Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Ir. Samsuddin: Alumni Profesi Insinyur dan Doktor UMI, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub, Kini Dipercaya sebagai Plt. Kepala BPSDM Perhubungan
Dr. Ir. Samsuddin, M.T., M.Mar.E., IPM., ASEAN Eng. membangun karier panjang di sektor transportasi laut, dari pendidikan dan pelatihan perhubungan, memimpin tiga Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), hingga menjadi Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan RI. Alumni Program Profesi Insinyur dan Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini pada September 2026 dipercaya mengemban amanah sebagai Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM Perhubungan).
MAKASSAR, umi.ac.id — Ada dua bidang yang terus bertemu dalam perjalanan profesional Dr. Ir. Samsuddin, M.T., M.Mar.E., IPM., ASEAN Eng.: keselamatan transportasi dan kompetensi manusia yang menjalankannya.
Ia memahami keduanya dari pengalaman panjang di Kementerian Perhubungan. Samsuddin pernah bekerja dalam pendidikan dan pelatihan perhubungan. Ia kemudian memimpin sejumlah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan. Tanggung jawab berikutnya membawanya menjadi Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI. Jabatan tersebut masih tercatat dalam daftar resmi pejabat struktural Ditjen Perhubungan Laut dan dalam publikasi UMI pada Agustus 2026.
Pada September 2026, perjalanan tersebut memasuki fase baru ketika Samsuddin dipercaya sebagai Plt. Kepala BPSDM Perhubungan. Dari keselamatan kapal dan kepelautan, ruang tanggung jawabnya kini berkembang pada pengembangan sumber daya manusia transportasi.
Karier Dibangun dari Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan
Sebelum memimpin berbagai unit strategis di sektor perhubungan laut, Samsuddin memiliki pengalaman panjang dalam pendidikan dan pelatihan. Profil pejabat Kementerian Perhubungan mencatat ia pernah menjadi Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Diklat BP2IP Malahayati Aceh, Kepala Subbagian Keuangan PIP Makassar, Kepala Seksi Penyelenggara Diklat, hingga Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan.
Fase tersebut penting dalam perjalanan profesionalnya. Sebelum berhadapan langsung dengan pengawasan pelayaran dan kepelabuhanan, ia telah bekerja dalam sistem yang mempersiapkan sumber daya manusia transportasi. Pendidikan. Pelatihan. Sarana pembelajaran. Administrasi akademik. Ketarunaan.
Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai satu unsur penting dalam transportasi: kualitas sistem sangat bergantung pada kualitas manusia yang menjalankannya.
Memimpin Tiga KSOP
Perjalanan Samsuddin kemudian bergerak semakin dekat dengan operasional pelayaran dan kepelabuhanan. Pada 2022, ia dipercaya menjadi Kepala KSOP Kelas III Kotabaru-Batulicin. Pada 2023, tanggung jawabnya meningkat sebagai Kepala KSOP Kelas I Bitung. Setahun berikutnya, pada 2024, ia dipercaya memimpin KSOP Kelas I Banjarmasin. Riwayat tiga jabatan tersebut tercatat dalam profil resmi pejabat Ditjen Perhubungan Laut.
Pengalaman memimpin KSOP mempertemukannya langsung dengan pelaksanaan keselamatan dan keamanan pelayaran, pelayanan kepelabuhanan, serta koordinasi berbagai unsur dalam sistem transportasi laut.
Perjalanan kariernya pun menunjukkan perkembangan yang jelas: Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan → KSOP Kotabaru-Batulicin → KSOP Bitung → KSOP Banjarmasin.
Pengalaman tersebut kemudian membawanya pada tanggung jawab nasional.
Menjadi Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub
Samsuddin selanjutnya dipercaya menjadi Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI. Pada posisi ini, cakupan tanggung jawabnya berkembang dari pengelolaan satu wilayah kerja menuju kebijakan dan tata kelola perkapalan dan kepelautan secara nasional.
