Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan kekayaan laut yang melimpah. Namun, di balik potensi tersebut, masih banyak nelayan kecil yang menghadapi berbagai tantangan untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera. Kondisi inilah yang menjadi fokus penelitian Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, M.Si. Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries (EJABF) Volume 30, Issue 1, edisi Januari–Februari 2026. Penelitian ini dilakukan bersama Wilda Fesanrey, mahasiswa Program Doktor Ilmu Perikanan Pascasarjana UMI, Prof. Dr. Ir. Muh. Kasnir, M.Si., dan Dr. Ir. Hamsiah, M.Si. Mengangkat judul "Sustainability-Based Assessment of Small-Scale Fishermen's Welfare in Buru Regency, Maluku Province, Indonesia", penelitian ini mengkaji tingkat kesejahteraan nelayan skala kecil di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan kehidupan mereka.
Dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ir. Mustafiah, ST, MT, IPM, berhasil melakukan penelitian terkait optimalisasi ekstraksi minyak atsiri biji pala Indonesia menggunakan metode Microwave Air-Hydrodistillation (MAHD) yang lebih ramah lingkungan dan efisien dibandingkan metode konvensional. Penelitian tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas pala Indonesia yang selama ini dikenal memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri pangan, kosmetik, dan farmasi. Minyak atsiri pala memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antimikroba, antioksidan, serta memberikan aroma khas yang bernilai ekonomi tinggi. Dalam keterangan yang dilansir, Senin (22/6/2026), dari abstrak Jurnal yang terpublis tier Q1 itu, Ir. Mustafiah menjelaskan bahwa metode ekstraksi konvensional sering kali menghadapi berbagai kendala, mulai dari penggunaan energi yang tinggi, waktu proses yang lama, hingga potensi kerusakan senyawa aktif akibat pemanasan berkepanjangan.
Sebuah terobosan bersejarah lahir dari tangan para peneliti Universitas Muslim Indonesia (UMI). Untuk pertama kalinya di dunia, sebuah sistem kecerdasan buatan yang mampu mengenali ucapan dalam dialek Makassar berhasil dikembangkan. Inovasi ini menjadi angin segar bagi pelestarian bahasa daerah sekaligus mendorong inklusi digital bagi lebih dari 700 bahasa lokal yang hidup di Indonesia. Huzain Azis, Dosen Fakultas Ilmu Komputer UMI yang juga penulis utama, mengungkapkan, selama ini, teknologi Pengenalan Ucapan Otomatis atau Automatic Speech Recognition (ASR) hanya bekerja optimal untuk bahasa-bahasa besar seperti Inggris atau Mandarin. "Bahasa dan dialek daerah dengan ketersediaan data terbatas, termasuk dialek Makassar, nyaris tidak tersentuh teknologi ini" ungkap Huzain Azis.
Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia membuka peluang besar bagi sektor keuangan dan pariwisata untuk tumbuh bersama. Melihat potensi tersebut, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. Zainuddin, S.Ag., S.H., M.H., bersama tim peneliti dari Indonesia dan Malaysia menghadirkan kajian ilmiah yang menyoroti pentingnya integrasi regulasi financial technology (fintech) syariah dengan pariwisata halal.
Tradisi uang panai dalam pernikahan adat Bugis-Makassar kembali menjadi perhatian dunia akademik internasional. Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr. Syarifa Raehana, S.Ag., M.Ag., berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus.
Siapa sangka, daun pala yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata menyimpan potensi besar bagi dunia kesehatan. Temuan inilah yang berhasil dibuktikan oleh dosen Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), Apt. Muammar Fawwaz, S.Farm., M.Si., Ph.D., melalui penelitian yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.
Di tengah meningkatnya kasus diabetes dan obesitas yang kini dikenal dengan istilah diabesity, hasil kajian ilmiah yang melibatkan dosen Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), apt. Abd. Malik, S.Farm., M.Sc., Ph.D., membuka harapan baru melalui pemanfaatan bahan alam, khususnya polifenol yang terkandung dalam buah jeruk (Citrus) sebagai alternatif pendukung dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit tersebut.
Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh Dosen Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI). Penelitian yang dilakukan oleh Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FSIKP UMI, Dr. Syamsidar, M.Hum., berhasil dipublikasikan pada penerbit internasional bereputasi Springer yang terindeks Scopus, sekaligus memperkuat kontribusi UMI dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Penelitian ini mengusung konsep ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan pemanfaatan bunga kenanga melalui proses ekstraksi minyak atsiri menggunakan teknologi Microwave-Assisted Extraction (MAE) atau ekstraksi berbantuan gelombang mikro.
Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali memperoleh pengakuan positif dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) atas komitmennya dalam memperkuat budaya riset dan inovasi. Direktur Manajemen Talenta BRIN, Dr. Ajeng Arum Sari, menilai UMI berada pada jalur yang tepat untuk berkembang menjadi salah satu kekuatan baru riset dan inovasi di kawasan Indonesia Timur.
Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali mencatatkan capaian akademik yang membanggakan. Berdasarkan data resmi GARUDA (Garba Rujukan Digital) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026, UMI berhasil masuk dalam lima besar universitas di Kota Makassar dengan jumlah jurnal ilmiah terbanyak, sekaligus menjadi salah satu perguruan tinggi yang terus menunjukkan konsistensi dalam membangun budaya akademik, riset, dan publikasi ilmiah yang berdampak bagi masyarakat. Dalam pemeringkatan tersebut, UMI menempati posisi keempat dengan 66 jurnal ilmiah terindeks GARUDA, berada bersama sejumlah perguruan tinggi besar seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, dan UIN Alauddin Makassar.
Makassar, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi unggul yang terus tumbuh melalui karya, dedikasi, dan budaya akademik yang terjaga. Sebanyak 30 penelitian unggulan karya dosen dan peneliti UMI berhasil terpublikasi pada jurnal internas
Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.
Universitas Muslim Indonesia
Selamat Milad UMI ke-72! Barakallah.