Makassar, umi.ac.id – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali melaksanakan seleksi penerimaan calon mahasiswa baru (Camaba) Jalur Reguler Tahun Akademik 2026/2027 secara online pada Rabu (13/5/2026).
Seleksi yang berlangsung dengan sistem yang ketat menjadi tahapan awal dalam proses penjaringan calon mahasiswa berkualitas yang akan melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran.
Dekan FK UMI, Dr. dr. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG(K), Subsp. Obginsos, MARS, MSc, FISQua, AIFO-K, menyampaikan bahwa mekanisme seleksi tahun ini tetap mengacu pada tahapan yang telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Sebelum memasuki jalur reguler hari ini, FK UMI lebih dahulu melaksanakan seleksi pra reguler melalui kegiatan road show dan tes langsung di sejumlah sekolah. Kemudian dilanjutkan Jalur Jalur Prestasi dan Tahfiz, sejumlah camaba telah dinyatakan lulus jalur undangan,” terangnya.
“Sedangkan hari ini merupakan tahap pertama untuk jalur reguler dengan sistem Real Time Test. Pengumuman hasil seleksi akan diumumkan besok pagi, 14 Mei, melalui akun masing-masing peserta,” sambung alumni FK UMI tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa peserta yang belum berhasil pada gelombang pertama masih memiliki kesempatan untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Secara keseluruhan, jalur reguler akan dilaksanakan dalam tiga gelombang penerimaan.
Setelah dinyatakan lulus pada tahap awal, para peserta selanjutnya akan mengikuti tahapan lanjutan berupa tes IQ dan tes mental sebagai bagian dari proses penilaian kesiapan akademik dan psikologis calon mahasiswa kedokteran.
Selain jalur reguler, FK UMI juga akan membuka jalur pasca reguler yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa internasional serta program kerja sama dengan pemerintah dan berbagai institusi mitra.
Sementara itu, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan untuk memastikan kualitas mahasiswa yang diterima di FK UMI. Menurutnya, tes yang dilaksanakan menjadi penentu utama apakah peserta mampu melewati standar seleksi yang telah ditetapkan panitia.
“Jalur Tahfiz ini menjadi ruang bagi masyarakat yang memiliki kemampuan akademik, prestasi, sekaligus kemampuan menghafal Al-Qur’an. Namun apapun jalurnya, kualitas tetap menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Melalui proses seleksi yang ketat dan berjenjang, FK UMI berharap dapat melahirkan calon dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kecerdasan mental, serta nilai-nilai keislaman yang kuat dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan di masa depan. (*)
