TERKINI
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur Prof. Hambali Thalib: Setiap Anak Memiliki Talenta, UMI Buka Pendaftaran Maba Tahap 2, Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas Konsisten Perkuat Mutu, UMI Raih detikTimur Awards 2026; Transformasi Digital Jadi Penguat Tata Kelola Rektor UMI: Sebelum Mengubah Teknologi, UMI Menyiapkan Pemimpinnya #2 UMI Connection Memasuki Fase Pembangunan Infrastruktur Digital Menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University “Kami Sedang Membangun Otak Digital Universitas, Bukan Sekadar Gedung Baru” UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng
Alumni di Pemerintahan & Pelayanan Publik Monday, 7 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. H. Fadli Ananda: Dari FK UMI, Membawa Perspektif Dokter ke Ruang Kebijakan Publik

Anisa Safitri 385 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. H. Fadli Ananda: Dari FK UMI, Membawa Perspektif Dokter ke Ruang Kebijakan Publik

Alumni Fakultas Kedokteran UMI ini menjalani perjalanan sebagai dokter spesialis, dosen, aktivis organisasi, hingga dipercaya menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Ilmu kedokteran yang awalnya bekerja pada pasien, kini ikut dibawanya ke ruang tempat kebijakan masyarakat diperjuangkan.

MAKASSAR, umi.ac.id — Seorang dokter terbiasa menghadapi manusia secara langsung. Mendengar keluhan. Membaca kondisi. Menentukan tindakan. Lalu memastikan keputusan yang diambil memberikan manfaat bagi pasien. Namun bagaimana ketika pengalaman itu dibawa ke ruang tempat keputusan untuk masyarakat yang lebih luas dibuat?

Perjalanan dr. H. Fadli Ananda, Sp.OG., M.Kes. memberikan salah satu jawabannya.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini memulai perjalanan dari pendidikan kedokteran, menjadi dokter spesialis obstetri dan ginekologi, mengajar, aktif dalam berbagai organisasi, hingga akhirnya memasuki ruang politik. Kini, Fadli Ananda mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PDI Perjuangan dan menjalankan tugas sebagai Sekretaris Komisi E DPRD Sulawesi Selatan.

Ruang kerjanya memang berubah. Dari dunia kedokteran menuju parlemen. Namun di antara keduanya terdapat satu hal yang tetap relevan: manusia yang harus dilayani.

Berawal dari Fakultas Kedokteran UMI

Perjalanan itu bermula ketika Fadli menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Muslim Indonesia pada 2003–2009. Di Fakultas Kedokteran UMI, ia mendapatkan fondasi keilmuan untuk memahami kesehatan dan manusia. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, Fadli melanjutkan pendidikan spesialis obstetri dan ginekologi di Universitas Hasanuddin sekaligus menempuh Magister Kesehatan pada 2011–2015.

Bidang yang dipilihnya membuat Fadli bersentuhan langsung dengan salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat: kesehatan perempuan, ibu, dan keluarga. Tetapi perjalanan profesionalnya tidak berhenti di ruang pelayanan kesehatan. Ia mulai memasuki banyak ruang lain.

Pendidikan.

Organisasi profesi.

Pemberdayaan ekonomi umat.

Kepemudaan.

Dunia usaha.

Hingga politik.

Ketika Dokter Juga Menyiapkan Generasi

Selain menjalankan profesinya sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Fadli juga mengambil bagian dalam dunia pendidikan sebagai dosen. Di titik ini, pengetahuan tidak lagi hanya digunakan untuk memberikan pelayanan kepada pasien. Pengetahuan mulai diwariskan. Pengalaman mulai dibagikan. Dan generasi berikutnya mulai dipersiapkan.

Ia juga tercatat sebagai Wakil Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Kota Makassar. Keterlibatan tersebut memperlihatkan bagaimana profesi dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi dan pengabdian yang lebih luas. Sebab ilmu kedokteran tidak hanya membutuhkan kompetensi individual. Ia membutuhkan komunitas profesional yang terus belajar, berbagi pengalaman, dan menjaga kualitas pelayanan.

Keluar dari Ruang Klinis

Menariknya, perjalanan Fadli kemudian bergerak semakin jauh dari batas-batas profesi kedokteran. Ia terlibat dalam berbagai organisasi keumatan, kepemudaan, dan dunia usaha. Fadli tercatat sebagai Sekretaris MUI Sulawesi Selatan bidang pemberdayaan ekonomi umat dan Ketua Umum Indonesia Islamic Youth Economic Forum (ISYEF). Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua Umum HIPMI Sulawesi Selatan.

Sekilas, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi mungkin terlihat sebagai dua ruang yang berbeda. Tetapi persoalan masyarakat hampir tidak pernah berdiri sendiri. Kesehatan berkaitan dengan kondisi keluarga. Kondisi keluarga berkaitan dengan pendidikan. Pendidikan berkaitan dengan kesempatan ekonomi. Dan kesejahteraan pada akhirnya berkaitan pula dengan kebijakan publik.

