TERKINI
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur Prof. Hambali Thalib: Setiap Anak Memiliki Talenta, UMI Buka Pendaftaran Maba Tahap 2, Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas Konsisten Perkuat Mutu, UMI Raih detikTimur Awards 2026; Transformasi Digital Jadi Penguat Tata Kelola Rektor UMI: Sebelum Mengubah Teknologi, UMI Menyiapkan Pemimpinnya #2 UMI Connection Memasuki Fase Pembangunan Infrastruktur Digital Menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University “Kami Sedang Membangun Otak Digital Universitas, Bukan Sekadar Gedung Baru” UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng
Alumni Akademisi & Peneliti Monday, 7 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. dr. M. Sabir: Dari FK UMI, Kini Memimpin Pendidikan yang Melahirkan Dokter

Anisa Safitri 1,617 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. dr. M. Sabir: Dari FK UMI, Kini Memimpin Pendidikan yang Melahirkan Dokter

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 1992 ini menempuh perjalanan dari mahasiswa kedokteran, dokter, akademisi, hingga dipercaya memimpin Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Dampaknya tidak berhenti pada ilmu yang dimiliki, tetapi berlipat melalui generasi dokter yang dididik.

MAKASSAR, umi.ac.id — Ada dokter yang dampaknya dapat dihitung dari pasien yang dilayani. Ada peneliti yang dampaknya tumbuh dari pengetahuan yang dihasilkan. Tetapi ada pula dokter yang memilih jalan berbeda: mendidik orang lain menjadi dokter. Pada jalan terakhir itu, dampak tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ilmu berpindah dari dosen kepada mahasiswa, dari mahasiswa menjadi dokter, lalu dari dokter menjangkau pasien dan masyarakat.

Perjalanan seperti itulah yang dijalani Dr. dr. M. Sabir, M.Si.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) angkatan 1992 tersebut kini dipercaya menjadi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Perjalanannya menghadirkan satu cerita menarik tentang pendidikan. Ia pernah duduk sebagai mahasiswa kedokteran. Kini, ia memimpin institusi yang mempersiapkan mahasiswa menjadi dokter. Dahulu ia menerima ilmu di ruang pendidikan kedokteran UMI. Hari ini, ia ikut memastikan ilmu kedokteran terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Berawal dari Fakultas Kedokteran UMI

Tahun 1992 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan M. Sabir. Ia memasuki Fakultas Kedokteran UMI sebagai mahasiswa. Di ruang kuliah, laboratorium, dan lingkungan pendidikan kedokteran itulah fondasi keilmuannya mulai dibangun. Seperti mahasiswa kedokteran pada umumnya, perjalanan tersebut membutuhkan proses panjang. Belajar memahami tubuh manusia. Mengenal penyakit. Memahami tanggung jawab profesi. Dan perlahan membangun cara berpikir seorang dokter.

Namun pendidikan ternyata menjadi lebih dari sekadar jalan menuju sebuah profesi. Dalam perjalanan Sabir, pendidikan kemudian menjadi jalan pengabdian itu sendiri.

Dari Dokter Menuju Dunia Akademik

Setelah menempuh pendidikan kedokteran, Sabir terus mengembangkan kapasitas akademiknya. Ia melanjutkan pendidikan dan memperdalam bidang sains dan biomedis hingga memperoleh gelar Magister Sains (M.Si.), kemudian menempuh pendidikan doktoral dalam bidang kedokteran dan kesehatan. Perjalanan akademik tersebut membawanya semakin dekat dengan dunia pendidikan tinggi. Menjadi akademisi memiliki tantangan yang berbeda dengan menjalankan profesi dokter.

Seorang dokter dituntut memahami pasien. Seorang pendidik kedokteran juga harus memahami bagaimana calon dokter belajar, berkembang, membangun kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab profesinya. Di sinilah ilmu memperoleh fungsi lain. Bukan hanya digunakan, tetapi diwariskan.

