Rangkaian Milad ke-72, Gema Suara Al-Qur’an Dosen dan Karyawan Sejukkan UMI
MAKASSAR, umi.ac.id – Di tengah padatnya aktivitas akademik, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema syahdu di Auditorium Al-Jibra Kampus 2 Universitas Muslim Indonesia (UMI), Kamis (16/07). Suasana khidmat itu hadir dalam Lomba Tadarrus Antar Dosen dan Karyawan, yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-72 UMI.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia Bidang Festival Al-Qur’an dan Bakti Sosial ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang spiritual yang memperkuat identitas UMI sebagai perguruan tinggi yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kekuatan nilai-nilai keislaman. Sebanyak 26 peserta dari unsur dosen dan karyawan yang mewakili berbagai fakultas di lingkup UMI tampil membawakan bacaan Al-Qur’an dengan penuh penghayatan.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV UMI, Dr. KH. M. Ishaq Shamad, M.A., mewakili Rektor UMI. Turut hadir Ketua Panitia Bidang Festival Al-Qur’an dan Baksos Milad ke-72 UMI, Dr. H. Andi Darmawasyah, S.Ag., M.Ag., yang juga menjabat sebagai Kepala UPT PKD UMI, bersama jajaran Wakil Dekan IV se-lingkup UMI.
Dalam sambutannya, Dr. KH. M. Ishaq Shamad menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak boleh hanya berhenti sebagai bacaan di lisan, tetapi harus menjadi pedoman hidup dalam keseharian. Menurutnya, membaca Al-Qur’an adalah amal yang mendatangkan pahala besar dan menjadi bekal spiritual bagi setiap insan.
“Membaca Al-Qur’an mendatangkan pahala yang luar biasa. Di Padang Mahsyar nanti, pahala dari ayat-ayat yang kita lantunkan hari ini akan menjadi pelindung, menjadi pendingin bagi kita di hari akhir,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai bagian dari perlombaan tahunan semata, tetapi dapat melahirkan kebiasaan baru yang positif di lingkungan kampus. Tradisi tadarrus, menurutnya, perlu terus dihidupkan secara konsisten di masjid-masjid dalam lingkup UMI sebagai bagian dari budaya spiritual sivitas akademika.
Sementara itu, Dr. H. Andi Darmawasyah menyampaikan bahwa momentum Milad ke-72 menjadi saat yang tepat bagi UMI untuk meneguhkan kembali jati dirinya sebagai kampus Islami yang memadukan ilmu dan ibadah. Ia menilai Lomba Tadarrus ini merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk terus dekat dengan Al-Qur’an di tengah tugas akademik dan profesional yang dijalankan setiap hari.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi media silaturahmi yang mempererat ukhuwah Islamiyah antardosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UMI,” tuturnya.
Menurutnya, lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan para peserta diharapkan membawa syafaat, keberkahan, dan kedamaian bagi seluruh sivitas akademika. Energi spiritual yang tumbuh dari kegiatan ini juga diharapkan menjadi kekuatan moral bagi UMI untuk terus berkembang sebagai institusi yang unggul dan diridhai Allah SWT.
Melalui kegiatan ini, UMI kembali menegaskan pesan bahwa pada usia ke-72 tahun, komitmen mencetak generasi yang cerdas dan berdaya saing tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman. Di lingkungan UMI, kecemerlangan akademik dan ketaatan kepada Allah SWT senantiasa tumbuh berdampingan.
Adapun tim dewan hakim dalam lomba tadarrus ini terdiri atas Dr. Yusri Muhammad Arsyad, Lc., M.A., Dr. Juhri, S.S., M.Hum., dan Burhan Abdullah, S.Pd.I.