Makassar, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menghadirkan pendekatan promosi pendidikan yang berbeda, lebih menyentuh, dan sarat makna melalui peluncuran film ketiga promosi mahasiswa baru bertajuk “Bukan Hanya Ilmu” dalam rangkaian kegiatan Zikir Bulanan UMI di GOR UMI, Jumat (8/5/2026).
Film ini menjadi bagian dari strategi kreatif UMI dalam memperkenalkan kampus kepada masyarakat luas, bukan hanya melalui narasi prestasi akademik dan fasilitas pendidikan, tetapi juga melalui pesan-pesan kemanusiaan, perjuangan hidup, kejujuran, kepedulian, dan nilai spiritual yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat. Film “Bukan Hanya Ilmu” disitradarai oleh oleh Rere Art2tonic.
Melalui pendekatan visual yang sederhana namun emosional, film ini membawa penonton pada refleksi mendalam tentang kehidupan anak-anak yang tidak selalu tumbuh dalam cerita yang mudah.
Ada anak-anak yang seharusnya menikmati masa kecil dengan bermain dan tertawa, tetapi lebih dahulu belajar menahan lelah, membantu keluarga, dan menghadapi kerasnya kehidupan.
Di balik senyum mereka, tersimpan perjuangan yang tidak selalu sempat diceritakan kepada siapa pun.
Dari situlah film ini membangun satu pesan besar:
bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang kecerdasan intelektual, tetapi juga tentang kepekaan hati, keberanian untuk peduli, dan kemampuan menjaga kejujuran di tengah keterbatasan hidup.

Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, menegaskan bahwa film “Bukan Hanya Ilmu” bukan sekadar media promosi mahasiswa baru, tetapi representasi nilai yang selama ini dijaga oleh UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah.
“Melalui film ini, kami ingin mengingatkan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada kecerdasan intelektual semata. Pendidikan harus memuliakan manusia, membentuk akhlak, menumbuhkan empati, dan menghadirkan hati yang peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Menurutnya, UMI ingin hadir sebagai kampus yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan manusia yang bermartabat, jujur, kuat menghadapi kehidupan, dan mampu memberi manfaat bagi orang lain.
“UMI tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk perilaku, akhlak, kepedulian, kreativitas, dan tanggung jawab. Karena ilmu yang sejati adalah ilmu yang mencerahkan sekaligus memuliakan manusia,” tambahnya.
Peluncuran film tersebut disambut penuh antusias dan haru oleh sivitas akademika UMI.

Sejak tayangan dimulai, suasana di dalam ruangan terasa hening dan emosional. Banyak dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga pimpinan universitas larut dalam pesan kemanusiaan yang dihadirkan dalam alur cerita film tersebut.
Beberapa penonton bahkan mengaku bahwa film ini bukan sekadar tayangan promosi kampus, tetapi menjadi pengingat tentang makna perjuangan hidup, pentingnya kejujuran, serta keyakinan bahwa pertolongan Allah SWT sering datang melalui jalan yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Pada bagian akhir film, penonton diajak memahami bahwa sehebat apa pun usaha manusia, tetap ada campur tangan Allah SWT di dalamnya.
Manusia boleh berjuang sekuat tenaga, tetapi tidak boleh berhenti berdoa.

Pesan spiritual tersebut memperkuat karakter film sebagai media refleksi dan dakwah yang sejalan dengan identitas UMI sebagai kampus yang memadukan ilmu, ibadah, perjuangan, dan pengabdian.
Melalui karya ini, UMI kembali menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertugas mencerdaskan pikiran, tetapi juga menjaga hati dan membangun karakter manusia seutuhnya.
Film “Bukan Hanya Ilmu” juga menjadi bukti bahwa pendekatan promosi pendidikan dapat dilakukan dengan cara yang lebih humanis, hangat, dan bermakna.
Jika banyak kampus berbicara tentang gedung dan fasilitas, maka UMI memilih berbicara tentang manusia, perjuangan, nilai kehidupan, dan harapan.
Karena bagi UMI, masa depan tidak hanya dibangun oleh orang-orang pintar, tetapi oleh manusia yang memiliki hati, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama. UMI adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak.
(HUMAS)
