Prof. Hambali Thalib: “Jurnal yang Baik Lahir dari Budaya Akademik yang Kuat”
Dua Jurnal UMI Raih Akreditasi SINTA 4, Perkuat Reputasi Universitas sebagai Kampus Riset yang Berdampak
Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali mempertegas komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul melalui capaian membanggakan di bidang publikasi ilmiah. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Peringkat Akreditasi Baru Jurnal Ilmiah Periode III Tahun 2025, dua jurnal ilmiah yang dikelola sivitas akademika UMI resmi memperoleh pengakuan nasional melalui akreditasi Science and Technology Index (SINTA) Peringkat 4.
Dua jurnal tersebut adalah RESPON: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi, yang berhasil meraih Akreditasi Baru SINTA 4, serta Jurnal Teknik Sipil Macca, yang meningkat dari SINTA 6 menjadi SINTA 4 melalui proses reakreditasi. Keberhasilan ini menjadi indikator meningkatnya kualitas tata kelola jurnal ilmiah di lingkungan UMI sekaligus memperlihatkan konsistensi universitas dalam membangun ekosistem riset yang produktif, kredibel, dan berdaya saing.
Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh editor, reviewer, pengelola jurnal, dosen, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi dalam menjaga mutu publikasi ilmiah.
“Jurnal yang baik lahir dari budaya akademik yang kuat. Akreditasi bukan tujuan akhir, tetapi menjadi ukuran bahwa budaya meneliti, menulis, berdiskusi, dan menjaga integritas ilmiah terus tumbuh di lingkungan universitas. Ketika budaya akademik menguat, reputasi kampus akan tumbuh secara alami,” ujar Prof. Hambali.
Menurutnya, kualitas sebuah universitas tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa atau luasnya kampus, tetapi juga dari kontribusi keilmuan yang dihasilkan melalui penelitian dan publikasi ilmiah yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, UMI terus mendorong seluruh fakultas, program studi, pusat kajian, dan kelompok riset agar menjadikan publikasi ilmiah sebagai bagian dari budaya akademik sehari-hari, bukan sekadar pemenuhan administrasi akademik.
“Kami ingin setiap dosen dan mahasiswa memiliki semangat untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Publikasi yang baik bukan hanya meningkatkan reputasi universitas, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui ilmu pengetahuan,” tambahnya.
Keberhasilan RESPON: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi meraih Akreditasi Baru SINTA 4 menjadi tonggak penting dalam memperkuat budaya publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UMI tidak hanya didorong menjadi pembelajar, tetapi juga menjadi penulis, peneliti, dan kontributor ilmu pengetahuan sejak berada di bangku kuliah.
Di sisi lain, peningkatan peringkat Jurnal Teknik Sipil Macca dari SINTA 6 menjadi SINTA 4 mencerminkan keberhasilan pengelola jurnal dalam meningkatkan kualitas editorial, proses penelaahan ilmiah (peer review), serta mutu artikel yang dipublikasikan secara konsisten.
Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pengelola jurnal di lingkungan UMI untuk terus meningkatkan standar tata kelola, memperluas kolaborasi dengan peneliti nasional maupun internasional, serta memperkuat indeksasi menuju jurnal bereputasi global.
Sebagai perguruan tinggi yang terus mengembangkan budaya riset, UMI memandang jurnal ilmiah bukan sekadar media publikasi, melainkan ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Melalui penguatan kualitas jurnal, UMI juga memperkokoh implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter, sebagaimana diamanatkan dalam Statuta UMI 2024. Integrasi keempat pilar tersebut menjadi fondasi dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Universitas Muslim Indonesia terus memperluas kontribusinya melalui penguatan budaya riset, transformasi tata kelola akademik, dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah. Bertambahnya jurnal terakreditasi nasional menjadi bagian dari perjalanan UMI dalam membangun universitas yang bereputasi, berdampak, dan dipercaya, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan di Indonesia dalam melahirkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi masyarakat.
Bagi UMI, reputasi tidak dibangun oleh pencitraan, melainkan oleh konsistensi menghadirkan karya ilmiah yang berkualitas, kolaborasi yang produktif, dan kebermanfaatan yang dirasakan masyarakat.























































































































