Dari Paten Menjadi Nilai Ekonomi: LP2S UMI Didorong Percepat Komersialisasi Hasil Riset
MAKASSAR, umi.ac.id — Menghasilkan paten belum menjadi akhir dari sebuah inovasi. Tantangan berikutnya adalah bagaimana paten tersebut dimanfaatkan, dikomersialisasikan, dan menghasilkan nilai ekonomi serta manfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam LP2S – Transformation & Impact Strategic Forum 2026 yang berlangsung pada 1–2 September 2026 di Gedung Menara, Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Forum yang menjadi bagian dari penyusunan Rencana Operasional (Renop) LP2S UMI 2026–2031 tersebut menghadirkan Dr. Andrieansjah, Direktur Paten, DTLST, dan Rahasia Dagang, sebagai narasumber yang membahas strategi komersialisasi paten di perguruan tinggi.
Dalam paparannya, Dr. Andrieansjah mengangkat fenomena “Innovation Rich, Commercialization Poor”, yaitu kondisi ketika kapasitas inovasi relatif kuat, tetapi belum diikuti kemampuan komersialisasi yang sepadan. Kondisi tersebut menjadi tantangan penting bagi Indonesia untuk meningkatkan pemanfaatan hasil inovasi, termasuk paten, lisensi, transfer teknologi, spin-off, dan startup berbasis teknologi.
Persoalan tersebut juga tercermin dalam posisi Indonesia di tingkat ASEAN. Materi menunjukkan tingkat komersialisasi paten Indonesia masih berada pada kisaran 2–5 persen, jauh di bawah sejumlah negara ASEAN lainnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan utama bukan semata-mata kemampuan menghasilkan invensi, tetapi bagaimana membangun ekosistem yang mampu membawa invensi tersebut menuju pasar.
Karena itu, strategi komersialisasi paten di perguruan tinggi perlu dibangun secara lebih sistematis. Materi menempatkan beberapa instrumen penting, mulai dari technology transfer office (TTO), seleksi paten berdasarkan kebutuhan pasar, pembentukan spin-off dan start-up, lisensi yang fleksibel, penguatan Science and Techno Park, business matching, hingga manajemen portofolio paten.
Dalam konteks tersebut, Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026 juga diperkenalkan sebagai salah satu jembatan komersialisasi paten nasional. FBPI menyediakan ekosistem yang mempertemukan inventor, industri, investor, dan pemerintah, antara lain melalui National Patent Marketplace, Business Matching Center, Technology Investment Hub, Patent Valuation Center, Patent Licensing Center, dan Patent Financing Hub.
Hal lain yang mendapat perhatian adalah kualitas drafting paten. Paten yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kuatnya invensi, tetapi juga oleh ketepatan penyusunan dokumen paten. Drafting yang baik akan memperkuat perlindungan, nilai ekonomi, dan peluang keberhasilan komersialisasi.
Bagi LP2S UMI, pemaparan tersebut memberikan pesan strategis dalam penyusunan Renop 2026–2031. Pengelolaan HKI tidak boleh berhenti pada peningkatan jumlah paten, tetapi harus dilanjutkan dengan pemetaan potensi pasar, penilaian nilai ekonomi, perlindungan yang tepat, pencarian mitra industri, lisensi, pembentukan spin-off, dan mekanisme pemanfaatan hasil riset.
Dengan demikian, bidang HKI LP2S UMI ke depan memiliki peluang untuk berkembang dari fungsi administratif pengurusan kekayaan intelektual menjadi pengelola portofolio inovasi yang aktif mencari jalan menuju pemanfaatan dan komersialisasi.
Semangat tersebut sejalan dengan arah besar Transformation & Impact Strategic Forum 2026: invensi dan riset harus bergerak menjadi produk dan layanan, kemudian menghasilkan nilai ekonomi dan kesejahteraan. Materi Dr. Andrieansjah menggambarkan rantai tersebut secara jelas: “Invensi & Riset → Paten → Komersialisasi → Produk & Layanan → Pasar → Nilai Ekonomi & Kesejahteraan.”
“Paten bukan garis akhir inovasi. Paten adalah pintu masuk menuju komersialisasi, pemanfaatan, dan nilai ekonomi.”
Bagi UMI, tantangan ke depan bukan lagi sekadar berapa banyak paten yang dimiliki, tetapi berapa banyak paten yang dimanfaatkan, dilisensikan, diadopsi industri, melahirkan usaha baru, dan memberikan nilai bagi universitas serta masyarakat.
(HUMAS)























































































































