Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) bekerja sama dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelar kegiatan Sinergi dan Edukasi Keuangan Negara untuk Akademia (SENADA) Kemenkeu Satu Goes to Campus di Auditorium Al Jibra UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Rabu (20/5/2026).
Program From Theory to Practice: Bahas Keuangan Negara Bersama Praktisi Keuanganmengangkat tema “Mengenal Manajemen Aset Negara, Peran Strategis dalam Keuangan Publik”, kegiatan ini dirangkaikan dengan kuliah umum serta penandatanganan kerja sama antara Kantor Wilayah Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan dan UMI.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMI, Muhammad A. Basalamah, menyampaikan bahwa kolaborasi antara UMI dan Kementerian Keuangan telah terjalin dalam berbagai program strategis, di antaranya sosialisasi Coretax hingga keterlibatan dosen-dosen UMI sebagai narasumber dalam sejumlah kegiatan Kementerian Keuangan.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu ekonomi dan kebijakan publik yang terus berkembang di tengah dinamika global.
Sementara itu, Plt Rektor UMI, Prof. Dr. Ir. Dirgahayu A Lantara, MT, IPM, ASEAN Eng, menegaskan, mahasiswa saat ini dituntut untuk memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai kebijakan fiskal, pengelolaan keuangan negara, serta arah pembangunan nasional.

“Kegiatan ini penting karena menjadi ruang diskusi terkait berbagai topik strategis sesuai tema hari ini. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di bangku kuliah, tetapi juga dapat berdiskusi langsung dengan para praktisi mengenai implementasinya di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut mahasiswa diharapkan memperoleh manfaat langsung, khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan negara, pemahaman pengelolaan APBN, hingga wawasan mengenai tata kelola aset negara.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat, Wibawa Pram Sihombing, menyebut program Goes to Campus menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi publik, terutama bagi kalangan mahasiswa.
“Kegiatan ini sangat penting, terlebih di tengah derasnya arus informasi saat ini yang belum tentu seluruhnya benar. Karena itu, edukasi mengenai keuangan negara perlu terus diperkuat,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei internal, tingkat pemahaman masyarakat, termasuk mahasiswa, terhadap isu keuangan negara masih perlu ditingkatkan. Oleh sebab itu, Kementerian Keuangan terus mendorong program edukasi sebagai upaya membangun generasi muda yang memahami tata kelola keuangan publik secara baik.
“Mahasiswa adalah calon penerus bangsa. Kegiatan ini juga menjadi jembatan antara teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di lapangan,” tutupnya. (*)