Ketika Alumni UMI Dipercaya Memimpin Fakultas Kedokteran

Sejak 2017, Sabir dipercaya memimpin Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Kepercayaan tersebut membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada perjalanan akademik individual. Memimpin fakultas kedokteran berarti ikut bertanggung jawab terhadap proses pendidikan calon dokter. Ada kualitas akademik yang harus dijaga. Ada dosen dan tenaga kependidikan yang harus bergerak bersama.

Ada mahasiswa yang harus dipersiapkan.

Ada pengembangan ilmu yang harus terus berjalan.

Ada kebutuhan masyarakat yang harus dibaca.

Dan pada akhirnya, ada dokter-dokter baru yang kelak akan dilepas untuk melayani masyarakat.

Karena itu, kepemimpinan dalam pendidikan kedokteran sesungguhnya memiliki efek yang panjang. Seorang dokter dapat merawat banyak pasien. Seorang pendidik kedokteran dapat membantu melahirkan banyak dokter yang kelak merawat jauh lebih banyak pasien.

Dampak yang Bekerja Melalui Orang Lain

Inilah bagian menarik dari perjalanan Sabir. Dampaknya tidak selalu harus terlihat melalui sesuatu yang dikerjakannya sendiri. Sebagian dampak justru hidup melalui orang lain. Melalui mahasiswa yang dididik. Melalui dokter yang diluluskan. Melalui ilmu yang diteruskan. Dan melalui pelayanan kesehatan yang kemudian diberikan para lulusan tersebut kepada masyarakat.

Ada efek berantai di dalam pendidikan. Satu dosen mengajar puluhan mahasiswa. Puluhan mahasiswa menjadi dokter. Setiap dokter kemudian melayani masyarakat sepanjang perjalanan profesinya. Karena itu, sebuah ruang kuliah yang tampak sederhana sesungguhnya dapat memiliki dampak sosial yang sangat panjang. Apa yang diajarkan hari ini mungkin baru menunjukkan hasilnya bertahun-tahun kemudian. Ketika seorang lulusan berdiri di hadapan pasien. Ketika ia harus mengambil keputusan medis. Ketika ia bekerja di daerah yang membutuhkan tenaga kesehatan. Atau ketika kelak ia sendiri menjadi pendidik dan meneruskan pengetahuan kepada generasi berikutnya. Pendidikan bekerja dalam diam, tetapi dampaknya dapat berjalan lintas generasi.

Alumni Tidak Harus Kembali untuk Tetap Membawa Nilai Almamater

Perjalanan Sabir juga menghadirkan perspektif penting tentang hubungan alumni dengan almamater. Seorang alumni tidak selalu harus kembali bekerja di kampus tempat ia pernah belajar untuk memberikan makna terhadap pendidikan yang diperolehnya.

Ada alumni yang mengabdi di pemerintahan.

Ada yang bekerja di rumah sakit.

Ada yang menjadi profesional.

Ada yang membangun usaha.

Ada yang menjadi peneliti.

Dan ada yang membawa pengalaman akademiknya untuk membangun institusi pendidikan di tempat lain.

Sabir memilih salah satu jalan tersebut. Fondasi pendidikan kedokteran yang pernah dibangunnya di UMI menjadi bagian dari perjalanan panjang yang kini membawanya memimpin pendidikan kedokteran di Universitas Tadulako. Dengan demikian, jejak pendidikan UMI bergerak melampaui batas kampus. Ia ikut hidup melalui alumninya.

Dari Satu Fakultas Kedokteran ke Fakultas Kedokteran Lainnya

Ada lingkaran pendidikan yang menarik dalam perjalanan Sabir. Pada 1992, ia memasuki sebuah fakultas kedokteran sebagai mahasiswa. Lebih dari dua dekade kemudian, ia dipercaya memimpin sebuah fakultas kedokteran. Dahulu ia belajar dari dosen. Kini ia berada dalam ekosistem yang mempersiapkan dosen untuk mendidik mahasiswa. Dahulu ia dipersiapkan menjadi dokter. Kini ia ikut bertanggung jawab terhadap proses yang mempersiapkan orang lain menjadi dokter.

