BSN Perkuat Kemitraan dengan UMI, 9 Kendaraan Operasional hingga Program Umrah Diserahkan untuk Keluarga Besar Kampus
Kemitraan Bank Syariah Nasional dan Yayasan Wakaf UMI menghadirkan dukungan nyata bagi penguatan pelayanan institusi dan kesejahteraan SDM, mulai sembilan kendaraan operasional, 21 tenda, hingga program ibadah umrah.
MAKASSAR, umi.ac.id — Ada rasa syukur yang berbeda di tengah keluarga besar Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jumat (4/9/2026). Di sela Zikir, Doa, Silaturahim dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gelanggang Olahraga (GOR) UMI, Yayasan Wakaf UMI menerima dukungan dari Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai bagian dari kemitraan kedua institusi. Dukungan itu tidak kecil.
Sebanyak 9 unit Toyota Innova Zenix HEV CVT Modellista diserahkan untuk mendukung operasional institusi. BSN juga memberikan 21 tenda paten serta program umrah bagi jajaran pimpinan dan karyawan Yayasan Wakaf UMI. Branch Manager BSN, Wahyudi Dahlan, menyerahkan dukungan tersebut kepada Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A.
Prosesi disaksikan Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. H. Masyhur Ramli, S.E., M.Si., Wakil Rektor I UMI, jajaran Pengurus Yayasan Wakaf UMI, serta keluarga besar UMI. Bagi UMI, apa yang diterima hari itu bukan semata tentang kendaraan, tenda, ataupun perjalanan ibadah. Ada kepercayaan yang harus dijaga.
Prof. Masrurah: Ini Amanah yang Harus Memberi Manfaat
Prof. Masrurah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BSN atas kemitraan yang terus terbangun bersama Yayasan Wakaf UMI. Ia menegaskan bahwa setiap dukungan yang diterima institusi harus dipertanggungjawabkan dan diarahkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan pelayanan serta memberikan manfaat kepada keluarga besar UMI.
“Alhamdulillah, kita harus senantiasa mensyukuri setiap nikmat yang Allah SWT berikan. Apa yang kita terima hari ini adalah amanah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan, pengembangan institusi, serta kemaslahatan keluarga besar UMI,” ujar Prof. Masrurah.
Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan kemitraan UMI dan BSN pada nilai yang lebih mendasar. Kerja sama tidak berhenti pada hubungan kelembagaan. Kemitraan harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan manusia di dalam institusi. Karena itu, perhatian Prof. Masrurah justru tertuju pada salah satu dukungan yang menyentuh langsung karyawan: kesempatan melaksanakan ibadah umrah.
Berharap Kesempatan Umrah Bertahap Dirasakan Seluruh Karyawan
Program umrah menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian khusus dalam kegiatan tersebut. Di hadapan keluarga besar UMI, Prof. Masrurah menyampaikan harapannya agar kesempatan beribadah ke Tanah Suci secara bertahap dapat dirasakan lebih banyak karyawan Yayasan Wakaf UMI.
“Harapan kita, insyaallah seluruh karyawan pada waktunya mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan ibadah umrah. Mungkin belum dapat dilakukan sekaligus, tetapi dapat dilaksanakan secara bertahap,” katanya.
Baginya, perhatian kepada SDM merupakan bagian penting dalam perjalanan sebuah institusi. Sebab di balik pelayanan pendidikan, administrasi, fasilitas, dan berbagai aktivitas UMI setiap hari, ada dosen dan karyawan yang menjalankan tanggung jawabnya masing-masing. Kesempatan umrah tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi perjalanan, tetapi menjadi pengalaman ibadah yang semakin menguatkan nilai amanah, integritas, dan pelayanan ketika kembali menjalankan tugas.
Kemitraan Syariah yang Menghasilkan Manfaat Nyata
Dukungan BSN hadir pada momentum yang memiliki kedekatan nilai dengan kedua institusi. Yayasan Wakaf UMI dibangun dengan nilai pendidikan, dakwah, wakaf, dan pengabdian. Sementara BSN bergerak dalam ekosistem perbankan syariah. Pertemuan keduanya menjadi penting ketika kesamaan nilai tersebut diterjemahkan menjadi kerja sama yang memberikan manfaat konkret.
