Dari Kampus, Menjadi Dampak - Letda Laut (KH) Muhammad Syawal Hasaruddin, S.Kom.: Alumni Teknik Informatika UMI, Kini Perwira TNI Angkatan Laut di Dispenal Mabesal
MAKASSAR, umi.ac.id — Lulusan Teknik Informatika tidak selalu berakhir di perusahaan teknologi, industri digital, atau menjadi pengembang perangkat lunak. Perkembangan teknologi telah membuat kompetensi informatika dibutuhkan hampir di setiap bidang, termasuk pertahanan dan komunikasi institusi negara.
Perjalanan Letda Laut (KH) Muhammad Syawal Hasaruddin, S.Kom. menjadi salah satu contohnya. Alumnus Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muslim Indonesia (FIKOM UMI) angkatan 2013 ini memilih jalan pengabdian yang berbeda. Bekal ilmu komputer yang diperolehnya di UMI kemudian dibawa memasuki lingkungan militer hingga kini mengabdi sebagai perwira TNI Angkatan Laut dan bertugas di Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal) Mabesal. Perjalanannya menunjukkan bahwa kompetensi digital tidak mengenal batas profesi. Teknologi dibutuhkan di perusahaan, pemerintahan, pendidikan, pelayanan publik, hingga pertahanan negara.
Dari Teknik Informatika UMI ke TNI Angkatan Laut
Syawal menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Informatika FIKOM UMI. Pendidikan tersebut mempertemukannya dengan berbagai fondasi ilmu komputer, termasuk pemrograman, jaringan komputer, sistem informasi, dan pengolahan data. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom.). Jejak publik yang ditemukan juga menguatkan identitas Muhammad Syawal Hasaruddin sebagai lulusan Teknik Informatika. Sebuah dokumen seleksi yang terindeks mencantumkan Muhammad Syawal Hasaruddin, kelahiran Wanci, 27 Februari 1996, dengan latar pendidikan Teknik Informatika.
Namun setelah menyelesaikan pendidikan, Syawal tidak memilih jalur karier teknologi yang umum ditempuh lulusan informatika. Ia memilih TNI Angkatan Laut. Pilihan tersebut membawa kompetensi yang diperolehnya di kampus memasuki lingkungan kerja yang memiliki karakter berbeda: disiplin militer, hierarki organisasi, tanggung jawab kedinasan, dan pengabdian kepada negara.
Perjalanan dari Bintara menuju Perwira
Perjalanan Syawal di TNI Angkatan Laut juga dibangun secara bertahap. Salah satu bukti publik yang dapat diverifikasi berasal dari karya ilmiah Universitas Hasanuddin tahun 2024. Dalam bagian ucapan terima kasih, Muhammad Syawal Hasaruddin, S.Kom. disebut sebagai Serda PDK Muhammad Syawal Hasaruddin, S.Kom. Catatan tersebut penting karena menunjukkan bahwa perjalanan militernya tidak langsung dimulai sebagai perwira. Ia pernah menjalani pengabdian pada jenjang bintara, kemudian terus berkembang hingga kini berpangkat Letnan Dua Laut Korps Khusus atau Letda Laut (KH). Dengan demikian, perjalanan Syawal bukan hanya cerita tentang seorang sarjana komputer yang masuk TNI Angkatan Laut. Ada proses pengembangan karier di dalamnya: dari pendidikan Teknik Informatika, menjalani pengabdian sebagai prajurit, hingga kemudian memasuki jenjang perwira.
Kini Bertugas di Dispenal Mabesal
Saat ini, Letda Laut (KH) Muhammad Syawal Hasaruddin, S.Kom. bertugas di Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal) Mabesal. Penempatan tersebut menarik jika dilihat dari latar belakang pendidikannya. Di era digital, fungsi penerangan institusi tidak lagi hanya berhubungan dengan penyampaian informasi secara konvensional. Lingkungan komunikasi modern telah berkembang melalui website, media sosial, pengelolaan konten digital, dokumentasi, data, serta berbagai platform teknologi informasi.
