Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur
Melalui LP2S, Universitas Muslim Indonesia terlibat dalam monitoring dan evaluasi penelitian skema prototipe, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga peninjauan langsung ke lokasi riset. Kepercayaan ini menjadi momentum memperkuat hilirisasi dan daya saing penelitian UMI.
MAKASSAR, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali mendapat kepercayaan dalam pelaksanaan program penelitian nasional. Kali ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI mempercayakan peran pelaksana monitoring dan evaluasi (monev) penelitian skema prototipe kepada UMI melalui Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S).
Menurut keterangan pimpinan UMI, universitas ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur yang memperoleh kepercayaan tersebut.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyambut baik penugasan tersebut sebagai bentuk kepercayaan yang perlu dijawab dengan tanggung jawab dan profesionalisme.
“Ini adalah kehormatan besar, karena UMI menjadi satu-satunya perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur yang dipercaya menjalankan peran strategis ini,” ungkap Prof. Hambali.
Kepercayaan tersebut memperluas keterlibatan UMI dalam ekosistem penelitian nasional. Selain mengembangkan penelitian melalui dosen dan penelitinya, UMI kini turut mengambil peran dalam kegiatan evaluasi pelaksanaan riset prototipe.
Bukan Sekadar Memeriksa Dokumen, Tim Turun Langsung ke Lokasi Penelitian
Informasi mengenai penugasan tersebut disampaikan Ketua LP2S UMI, Prof. Dr. Ir. H. M. Hattah Fattah, M.S., di sela pembukaan Workshop Penyusunan Roadmap Penelitian UMI di Aula Classroom Lantai 6 Menara UMI, Selasa (20/10/2026).
Prof. Hattah menjelaskan bahwa pelaksanaan monev melibatkan tim penilai dan staf Kemendiktisaintek RI bersama tim LP2S UMI.
Proses evaluasi tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan administratif, tetapi juga mencakup penilaian kesiapan teknis dan kunjungan lapangan.
“Monev ini tidak hanya sebatas pemeriksaan dokumen, tetapi juga mencakup kunjungan langsung ke lokasi penelitian,” ujar Prof. Hattah.
Melalui peninjauan langsung, tim dapat melihat perkembangan pelaksanaan penelitian dan mencocokkan laporan dengan kondisi kegiatan di lapangan.
Pendekatan ini penting karena penelitian skema prototipe berkaitan dengan pengembangan hasil riset menuju bentuk yang dapat diuji, dievaluasi, dan disempurnakan sebelum dimanfaatkan lebih luas.
Dengan demikian, kegiatan monev tidak hanya menjadi proses pemeriksaan administratif, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kualitas dan akuntabilitas pelaksanaan penelitian.
Rekam Jejak Peneliti UMI Menjadi Bagian dari Kepercayaan
Menurut Prof. Hattah, kepercayaan yang diberikan kementerian berkaitan dengan pengalaman dosen dan peneliti UMI dalam memperoleh hibah penelitian skema prototipe.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal kelembagaan bagi UMI untuk terlibat dalam proses evaluasi program penelitian.
Dalam skema prototipe, penelitian diarahkan untuk menghasilkan purwarupa atau bentuk awal inovasi yang dapat diuji dan dikembangkan lebih lanjut.
Tahapan ini menjadi penghubung penting antara hasil penelitian akademik dengan kemungkinan penerapannya di masyarakat maupun industri.
Namun, pengembangan prototipe tidak otomatis berarti sebuah inovasi siap dipasarkan atau digunakan secara luas.
Masih diperlukan pengujian, penyempurnaan, dan penilaian kelayakan sesuai karakteristik teknologi atau produk yang dikembangkan.
Karena itu, proses monitoring dan evaluasi memiliki peran penting untuk memastikan kegiatan penelitian berjalan sesuai tujuan dan persyaratan program.
Rektor: Kepercayaan Harus Dijawab dengan Riset yang Berdampak
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan LP2S dan seluruh sivitas akademika yang telah berkontribusi dalam pengembangan penelitian universitas.
Menurutnya, kepercayaan kementerian harus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas riset, memperkuat kolaborasi, dan mengembangkan inovasi yang bermanfaat.
Penelitian perguruan tinggi, lanjutnya, tidak seharusnya berhenti pada publikasi ilmiah.
Hasil penelitian yang memiliki potensi penerapan perlu terus dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi bagi penyelesaian persoalan masyarakat dan kebutuhan dunia industri.
Pandangan tersebut sejalan dengan arah penguatan penelitian UMI yang menempatkan hilirisasi sebagai salah satu prioritas pengembangan.
Bagi UMI, kepercayaan kelembagaan perlu diterjemahkan menjadi tanggung jawab keilmuan: menjaga mutu pelaksanaan program, meningkatkan kapasitas peneliti, dan memperluas manfaat hasil penelitian.
Perkuat Langkah UMI Menuju Klaster Mandiri
Penugasan monev skema prototipe ini hadir ketika UMI sedang memperkuat strategi pengembangan penelitian menuju Klaster Mandiri.
Saat ini, UMI mempersiapkan peningkatan kinerja penelitian dari Klaster Utama melalui penyusunan roadmap yang lebih terarah, penguatan kolaborasi, dan pengembangan hasil riset yang berpotensi dihilirkan.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari agenda LP2S UMI dalam mendorong penelitian yang kompetitif dan berkelanjutan.
Melalui Workshop Penyusunan Roadmap Penelitian pada 20–21 Oktober 2026, LP2S mengajak perwakilan dosen lintas fakultas untuk menyelaraskan arah penelitian dengan prioritas pengembangan universitas dan peluang pendanaan nasional.
Dengan langkah ini, penelitian diharapkan tidak berjalan secara terpisah, tetapi berkembang melalui tahapan yang jelas, mulai dari penelitian dasar, pengembangan, pengujian, hingga peluang penerapan hasilnya.
Dari Kepercayaan Nasional Menuju Kontribusi yang Lebih Luas
Bagi Universitas Muslim Indonesia sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, keterlibatan dalam kegiatan monev penelitian nasional merupakan kesempatan untuk memperkuat kontribusi kelembagaan di luar kegiatan akademik internal.
Peran tersebut sekaligus berkaitan dengan pelaksanaan Catur Dharma UMI, sebagaimana dirumuskan dalam Statuta UMI Tahun 2024, Pasal 1 angka 4, yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran; Penelitian; Pengabdian kepada Masyarakat; serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter.
Kepercayaan dari Kemendiktisaintek menjadi momentum bagi UMI untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan, profesionalisme peneliti, dan kualitas pengelolaan riset.
Bagi UMI, kehormatan memperoleh kepercayaan nasional harus berjalan bersama tanggung jawab menghasilkan kontribusi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui LP2S, universitas berupaya memperkuat perannya bukan hanya sebagai penghasil penelitian, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga mutu pelaksanaan program riset dan mendorong pengembangan inovasi nasional.
(HUMAS UMI)























































































