Pengalaman di berbagai organisasi tersebut membuat ruang pandangnya terhadap masyarakat semakin luas. Ia tidak lagi hanya melihat persoalan melalui satu profesi. Ia melihat manusia dalam kehidupan sosialnya.

Ketika Dokter Memasuki Politik

Perjalanan berikutnya membawa Fadli ke dunia politik. Ia menjalani berbagai tanggung jawab organisasi, antara lain sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar bidang Komunikasi Politik, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan, Ketua Banteng Muda Indonesia Sulawesi Selatan, serta Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan bidang Pemuda dan Olahraga. Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke lembaga legislatif.

Kini, Fadli menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan dipercaya sebagai Sekretaris Komisi E DPRD Sulawesi Selatan. Di sinilah perjalanan seorang dokter memasuki dimensi yang berbeda. Di ruang klinis, keputusan seorang dokter dapat memengaruhi seorang pasien. Di ruang kebijakan, sebuah keputusan dapat memengaruhi kehidupan jauh lebih banyak orang. Membawa Cara Pandang Dokter ke Parlemen Ada sesuatu yang menarik ketika seorang dokter memasuki ruang kebijakan publik. Kedokteran mengajarkan bahwa sebelum mengambil tindakan, persoalan harus dipahami.

Ada kondisi yang harus diperiksa.

Ada informasi yang harus didengar.

Ada diagnosis yang harus dibuat.

Barulah tindakan dapat ditentukan. Kebijakan publik pada dasarnya membutuhkan kehati-hatian yang serupa. Sebelum sebuah keputusan dibuat, masalah masyarakat harus dipahami.

Data harus dibaca.

Suara publik harus didengar.

Prioritas harus ditentukan.

Dan setiap keputusan harus dipertimbangkan dampaknya terhadap manusia.

Pengalaman sebagai dokter tentu tidak otomatis menyelesaikan seluruh kompleksitas kebijakan publik. Namun ia memberikan satu perspektif penting: di balik setiap angka, program, dan anggaran, selalu ada manusia yang akan merasakan akibat dari sebuah keputusan. Perspektif inilah yang menjadi salah satu modal penting ketika ilmu kedokteran bertemu dengan ruang parlemen.

Dari Satu Pasien ke Kepentingan Masyarakat

Di sinilah skala pengabdian Fadli berubah. Ketika menjadi dokter, ia berhadapan langsung dengan pasien. Ketika menjadi dosen, dampaknya bergerak melalui mahasiswa yang dididik. Ketika berada dalam organisasi, ruang pengabdiannya berkembang melalui masyarakat dan komunitas. Dan ketika berada di parlemen, ia memasuki ruang tempat aspirasi, anggaran, program, dan kebijakan publik dibahas.

Ruangnya berbeda.

Cara bekerjanya berbeda.

Tetapi orientasi pelayanan seharusnya tidak berubah.

Manusia tetap menjadi pusatnya. Karena pada akhirnya, politik dan kedokteran memiliki satu titik pertemuan yang sering terlupakan: keduanya seharusnya bekerja untuk menjaga kualitas kehidupan manusia.

Ilmu yang Tidak Berhenti pada Profesi

Jika perjalanan tersebut ditarik kembali ke awal, terlihat bagaimana pendidikan dapat berkembang melampaui satu profesi. Fadli masuk Fakultas Kedokteran UMI pada 2003. Ia menyelesaikan pendidikan kedokteran. Kemudian menjadi dokter spesialis. Mengajar. Aktif dalam organisasi profesi. Memasuki gerakan pemberdayaan ekonomi umat dan kepemudaan. Terlibat dalam dunia usaha dan organisasi politik. Hingga akhirnya dipercaya menjadi anggota legislatif. Jalannya tidak lurus. Tetapi justru di situlah pendidikan menemukan kemungkinan yang lebih luas.

Kampus memberikan fondasi keilmuan. Profesi memberikan pengalaman. Organisasi mempertemukannya dengan masyarakat. Dan politik memberinya ruang untuk membawa pengalaman tersebut ke dalam proses pengambilan keputusan publik.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Kisah dr. H. Fadli Ananda menunjukkan satu wajah lain perjalanan alumni Universitas Muslim Indonesia. Ia tidak meninggalkan ilmu kedokteran ketika memasuki ruang politik. Sebaliknya, pengalaman sebagai dokter dapat menjadi salah satu cara untuk melihat kebijakan dengan perspektif yang berbeda.

Bahwa pembangunan bukan hanya angka.

Anggaran bukan hanya deretan nominal.

Program bukan hanya dokumen.

Dan masyarakat bukan statistik.

Di balik semuanya ada manusia. Ada keluarga. Ada kebutuhan. Ada harapan. Dan ada kehidupan yang dapat berubah karena keputusan yang dibuat.

Lebih dari dua dekade setelah memasuki Fakultas Kedokteran UMI, ruang pengabdian Fadli Ananda memang telah berkembang. Dari ruang kuliah ke ruang pelayanan. Dari pelayanan ke pendidikan. Dari profesi ke organisasi. Dan dari organisasi menuju parlemen.