Profil yang diterbitkan Program Profesi Insinyur FTI UMI pada Agustus 2026 menjelaskan bahwa direktorat yang dipimpinnya bertanggung jawab pada perumusan kebijakan, standar dan sertifikasi dalam bidang kelaiklautan kapal, perlindungan lingkungan maritim serta kepelautan.
Sepanjang 2025–2026, Samsuddin juga terlibat dalam berbagai kegiatan uji petik kelaiklautan kapal penumpang menjelang periode angkutan Natal dan Tahun Baru serta Lebaran di sejumlah pelabuhan. Tanggung jawab tersebut menempatkannya pada salah satu bagian penting dalam keselamatan transportasi laut Indonesia.
Keselamatan Kapal dan Kompetensi Pelaut
Sebagai Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin tidak hanya berhadapan dengan kapal. Ada manusia yang mengoperasikan kapal tersebut. Karena itu, peningkatan kompetensi dan daya saing pelaut Indonesia juga menjadi bagian dari perhatian profesionalnya.
Profil UMI mencatat Samsuddin mendorong penyelarasan pendidikan dan pelatihan kepelautan dengan kebutuhan industri maritim serta penguatan sertifikasi bagi pelaut nasional.
Di sinilah pengalaman awalnya dalam pendidikan dan pelatihan kembali memiliki relevansi. Samsuddin memahami transportasi dari dua sisi. Sistem dan manusianya. Kapal harus laik. Operasi harus memenuhi standar. Namun orang yang menjalankannya juga harus kompeten.
Kembali ke UMI melalui Profesi Insinyur
Di tengah perjalanan profesional tersebut, hubungan Samsuddin dengan Universitas Muslim Indonesia semakin kuat. Ia mengikuti Program Profesi Insinyur FTI UMI dan menjadi alumnus Angkatan XIV tahun 2023. Pendidikan profesi mempertemukan pengalaman panjangnya di sektor transportasi dengan kerangka kompetensi dan tanggung jawab profesi insinyur.
Samsuddin sendiri ketika kembali menjadi keynote speaker pada 19th Professional Engineer Colloquium Program PSPPI FTI UMI pada Agustus 2026 menjelaskan bahwa Program Profesi Insinyur membantunya merefleksikan kembali pengalaman kerja bertahun-tahun ke dalam kerangka kompetensi yang terukur. Pada saat itu ia berbicara mengenai tantangan digitalisasi dan dekarbonisasi transportasi laut serta kebutuhan terhadap insinyur yang memahami teknologi sekaligus tata kelola.
Dari Alumni Profesi Insinyur Menjadi Doktor UMI
Hubungan akademik Samsuddin dengan UMI kemudian berlanjut. Ia menempuh Program Doktor Ilmu Manajemen UMI. Pada 14 Juli 2026, Samsuddin mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor dan resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen Universitas Muslim Indonesia.
Dengan demikian, Samsuddin memiliki dua hubungan akademik penting dengan UMI: Alumni Program Profesi Insinyur FTI UMI → Doktor Ilmu Manajemen UMI.
Yang menarik, penelitian doktornya tetap berhubungan langsung dengan pengalaman profesionalnya di sektor perhubungan.
Meneliti Kompetensi Digital dan Efektivitas Pelayanan Publik
Disertasi Samsuddin mengangkat tema pengaruh kompetensi digital, leadership agility, dan employee well-being terhadap efektivitas administrasi pelayanan publik dengan organizational citizenship behavior (OCB) sebagai variabel mediasi pada KSOP Kelas I Banjarmasin. Penelitian tersebut melibatkan 130 pegawai KSOP Kelas I Banjarmasin.
Hasil penelitian menunjukkan kompetensi digital, leadership agility, dan employee well-being berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB pegawai. Penelitian juga menemukan bahwa leadership agility dan employee well-being berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas administrasi pelayanan publik, sementara OCB turut memberikan pengaruh positif dan signifikan.
Ada satu hal penting dari hasil tersebut. Kompetensi digital tidak ditemukan memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap efektivitas administrasi pelayanan publik. Namun OCB mampu memediasi penuh hubungan tersebut.
