BRIN Buka Peluang Kolaborasi Riset, LP2S UMI Didorong Perkuat Data, Talenta, dan Hilirisasi
MAKASSAR, umi.ac.id — Riset berdampak tidak lahir dari ruang isolasi, melainkan dari tata kelola data yang matang, pelestarian pengetahuan lokal, serta jejaring kolaborasi yang kokoh.
Memahami pentingnya ekosistem tersebut, Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus mempercepat langkahnya menjadi kampus pelopor inovasi yang membawa manfaat nyata bagi pembangunan bangsa.
Komitmen ini mengemuka dalam LP2S Transformation & Impact Strategic Forum 2026 yang digelar pada 1–2 September 2026 di Lantai 6 Gedung Menara Kampus UMI Makassar.
Dalam forum penyusunan Rencana Operasional (Renop) LP2S UMI 2026–2031 tersebut, UMI menghadirkan Ismail Sulaiman dari Direktorat Tata Kelola Perizinan Riset dan Inovasi serta Otoritas Ilmiah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Data Riset dan Kekayaan Tradisi: Aset Strategis Kemajuan Bangsa
Dalam paparannya, Ismail Sulaiman menggarisbawahi pentingnya kesadaran penataan data primer dan hasil penelitian sebagai aset nasional yang berharga. Data yang tertata rapi bukan sekadar arsip, melainkan pijakan utama bagi pembuat kebijakan dan penelitian masa depan.
Di saat yang sama, BRIN menyoroti potensi besar Program Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL). Indonesia khususnya kawasan Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur yang memiliki kekayaan kearifan lokal luar biasa yang berisiko hilang jika hanya diwariskan secara lisan. Melalui kolaborasi riset, pengetahuan tradisional ini dapat dikonversi menjadi literasi ilmiah, buku, maupun karya audiovisual.
"Jangan biarkan data hanya menjadi arsip dan pengetahuan lokal hanya menjadi cerita. Keduanya harus diolah menjadi aset pengetahuan yang memperkuat riset dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ungkap Ismail.
Memperluas Skema Kolaborasi dan Hilirisasi Inovasi
Sinergi UMI dan BRIN turut membuka peluang luas bagi sivitas akademika UMI untuk mengakses pelbagai skema pendanaan strategis, seperti Pusat Kolaborasi Riset (PKR), RIIM Kolaborasi, RIIM Start-Up, hingga pengujian produk inovasi teknologi dan pangan.
Merespons hal tersebut, Sekretaris LP2S UMI Prof. Dr. Ir. Andi Aladin, MT. menegaskan bahwa seluruh masukan strategis ini diintegrasikan langsung ke dalam Renop LP2S UMI 2026–2031. UMI berkomitmen membangun portofolio riset yang matang, memperkuat kelompok peneliti unggulan, serta aktif menangkap skema hibah nasional maupun internasional.
"Kehadiran BRIN mempertegas arah transformasi UMI: riset yang kuat membutuhkan ekosistem yang kuat. LP2S UMI tidak hanya mengelola penelitian, tetapi membangun ruang kolaborasi yang mampu menyulap hasil riset menjadi inovasi yang berguna bagi masyarakat dan kemajuan peradaban," ujarnya.
Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran kepemimpinan LP2S UMI di bawah arahan Ketua LP2S Prof. Dr. Ir. H. Muh. Hattah Fattah, MS., para peneliti fakultas, JK Research Center, pengelola Science Techno Park, unit inkubasi bisnis (MIIB UMI), hingga perwakilan lembaga penjaminan mutu. Sinergi ini memperjelas langkah UMI menuju perguruan tinggi Islam yang adaptif, berdaya saing global, dan berdampak nyata.
(HUMAS)























































































