Sembilan kendaraan operasional akan mendukung mobilitas dan pelayanan institusi. Sebanyak 21 tenda dapat menunjang berbagai kebutuhan kegiatan. Sementara program umrah memberikan manfaat langsung kepada manusia yang selama ini ikut bekerja dan mengabdi di lingkungan Yayasan Wakaf UMI. Bagi UMI, model kemitraan seperti inilah yang ingin terus diperkuat: profesional dalam tata kelola, saling memberi kepercayaan, dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan.
Maulid Mengingatkan Makna Syukur dan Keteladanan
Momentum penyerahan dukungan tersebut berlangsung dalam rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Prof. Masrurah mengingatkan keluarga besar UMI agar Maulid tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai yang dibicarakan dalam peringatan kelahiran Rasulullah SAW harus terlihat dalam perilaku sehari-hari.
“Hikmah Maulid yang telah kita dengarkan hendaknya kita resapi dan implementasikan dalam kehidupan. Kita belajar menjadi pribadi yang sederhana, tawadu’, serta berusaha mencontoh perbuatan dan sifat-sifat Rasulullah SAW,” pesannya.
Menurut Prof. Masrurah, rasa syukur juga tidak semestinya hadir hanya ketika manusia menerima kemudahan. Syukur perlu menjadi sikap dalam menjalani kehidupan, termasuk ketika menghadapi ujian. Karena itu, dukungan yang diterima Yayasan Wakaf UMI hari itu dipandang sebagai nikmat sekaligus tanggung jawab. Semakin besar kepercayaan yang diterima, semakin besar pula kewajiban untuk menjaganya.
Koper Umrah Diserahkan, Perjalanan Ibadah Dipersiapkan
Suasana kemudian berlanjut dengan penyerahan koper secara simbolis sebagai bagian dari persiapan keberangkatan jamaah umrah keluarga besar Yayasan Wakaf UMI. Koper diserahkan oleh tiga perusahaan perjalanan yang terlibat dalam pelayanan jamaah.
PT Nahda Wisata Haramain diwakili Komisaris dr. Anna Sari Dewi; Travel Ananda diwakili dr. Darariani Iskandar Idy, Sp.PD., AIFO-K; serta PT Asia Iman Wisata diwakili Dr. H. Abdillah, Lc., M.H.I. Di tengah rangkaian kegiatan itu, pesan yang muncul menjadi sederhana. Kemajuan institusi bukan hanya tentang pembangunan fisik dan pertumbuhan organisasi. Manusia yang bekerja di dalamnya juga perlu diperhatikan.
UMI Menjaga Kepercayaan, BSN Menguatkan Kemitraan
Bagi Yayasan Wakaf UMI, dukungan BSN menjadi bagian dari kepercayaan yang harus dijaga melalui pemanfaatan yang bertanggung jawab. Bagi BSN, kemitraan tersebut menunjukkan bahwa layanan perbankan syariah dapat berkembang menjadi hubungan kelembagaan yang memberi nilai tambah bagi mitra dan masyarakat di dalam ekosistemnya. Dan bagi keluarga besar UMI, manfaatnya hadir dalam bentuk yang nyata: fasilitas operasional yang semakin kuat, dukungan kegiatan yang semakin baik, serta kesempatan ibadah bagi pimpinan dan karyawan.
Inilah yang membuat penyerahan tersebut memiliki arti lebih dari nilai material barang yang diterima. Kemitraan menjadi berarti ketika kepercayaan dijaga dan manfaatnya kembali kepada manusia.
Prof. Masrurah menegaskan bahwa seluruh dukungan tersebut akan ditempatkan sebagai amanah. Bukan untuk dibanggakan secara berlebihan, tetapi untuk disyukuri, dijaga, dan dimanfaatkan dengan baik. Sikap itu sejalan dengan perjalanan UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, serta Kampus Bereputasi dan Berdampak.
Dari momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, UMI dan BSN sekaligus menunjukkan satu bentuk hubungan kelembagaan yang dibutuhkan ke depan: kemitraan yang dibangun dengan kepercayaan, dikelola secara profesional, dan diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata.























































































































