125 Mahasiswa Profesi Ners dan Kedokteran Gigi Umi Ikuti Pencerahan Qalbu di Pesantren Darul Mukhlishin Padanglampe
PADANGLAMPE, umi.ac.id — Sebanyak 125 mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI), terdiri atas 93 mahasiswa Program Profesi Ners dan 32 mahasiswa Program Profesi Kedokteran Gigi, mengikuti kegiatan Pencerahan Qalbu di Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlishin UMI, Padanglampe, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Jumat–Ahad, 23–25 Oktober 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UMI dalam membentuk lulusan profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan keterampilan profesi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kemuliaan akhlak, serta integritas moral dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor IV UMI, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, yang sekaligus menyampaikan materi bertajuk “Pencerahan Qalbu Sebagai Program Unggulan UMI”. Turut hadir Wakil Dekan IV Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UMI, Dr. Hj. Syarifah Raehana, MA, bersama pimpinan dan jajaran pembina Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlishin UMI Padanglampe.
Pencerahan Qalbu sebagai Identitas dan Keunggulan UMI
Dalam pemaparannya, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad menegaskan bahwa Pencerahan Qalbu merupakan salah satu program unggulan UMI yang memiliki peran strategis dalam membangun karakter mahasiswa berdasarkan nilai-nilai Islam. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual dan terampil secara profesional. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan insan yang beriman, berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
“Pencerahan Qalbu bukan sekadar kegiatan pesantren atau program pembinaan keagamaan, melainkan bagian dari ikhtiar UMI untuk membangun manusia seutuhnya. Kita ingin melahirkan lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan, profesional dalam bekerja, serta memiliki hati yang tercerahkan dan akhlak yang mulia,” demikian pesan utama yang ditekankan dalam materi tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa profesi kesehatan memiliki tanggung jawab kemanusiaan yang sangat besar. Kompetensi profesional harus berjalan beriringan dengan kejujuran, keikhlasan, empati, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. Bagi seorang perawat maupun dokter gigi, pasien bukan semata-mata objek tindakan medis, melainkan manusia yang memiliki martabat, perasaan, keluarga, dan harapan untuk memperoleh kesembuhan. Oleh karena itu, nilai-nilai spiritual dan akhlak Islami diharapkan menjadi fondasi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Menyiapkan Tenaga Kesehatan Profesional yang Berkarakter Islami
Keikutsertaan 93 mahasiswa Profesi Ners dan 32 mahasiswa Profesi Kedokteran Gigi dalam kegiatan ini mencerminkan pentingnya pembinaan karakter bagi calon tenaga kesehatan yang akan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan kemanusiaan. Melalui Pencerahan Qalbu, mahasiswa diharapkan dapat memperkuat kesadaran spiritual, meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membiasakan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai akhlakul karimah.
Pembinaan ini juga diharapkan menanamkan kesadaran bahwa profesi kesehatan merupakan bentuk pengabdian dan amanah kemanusiaan. Keberhasilan seorang tenaga kesehatan tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu dan keterampilan, tetapi juga dari ketulusan melayani, penghormatan terhadap martabat pasien, serta tanggung jawab moral dalam setiap tindakan profesionalnya.
Dalam konteks tersebut, Pencerahan Qalbu menjadi ruang pembentukan kesadaran bahwa ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keimanan harus berjalan beriringan. Keduanya merupakan fondasi penting dalam melahirkan lulusan UMI yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas keislaman.
Memperkuat Ekosistem Kampus Islami UMI
Kegiatan Pencerahan Qalbu di Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlishin UMI Padanglampe juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan universitas dalam memperkuat ekosistem kampus Islami dan menginternalisasikan nilai-nilai keislaman dalam seluruh proses pendidikan.
Kehadiran pimpinan universitas, unsur pimpinan fakultas, serta jajaran pembina pesantren menunjukkan pentingnya sinergi dalam pembinaan mahasiswa. Pendidikan karakter tidak dapat dibebankan hanya kepada satu unit atau lembaga, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur universitas. Melalui sinergi tersebut, UMI berupaya memastikan bahwa pembentukan karakter Islami berjalan seiring dengan pengembangan kompetensi akademik, profesionalisme, dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja.
Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlishin UMI Padanglampe menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat dimensi spiritual mahasiswa melalui suasana pendidikan pesantren yang mendukung pembiasaan ibadah, pendalaman nilai-nilai Islam, refleksi diri, dan penguatan akhlak.
Selama tiga hari pelaksanaan, 23–25 Oktober 2026, kegiatan ini diharapkan memberikan pengalaman pembinaan yang bermakna bagi seluruh peserta, sekaligus memperkuat komitmen mereka untuk menjadi tenaga kesehatan yang amanah, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan kemanusiaan.
Melalui program Pencerahan Qalbu, UMI terus meneguhkan komitmennya untuk melahirkan generasi profesional yang memadukan keunggulan ilmu pengetahuan dengan kekuatan iman dan kemuliaan akhlak, sejalan dengan nilai-nilai luhur universitas: Ilmu Amaliah, Amal Ilmiah, dan Akhlaqul Karimah.
Universitas Muslim Indonesia — Meneguhkan Ilmu, Mencerahkan Qalbu, Memuliakan Akhlak.























































































