Perjalanannya menjadi pengingat bahwa ilmu tidak harus berhenti pada profesi yang tertulis di sebuah gelar. Ilmu dapat bergerak ke mana pun selama tetap membawa manfaat.

Dari FK UMI, ia belajar memahami manusia. Dari profesi, ia belajar melayani. Dari organisasi, ia belajar mendengar masyarakat. Dan dari parlemen, pengalaman itu dibawa ke ruang tempat keputusan publik diperjuangkan. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
AMDA International
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Detik.com
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Erzurum Technical University
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Universiti Sains Islam Malaysia
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Bank Panin Dubai Syariah
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Universitas Lamappapoleonro
Bank Sulselbar Syariah
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Universitas Mega Buana
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Politeknik Cendana
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
PT Marlip Indo Mandiri
Universitas Cokroaminoto Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Universitas Muhammadiyah Palopo
Institut Leimena
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Politeknik Dewantara
Marinduque State University
Universitas Islam Bandung
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Griffith University
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Bombana
Bank Syariah Indonesia
Universitas Islam Riau
STISIP Veteran Palopo
Bank Syariah Nasional
Alliance Française de Makassar
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Pemerintah Kabupaten Gowa
PT Putra Mekongga Sejahtera
Universiti Malaysia Terengganu
Pemerintah Kota Ternate
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Binaskil Academy Malaysia
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Tribun Timur
Online Scholarship Competition (OSC)
Bank CIMB Niaga Syariah
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Perbanas Institute
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Rakyat Sulsel
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
AMDA International
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Detik.com
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Erzurum Technical University
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Universiti Sains Islam Malaysia
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Bank Panin Dubai Syariah
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Universitas Lamappapoleonro
Bank Sulselbar Syariah
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Universitas Mega Buana
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Politeknik Cendana
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
PT Marlip Indo Mandiri
Universitas Cokroaminoto Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Universitas Muhammadiyah Palopo
Institut Leimena
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Politeknik Dewantara
Marinduque State University
Universitas Islam Bandung
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Griffith University
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Bombana
Bank Syariah Indonesia
Universitas Islam Riau
STISIP Veteran Palopo
Bank Syariah Nasional
Alliance Française de Makassar
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Pemerintah Kabupaten Gowa
PT Putra Mekongga Sejahtera
Universiti Malaysia Terengganu
Pemerintah Kota Ternate
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Binaskil Academy Malaysia
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Tribun Timur
Online Scholarship Competition (OSC)
Bank CIMB Niaga Syariah
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Perbanas Institute
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Rakyat Sulsel
Bank Rakyat Indonesia
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Universitas Ibnu Sina
Bank Mandiri
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Ruijie Networks Co., Ltd.
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Hiroshima University
Bank Sulselbar
PT Indosat Tbk
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
PT Jasa Raharja
Universitas Kurnia Jaya Persada
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
PT Zahir Internasional
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Politeknik Keuangan Negara STAN
Bank Negara Indonesia
Universitas Islam Sumatera Utara
Sanjivani University
Politeknik Sorowako
Istanbul Sabahattin Zaim University
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Institut Teknologi Bandung
Politeknik Palopo
Kementerian Hukum RI
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Universitas Andi Djemma
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Hasanuddin
Junior Chamber International Indonesia
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Universitas Balikpapan
National University of Singapore
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Alkhairaat Palu
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Universiti Malaya
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Pemerintah Kota Makassar
Universitas Muhammadiyah Parepare
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
PT Nas Media Indonesia
Bank Mega Syariah
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
ITBM Malaysia
University Of Michigan - Ann Arbo
Universitas Islam Al-Azhar
Bank Muamalat
Universiti Kebangsaan Malaysia
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
PT Kogas Driyap Konsultan
Bank Rakyat Indonesia
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Universitas Ibnu Sina
Bank Mandiri
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Ruijie Networks Co., Ltd.
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Hiroshima University
Bank Sulselbar
PT Indosat Tbk
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
PT Jasa Raharja
Universitas Kurnia Jaya Persada
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
PT Zahir Internasional
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Politeknik Keuangan Negara STAN
Bank Negara Indonesia
Universitas Islam Sumatera Utara
Sanjivani University
Politeknik Sorowako
Istanbul Sabahattin Zaim University
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Institut Teknologi Bandung
Politeknik Palopo
Kementerian Hukum RI
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Universitas Andi Djemma
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Hasanuddin
Junior Chamber International Indonesia
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Universitas Balikpapan
National University of Singapore
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Alkhairaat Palu
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Universiti Malaya
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Pemerintah Kota Makassar
Universitas Muhammadiyah Parepare
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
PT Nas Media Indonesia
Bank Mega Syariah
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
ITBM Malaysia
University Of Michigan - Ann Arbo
Universitas Islam Al-Azhar
Bank Muamalat
Universiti Kebangsaan Malaysia
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
PT Kogas Driyap Konsultan