Temuan ini mempertemukan pengalaman birokrasi Samsuddin dengan kajian akademik tentang manusia, organisasi, teknologi dan pelayanan publik.
Kini Dipercaya sebagai Plt. Kepala BPSDM Perhubungan
Pada September 2026, perjalanan Samsuddin memasuki tanggung jawab baru. Setelah bertahun-tahun bekerja di sektor transportasi laut dan terakhir menjalankan jabatan Direktur Perkapalan dan Kepelautan, ia dipercaya sebagai: Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM Perhubungan).
Posisi ini memiliki hubungan kuat dengan perjalanan profesional yang telah dibangunnya. Samsuddin pernah bekerja dalam pendidikan dan pelatihan. Ia pernah mengelola administrasi akademik dan ketarunaan. Ia pernah memimpin tiga KSOP. Ia kemudian menjadi Direktur Perkapalan dan Kepelautan. Ia juga memiliki pengalaman akademik dan profesi sebagai Insinyur Profesional Madya dan ASEAN Engineer.
Kini berbagai pengalaman tersebut bertemu pada satu tanggung jawab yang lebih luas: pengembangan sumber daya manusia sektor transportasi.
Dari Keselamatan Pelayaran menuju Pengembangan SDM Transportasi
Inilah pembeda utama seri ini. Perjalanan Samsuddin tidak hanya menunjukkan kenaikan jabatan.
Ada hubungan yang jelas antara setiap fase kariernya: Pendidikan dan Pelatihan → Kepelabuhanan → Keselamatan Pelayaran → Perkapalan dan Kepelautan → Pengembangan SDM Transportasi.
Pada tahap awal, ia ikut bekerja dalam sistem pendidikan yang mempersiapkan manusia. Ketika memimpin KSOP, ia berada pada wilayah pelaksanaan dan pengawasan transportasi laut. Sebagai Direktur Perkapalan dan Kepelautan, tanggung jawabnya berkembang pada kebijakan, standar, kelaiklautan dan kepelautan secara nasional. Kini, sebagai Plt. Kepala BPSDM Perhubungan, ruang tanggung jawabnya kembali bertemu dengan manusia yang menjalankan seluruh sistem transportasi tersebut.
Karena itu, diksi utamanya adalah: "Dari Keselamatan Pelayaran menuju Pengembangan SDM Transportasi."
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Dr. Ir. Samsuddin, M.T., M.Mar.E., IPM., ASEAN Eng. merupakan alumnus Program Profesi Insinyur Angkatan XIV FTI UMI tahun 2023 dan Doktor Ilmu Manajemen Universitas Muslim Indonesia tahun 2026. Kariernya dibangun melalui pengalaman panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Ia pernah bekerja dalam pendidikan dan pelatihan perhubungan. Kemudian memimpin KSOP Kotabaru-Batulicin, KSOP Bitung, dan KSOP Banjarmasin, sebelum dipercaya sebagai Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.
Pada September 2026, berdasarkan data terbaru yang diterima UMI, tanggung jawab tersebut berkembang ketika Samsuddin dipercaya sebagai Plt. Kepala BPSDM Perhubungan.
Perjalanan profesionalnya kini membentuk satu rangkaian: Diklat Perhubungan → KSOP → Keselamatan Pelayaran → Direktur Perkapalan dan Kepelautan → Profesi Insinyur UMI → Doktor UMI → Plt. Kepala BPSDM Perhubungan.
Dari dunia maritim, ia membangun pengalaman. Dari keselamatan pelayaran, ia memahami pentingnya standar. Dari pendidikan profesi dan doktoral, ia memperkuat kompetensi. Kini, tanggung jawabnya berkembang pada manusia yang menjalankan sistem transportasi Indonesia.
Dari Keselamatan Pelayaran menuju Pengembangan SDM Transportasi. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































