#5 UMI Connection Menghadirkan Cara Kerja yang Lebih Cepat, Lebih Cerdas, Lebih Terhubung
“Kami Tidak Sekadar Mempercepat Pekerjaan, Kami Sedang Membangun Cara Kerja Baru.”
Makassar – Cara kerja di perguruan tinggi sedang berubah. Pekerjaan yang dahulu memerlukan banyak tahapan, kini dituntut berlangsung lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih terintegrasi. Menjawab perubahan tersebut, Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui UMI Connection membangun cara kerja baru yang mengedepankan kolaborasi, integrasi, kecepatan layanan, transparansi, dan pengambilan keputusan yang semakin berkualitas.
Bagi UMI, transformasi tidak diukur dari banyaknya aplikasi yang digunakan, melainkan dari kemampuan seluruh sivitas akademika bekerja sebagai satu kesatuan yang saling terhubung dan berorientasi pada pelayanan.
Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menjelaskan, universitas yang ingin tetap relevan tidak cukup hanya memiliki sumber daya yang besar. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan seluruh insan universitas bergerak bersama menuju tujuan yang sama.
“Budaya kerja adalah wajah sebuah universitas. Gedung dapat dibangun dalam beberapa tahun, teknologi dapat dihadirkan dalam hitungan bulan, tetapi budaya kerja yang baik dibangun setiap hari melalui komitmen, disiplin, kepercayaan, dan semangat melayani. Itulah yang sedang kami bangun melalui UMI Connection.”
Menurut Rektor, teknologi seharusnya membebaskan manusia dari pekerjaan yang berulang, sehingga lebih banyak waktu dapat digunakan untuk berpikir, berinovasi, membimbing mahasiswa, melakukan penelitian, dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Karena itu, melalui UMI Connection, UMI membangun cara kerja yang berorientasi pada nilai tambah, bukan sekadar penyelesaian administrasi.
Proses kerja secara bertahap diintegrasikan sehingga informasi tidak lagi berpindah secara manual dari satu meja ke meja lainnya. Sistem berperan menghubungkan proses, sementara manusia memusatkan perhatian pada kualitas keputusan, kolaborasi, dan pelayanan.
Perubahan tersebut diwujudkan dalam cara kerja sehari-hari.
Dulu keberhasilan sering diukur dari banyaknya pekerjaan yang diselesaikan. Kini keberhasilan diukur dari manfaat yang dirasakan mahasiswa, dosen, mitra, dan masyarakat.
Dulu setiap unit lebih banyak bekerja dalam ruangnya masing-masing. Kini kolaborasi lintas fakultas, lintas unit, dan lintas disiplin menjadi bagian dari cara kerja baru.
Dulu pelayanan sangat bergantung pada keberadaan seseorang. Kini pelayanan diperkuat oleh sistem yang terdokumentasi, saling terhubung, dan semakin mudah diakses.
Dulu data lebih banyak menjadi arsip. Kini data menjadi sumber pembelajaran institusi yang mendorong perbaikan dan inovasi secara berkelanjutan.
Wakil Rektor II UMI, Prof. Dr. Ir. Zakir Sabara H.W., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., menambahkan, perubahan cara kerja merupakan inti dari seluruh transformasi yang sedang dilakukan UMI.
“Ukuran keberhasilan transformasi bukanlah berapa banyak aplikasi yang kita miliki. Ukuran keberhasilannya adalah ketika pekerjaan menjadi lebih sederhana, koordinasi menjadi lebih mudah, keputusan menjadi lebih cepat, dan pelayanan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Teknologi hanyalah alat. Cara kerja manusialah yang menentukan nilai dari setiap teknologi.”
Menurutnya, melalui UMI Connection seluruh keluarga besar UMI diajak meninggalkan pola kerja yang terfragmentasi menuju ekosistem kerja yang lebih terintegrasi.
Cara kerja baru tersebut dibangun melalui lima kebiasaan utama.
Bekerja berdasarkan tujuan bersama, bukan sekadar menyelesaikan tugas masing-masing.
Berbagi data untuk memperkuat kolaborasi, bukan menyimpan informasi dalam batas-batas unit.
Menyelesaikan akar persoalan, bukan hanya menyelesaikan administrasi.
Mengantisipasi persoalan lebih awal, bukan sekadar merespons ketika masalah telah terjadi.
Memanfaatkan teknologi untuk memperkuat sentuhan kemanusiaan, bukan menggantikan peran manusia.
UMI meyakini bahwa cara kerja seperti inilah yang akan menjadi bekal penting menghadapi dunia yang semakin dipengaruhi oleh Artificial Intelligence, otomatisasi, dan ekonomi digital.
Bagi mahasiswa, perubahan tersebut akan menghadirkan layanan yang lebih cepat, lebih transparan, dan semakin mudah diakses.
Bagi dosen dan tenaga kependidikan, sistem yang semakin terintegrasi akan mengurangi pekerjaan administratif yang berulang sehingga tersedia lebih banyak ruang untuk mengembangkan pembelajaran, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara bagi masyarakat, perubahan ini menjadi wujud komitmen UMI untuk terus membangun tata kelola universitas yang profesional, adaptif, dan terpercaya.
Melalui UMI Connection, UMI meyakini bahwa masa depan universitas tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kemampuan seluruh insan kampus untuk bekerja lebih cepat, berpikir lebih cerdas, dan saling terhubung dalam satu tujuan. Sebab pada akhirnya, transformasi yang paling bermakna bukanlah ketika sistem berubah, melainkan ketika cara bekerja ikut berubah.
UMI Connection. Menghubungkan Data. Menguatkan Manusia. Membangun Masa Depan. ($)
#seri5
#UMIConnection























































































































