Pimpinan UMI Jadi Asesor Internasional di Manila, Perkuat Kiprah UMI dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi ASEAN
Manila, umi.ac.id — Kiprah Universitas Muslim Indonesia (UMI) dalam penguatan mutu dan internasionalisasi pendidikan tinggi kembali mendapat pengakuan di tingkat kawasan ASEAN. Salah satu pimpinan UMI, Wakil Rektor V Bidang Promosi dan Kerja Sama, Ir. Hj. Setyawati Yani, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., dipercaya menjadi Assessor ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) dalam pelaksanaan 531st AUN-QA Programme Assessment di Manila Central University (MCU), Filipina.
Kepercayaan tersebut ditandai dengan undangan resmi dari ASEAN University Network (AUN) kepada Dr. Setyawati Yani untuk bergabung dalam tim asesor internasional pada asesmen Program Doctor of Optometry di Manila Central University.
Kegiatan AUN-QA Programme Assessment tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Manila Central University, Filipina. Dalam asesmen ini, AUN-QA melakukan penilaian terhadap empat program, yakni Doctor of Medicine, Bachelor of Science in Medical Technology, Doctor of Optometry, dan Bachelor of Science in Psychology.
Keterlibatan pimpinan universitas sebagai asesor internasional menjadi bagian penting dari penguatan reputasi akademik sekaligus menunjukkan bahwa kapasitas sumber daya manusia UMI telah memperoleh kepercayaan untuk berkontribusi dalam mekanisme penjaminan mutu pendidikan tinggi di tingkat internasional.
Ir. Hj. Setyawati Yani, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan AUN-QA. Menurutnya, penugasan tersebut bukan hanya merupakan sebuah kehormatan personal, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman dan perspektif akademik UMI dalam forum penjaminan mutu pendidikan tinggi di kawasan ASEAN.
“Bagi saya, kepercayaan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk pengakuan dari lembaga internasional terhadap kapasitas dan kompetensi akademik. Tentu senang rasanya dapat turut berkontribusi dalam proses penjaminan mutu akademik pada level internasional, khususnya melalui AUN-QA,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keterlibatan sebagai asesor AUN-QA memberikan kesempatan untuk belajar dari praktik-praktik terbaik pendidikan tinggi di negara lain sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.
“Menjadi asesor bukan hanya tentang melakukan penilaian, tetapi juga tentang berbagi pengalaman, belajar dari praktik baik universitas lain, dan bersama-sama membangun budaya mutu pendidikan tinggi yang berstandar internasional. Pengalaman ini tentunya akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga untuk terus memperkuat budaya mutu dan internasionalisasi di UMI,” jelasnya.
Menurutnya, penjaminan mutu pendidikan tinggi saat ini tidak lagi berhenti pada pemenuhan standar secara administratif, tetapi harus diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran, relevansi lulusan, tata kelola akademik, serta keberlanjutan proses peningkatan mutu.
Perkuat Posisi UMI dalam Ekosistem Pendidikan Tinggi ASEAN
Keterlibatan Prof. Dr. Setyawati Yani sebagai asesor AUN-QA sekaligus menjadi momentum bagi UMI untuk semakin memperkuat positioning sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam jejaring akademik internasional.
AUN-QA sendiri merupakan bagian dari ekosistem ASEAN University Network (AUN) yang mendorong pengembangan dan harmonisasi standar mutu pendidikan tinggi di kawasan ASEAN. Dalam konteks tersebut, keterlibatan akademisi UMI sebagai asesor menunjukkan adanya kontribusi sumber daya manusia UMI dalam proses peningkatan mutu pendidikan tinggi lintas negara.
Bagi UMI, pengalaman tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen universitas dalam mewujudkan World Class Islamic University melalui peningkatan kualitas akademik, penguatan jejaring internasional, serta partisipasi aktif dalam forum dan mekanisme penjaminan mutu pendidikan tinggi tingkat regional maupun global.
Kepercayaan AUN-QA tersebut juga menjadi bukti bahwa internasionalisasi UMI tidak hanya dibangun melalui kerja sama kelembagaan, tetapi juga melalui pengakuan terhadap kompetensi dan kapasitas sivitas akademika UMI di tingkat internasional.























































































