Karena itu, kemampuan memahami teknologi menjadi semakin relevan dalam ekosistem komunikasi kelembagaan. Namun hubungan tersebut tidak perlu dimaknai bahwa seluruh tugas Syawal di Dispenal merupakan pekerjaan informatika. Yang lebih tepat adalah bahwa latar belakang Teknik Informatika menjadi salah satu bekal kompetensi yang relevan ketika ia bekerja di lingkungan institusi yang juga menghadapi transformasi komunikasi digital.
Ketika Informatika Memasuki Ruang Pertahanan
Perjalanan Syawal memberikan perspektif menarik bagi mahasiswa FIKOM UMI. Selama ini, ketika berbicara tentang prospek lulusan Teknik Informatika, bayangan yang muncul sering berkisar pada software engineer, programmer, data analyst, network engineer, pengembang aplikasi, perusahaan teknologi, atau industri digital. Padahal transformasi digital membuat kebutuhan terhadap kompetensi informatika jauh lebih luas. Institusi pemerintahan dan pertahanan juga membutuhkan sumber daya manusia yang memahami teknologi, sistem digital, jaringan, data, keamanan informasi, serta komunikasi berbasis teknologi.
Di sinilah perjalanan Syawal memberi pesan yang berbeda. Teknik Informatika bukan hanya sebuah profesi. Ia adalah kompetensi yang dapat dibawa memasuki berbagai profesi. Pilihan karier dapat berubah, seragam dapat berbeda, dan organisasi tempat bekerja dapat berbeda, tetapi kemampuan memahami teknologi tetap memiliki relevansi.
Dari Sarjana Komputer menuju Perwira
Jika perjalanan Muhammad Syawal Hasaruddin dibaca secara utuh, terdapat satu perubahan yang menarik. Ia memulai perjalanan akademiknya sebagai mahasiswa Teknik Informatika UMI. Setelah memperoleh gelar Sarjana Komputer, ia memilih memasuki lingkungan TNI Angkatan Laut. Perjalanan militernya kemudian berkembang dari jenjang bintara hingga kini menjadi perwira dengan pangkat Letda Laut (KH).
Lintasannya dapat dirangkum secara sederhana: Teknik Informatika UMI → Sarjana Komputer → Bintara TNI Angkatan Laut → Perwira TNI Angkatan Laut → Dispenal Mabesal. Namun kekuatan ceritanya bukan sekadar pada perubahan status tersebut. Yang lebih penting adalah bagaimana satu kompetensi akademik dapat menemukan ruang pengabdian yang mungkin tidak pernah dibayangkan ketika pertama kali memasuki bangku kuliah.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Perjalanan Letda Laut (KH) Muhammad Syawal Hasaruddin, S.Kom. memperlihatkan luasnya kemungkinan pengabdian bagi lulusan Teknik Informatika UMI. Ilmu komputer tidak hanya hidup di balik layar komputer atau barisan kode program. Kompetensi digital telah menjadi bagian dari hampir seluruh sektor kehidupan modern, termasuk institusi pertahanan. Bagi mahasiswa FIKOM UMI, perjalanan Syawal membawa satu pesan sederhana: jangan membatasi masa depan hanya berdasarkan nama program studi.
Teknik Informatika memberikan fondasi. Namun ke mana fondasi tersebut akan dibawa sangat bergantung pada pilihan, kesempatan, kompetensi, dan jalan pengabdian masing-masing. Pada Syawal, jalan itu membawanya dari ruang kuliah FIKOM UMI menuju TNI Angkatan Laut. Dari seorang mahasiswa Teknik Informatika, ia berkembang menjadi Sarjana Komputer. Dari jenjang bintara, perjalanan kedinasannya berlanjut hingga menjadi perwira. Kini, ia menjalankan pengabdian di lingkungan Dispenal Mabesal.
"Teknologi membuka banyak jalan profesi. Nilai akhirnya ditentukan oleh untuk apa ilmu itu digunakan."
Pada Syawal, ilmu itu menemukan jalannya melalui pengabdian sebagai prajurit dan perwira TNI Angkatan Laut. Dari Teknik Informatika UMI menuju pengabdian kepada negara. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