Dahulu pendidikan mengubah perjalanan hidupnya. Kini melalui pendidikan, ia memiliki kesempatan ikut mengubah perjalanan hidup banyak orang. Di sinilah ilmu menemukan salah satu bentuk keberlanjutannya. Ilmu yang baik tidak berhenti pada orang yang menerimanya. Ia berpindah, berkembang, lalu memberi manfaat melalui generasi berikutnya.

Tiga Dekade Setelah Menjadi Mahasiswa UMI

Lebih dari tiga dekade telah berlalu sejak Sabir memasuki Fakultas Kedokteran UMI pada 1992. Rentang waktu tersebut memperlihatkan sebuah transformasi. Dari mahasiswa menjadi dokter. Dari pembelajar menjadi akademisi. Dari menerima ilmu menjadi mengembangkan ilmu. Dan dari bagian sebuah institusi pendidikan menjadi orang yang dipercaya memimpin institusi pendidikan kedokteran. Ruangnya berubah. Tanggung jawabnya bertambah. Namun pendidikan tetap menjadi benang merah.

Perjalanan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa investasi terbesar sebuah universitas bukan hanya bangunan, fasilitas, atau teknologi. Investasi terbesarnya adalah manusia yang pernah dididiknya. Sebab ketika seorang alumni tumbuh, ilmu yang pernah diberikan kampus ikut berjalan bersamanya.

Ketika UMI Hadir Melalui Alumni

Kisah M. Sabir menjadi bagian dari gambaran yang lebih besar tentang alumni Universitas Muslim Indonesia. UMI tidak hanya hadir melalui kampus dan institusinya di Makassar. UMI juga hadir melalui alumninya yang bekerja dan mengabdi di berbagai daerah, profesi, institusi, dan lapisan masyarakat. Ketika seorang alumni menjadi dokter, ada ilmu yang bekerja. Ketika alumni menjadi pendidik, ada ilmu yang diwariskan. Dan ketika alumni dipercaya memimpin pendidikan kedokteran, ada tanggung jawab yang berkembang jauh melampaui perjalanan individualnya.

Inilah salah satu ukuran dampak perguruan tinggi. Kampus boleh memiliki alamat, tetapi manfaat pendidikannya tidak mengenal batas geografis. Ia berjalan bersama alumninya.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Dr. dr. M. Sabir, M.Si. memulai salah satu bagian penting perjalanan hidupnya dari Fakultas Kedokteran UMI pada 1992. Hari ini, ia berada pada sisi lain pendidikan kedokteran. Bukan lagi mahasiswa yang menunggu ilmu dari dosennya. Ia menjadi bagian dari kepemimpinan yang mempersiapkan generasi dokter berikutnya.

Di sinilah makna DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK memperoleh bentuk yang berbeda. Dampaknya bukan hanya apa yang dilakukan seorang alumni hari ini. Dampaknya juga dapat berupa siapa yang berhasil ia persiapkan untuk hari esok. Mahasiswa yang hari ini berada di ruang kuliah dapat menjadi dokter beberapa tahun kemudian. Dokter itu akan bertemu ribuan pasien sepanjang perjalanan profesinya.

Sebagian mungkin menjadi peneliti.

Sebagian menjadi dokter spesialis.

Sebagian memimpin rumah sakit.

Sebagian mengabdi di daerah terpencil.

Dan sebagian lainnya mungkin kembali ke kampus untuk mendidik generasi berikutnya.

Rantai itu terus berjalan. Karena pendidikan memiliki satu keistimewaan: semakin ilmu dibagikan, semakin luas dampaknya.

Dari FK UMI, Sabir menerima ilmu. Dari perjalanan akademik, ia mengembangkan ilmu. Dari kepemimpinan pendidikan, ia meneruskan ilmu. Dan dari setiap dokter yang dilahirkan oleh proses pendidikan itu, manfaatnya kembali kepada masyarakat.

Dari satu mahasiswa, menjadi seorang dokter. Dari seorang dokter, menjadi pendidik. Dari seorang pendidik, lahir generasi dokter berikutnya. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK.


(Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Sanjivani University
Pemerintah Kota Ternate
Erzurum Technical University
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Universitas Islam Sumatera Utara
PT Indosat Tbk
Universitas Andi Djemma
Binaskil Academy Malaysia
Universiti Sains Islam Malaysia
Bank CIMB Niaga Syariah
Universitas Kurnia Jaya Persada
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Ruijie Networks Co., Ltd.
PT Nas Media Indonesia
Universitas Mega Buana
PT Zahir Internasional
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Institut Leimena
Bank Mandiri
PT Kogas Driyap Konsultan
Politeknik Sorowako
Universitas Alkhairaat Palu
Universiti Malaya
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Bank Syariah Nasional
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Junior Chamber International Indonesia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Perbanas Institute
Universitas Balikpapan
Universitas Islam Riau
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Institut Teknologi Bandung
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Bank Rakyat Indonesia
PT Putra Mekongga Sejahtera
Bank Negara Indonesia
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
National University of Singapore
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universiti Kebangsaan Malaysia
Bank Syariah Indonesia
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Rakyat Sulsel
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Fakfak
PT Jasa Raharja
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Politeknik Dewantara
Bank Mega Syariah
Sanjivani University
Pemerintah Kota Ternate
Erzurum Technical University
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Universitas Islam Sumatera Utara
PT Indosat Tbk
Universitas Andi Djemma
Binaskil Academy Malaysia
Universiti Sains Islam Malaysia
Bank CIMB Niaga Syariah
Universitas Kurnia Jaya Persada
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Ruijie Networks Co., Ltd.
PT Nas Media Indonesia
Universitas Mega Buana
PT Zahir Internasional
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Institut Leimena
Bank Mandiri
PT Kogas Driyap Konsultan
Politeknik Sorowako
Universitas Alkhairaat Palu
Universiti Malaya
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Bank Syariah Nasional
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Junior Chamber International Indonesia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Perbanas Institute
Universitas Balikpapan
Universitas Islam Riau
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Institut Teknologi Bandung
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Bank Rakyat Indonesia
PT Putra Mekongga Sejahtera
Bank Negara Indonesia
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
National University of Singapore
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universiti Kebangsaan Malaysia
Bank Syariah Indonesia
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Rakyat Sulsel
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Fakfak
PT Jasa Raharja
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Politeknik Dewantara
Bank Mega Syariah
Universitas Islam Al-Azhar
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Lamappapoleonro
Detik.com
Universitas Muhammadiyah Parepare
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Bank Sulselbar
Pemerintah Kabupaten Gowa
Pemerintah Kota Makassar
AMDA International
Pemerintah Kabupaten Bombana
Griffith University
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
ITBM Malaysia
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Alliance Française de Makassar
Universitas Cokroaminoto Palopo
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Marinduque State University
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Tribun Timur
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Ibnu Sina
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Politeknik Palopo
Hiroshima University
Politeknik Cendana
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
PT Marlip Indo Mandiri
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Bank Muamalat
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
University Of Michigan - Ann Arbo
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Hasanuddin
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Universiti Malaysia Terengganu
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Politeknik Keuangan Negara STAN
STISIP Veteran Palopo
Istanbul Sabahattin Zaim University
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Bank Sulselbar Syariah
Kementerian Hukum RI
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Bank Panin Dubai Syariah
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Universitas Islam Bandung
Universitas Islam Al-Azhar
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Lamappapoleonro
Detik.com
Universitas Muhammadiyah Parepare
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Bank Sulselbar
Pemerintah Kabupaten Gowa
Pemerintah Kota Makassar
AMDA International
Pemerintah Kabupaten Bombana
Griffith University
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
ITBM Malaysia
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Alliance Française de Makassar
Universitas Cokroaminoto Palopo
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Marinduque State University
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Tribun Timur
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Ibnu Sina
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Politeknik Palopo
Hiroshima University
Politeknik Cendana
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
PT Marlip Indo Mandiri
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Bank Muamalat
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
University Of Michigan - Ann Arbo
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Hasanuddin
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Universiti Malaysia Terengganu
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Politeknik Keuangan Negara STAN
STISIP Veteran Palopo
Istanbul Sabahattin Zaim University
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Bank Sulselbar Syariah
Kementerian Hukum RI
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Bank Panin Dubai Syariah
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Universitas Islam Bandung