UNINGRAT Benchmarking ke UMI, Rektor: Kami Datang untuk Belajar
Rektor UNINGRAT menyebut UMI unggul dan berharap pengalaman UMI dapat mendorong pengembangan institusinya.
MAKASSAR, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Doktor Husni Ingratubun (UNINGRAT) Papua, Kamis, 3 September 2026. Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Senat, Lantai 9 Gedung Menara UMI, tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman dalam pengembangan perguruan tinggi. Pembahasan mencakup tata kelola, mutu akademik, sumber daya manusia, pengembangan pendidikan, hingga transformasi digital.
Rombongan UNINGRAT dipimpin Rektor Assoc. Prof. Dr. H. Mohammad Husni Ingratubun, S.E., S.H., M.M., M.H. Mereka diterima jajaran pimpinan UMI dan Yayasan Badan Wakaf UMI. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A. dan Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. Kunjungan tersebut secara khusus berkaitan dengan kebutuhan penguatan re-akreditasi institusi dan Program Studi Ilmu Hukum UNINGRAT Papua.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, benchmarking bukan sekadar proses melihat apa yang telah dilakukan perguruan tinggi lain. Lebih dari itu, benchmarking merupakan kesempatan untuk saling belajar dan menemukan praktik baik yang dapat dikembangkan sesuai karakter masing-masing institusi.
“Benchmarking merupakan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mengidentifikasi praktik-praktik baik yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik masing-masing institusi,” ujar Prof. Hambali.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hambali menjelaskan perkembangan UMI sebagai salah satu perguruan tinggi besar di kawasan Indonesia Timur.
UMI saat ini memiliki sekitar 24 ribu mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional dari tujuh negara. Penyelenggaraan pendidikan didukung sekitar 1.004 dosen, termasuk 117 profesor. Pengembangan UMI juga ditopang ekosistem pendidikan yang tidak hanya berpusat di kampus utama. UMI mengembangkan Kampus I, Kampus II, Kampus FKG, Kampus Bantaeng, serta Pesantren Darul Muhlisin Padang Lampe. Ekosistem tersebut dikembangkan untuk mendukung proses akademik sekaligus pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman mahasiswa.
“UMI tidak hanya berbicara tentang pendidikan akademik. Kami juga berupaya membangun pendidikan yang membentuk karakter dan keislaman mahasiswa,” jelasnya.
Salah satu bentuknya adalah program Pencerahan Kalbu dan pesantren kilat yang menjadi bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru.
Transformasi Tata Kelola Berbasis Digital
Sejalan dengan perkembangan institusi, UMI juga terus melakukan transformasi tata kelola melalui pemanfaatan teknologi digital dan artificial intelligence (AI). Salah satu gagasan yang dikembangkan adalah UMI Connection, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kampus yang lebih terintegrasi, terkoneksi, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
“UMI Connection kita bangun dengan semangat Satu Data, Satu Arah, Satu Kecepatan, Satu Peradaban,” ujar Prof. Hambali.
Menurutnya, integrasi data dibutuhkan agar seluruh unsur universitas memiliki basis informasi yang sama. Dengan demikian, proses kerja dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat, terukur, dan berbasis data. Transformasi digital juga diarahkan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola, layanan akademik, pengelolaan kelembagaan, komunikasi, hingga pengambilan keputusan.
“Kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Digitalisasi dan AI bukan lagi sesuatu yang bisa kita hindari, tetapi harus kita manfaatkan untuk meningkatkan mutu dan efektivitas pengelolaan perguruan tinggi,” tegasnya.
Namun, transformasi tersebut tetap harus berjalan dalam koridor nilai-nilai keislaman yang menjadi karakter UMI. Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., menyampaikan apresiasi atas kunjungan UNINGRAT Papua. Ia menegaskan, UMI terbuka untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan perguruan tinggi. Namun, proses tersebut harus dibangun dalam semangat saling belajar.
“Benchmarking adalah jembatan ilmu demi tercapainya pengembangan ke depan. UMI siap berbagi apa yang kami miliki. Tetapi kami juga yakin bahwa UNINGRAT memiliki sesuatu yang mungkin belum dilakukan UMI. Karena itu, kita dapat saling belajar,” ungkapnya.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai kunjungan, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk kolaborasi yang lebih konkret, khususnya dalam pengembangan tata kelola dan sumber daya manusia. Rektor UNINGRAT Papua, Assoc. Prof. Dr. H. Mohammad Husni Ingratubun, S.E., S.H., M.M., M.H., menyampaikan terima kasih atas penerimaan UMI terhadap rombongannya. Ia mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan dengan semangat untuk belajar dan mendapatkan pengalaman dari UMI dalam mengembangkan perguruan tinggi. Menurutnya, UMI memiliki pengalaman dan perkembangan yang layak dipelajari. Karena itu, UNINGRAT memilih UMI sebagai salah satu rujukan dalam proses benchmarking.
“Kami datang ke UMI untuk belajar. Ada pepatah mengatakan, jika ingin mengenal seseorang, lihatlah dengan siapa dia duduk. Karena itu, kami sadar bahwa UMI ini unggul. Kami hadir di sini dan duduk bersama UMI agar kami juga bisa ikut menjadi unggul,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengakuan dari pihak eksternal terhadap posisi UMI sebagai perguruan tinggi yang memiliki pengalaman dan praktik pengelolaan yang layak dipelajari. Rektor UNINGRAT berharap pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi referensi dalam memperkuat tata kelola, mutu akademik, dan pengembangan sumber daya manusia di UNINGRAT. Ia juga berharap hubungan yang telah terbangun tidak berhenti pada kegiatan benchmarking, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas antara kedua perguruan tinggi.
Kegiatan di tingkat universitas kemudian ditandai dengan penyerahan cenderamata dari kedua institusi dan foto bersama jajaran pimpinan UMI dan UNINGRAT. Bagi UMI, kunjungan tersebut menjadi bagian dari semangat berbagi pengalaman dan membangun jejaring antarlembaga pendidikan tinggi.
(Humas UMI)























































































































