connection. Menghubungkan Data. Menguatkan Manusia. Membangun Masa Depan. (bersambung)























































































































