UMI Connection Tuesday, 18 August 2026

#6 UMIConnection - Titipan Profesi: Mengapa Apoteker Tetap Penting di Era AI?

Anisa Safitri 614 dilihat 3 menit baca
#6 UMIConnection - Titipan Profesi: Mengapa Apoteker Tetap Penting di Era AI?

#seri6

#UMI Connection – #Titipan Profesi #6

Titipan Profesi UMI: AI dapat membantu mengolah informasi kefarmasian, tetapi ketelitian, etika, komunikasi, dan tanggung jawab profesional tetap menentukan kualitas pelayanan kepada pasien.

MAKASSAR, umi.ac.id — Ketika seseorang menjalani pengobatan, perhatian sering tertuju pada diagnosis, tindakan medis, atau obat yang digunakan.

Namun sebelum obat digunakan pasien, terdapat profesi kesehatan yang memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan kefarmasian dilakukan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.

Profesi itu adalah apoteker.

Di balik sebuah resep terdapat proses profesional yang membutuhkan ilmu, ketelitian, komunikasi, etika, dan tanggung jawab. Karena itu, Universitas Muslim Indonesia (UMI) memandang bahwa menjadi apoteker bukan sekadar memahami obat dan ilmu kefarmasian. Menjadi apoteker berarti menerima amanah profesional dalam pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien.

Kini amanah tersebut memasuki babak baru. Artificial Intelligence (AI), analitik data, sistem informasi kesehatan, dan berbagai teknologi digital semakin berkembang dalam dunia farmasi dan pelayanan kesehatan. AI dapat membantu mengolah informasi dalam jumlah besar, mendukung pencarian informasi ilmiah, membantu mengidentifikasi pola, serta mendukung berbagai proses profesional. Tetapi semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin penting satu pertanyaan: Siapa yang memastikan teknologi digunakan secara tepat dan bertanggung jawab untuk kepentingan pasien?. Di sinilah manusia tetap menjadi pusat pelayanan kesehatan.

Rektor UMI: Teknologi Harus Memperkuat Kehati-hatian

Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus memperkuat kualitas dan budaya kehati-hatian dalam pelayanan kesehatan. AI dapat membantu manusia mengolah informasi dengan lebih cepat. Namun teknologi tidak menghilangkan kebutuhan terhadap kompetensi profesional, etika, komunikasi, ketelitian, dan tanggung jawab.

“Teknologi dapat membantu apoteker bekerja semakin cepat dan berbasis informasi. Tetapi ketelitian, etika, dan tanggung jawab terhadap pelayanan kepada pasien tetap harus dijaga oleh insan profesional.”

Menurut Rektor UMI, inilah salah satu tantangan pendidikan profesi di era AI. Perguruan tinggi tidak cukup hanya mempersiapkan lulusan yang mampu menggunakan teknologi. Perguruan tinggi harus membentuk manusia yang memahami kapan teknologi digunakan, bagaimana hasilnya diverifikasi, dan siapa yang bertanggung jawab atas penggunaannya. AI membantu membaca informasi. Profesionalisme menentukan bagaimana informasi itu digunakan.

Di Balik Setiap Obat Ada Manusia

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 195, yang antara lain mengingatkan manusia agar tidak menjatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan. Nilai menjaga kehidupan dan menghindarkan manusia dari kemudaratan menjadi relevan dalam membangun kesadaran profesional di bidang kesehatan. Dalam pelayanan kefarmasian, nilai tersebut menemukan bentuknya dalam kompetensi, kehati-hatian, ketelitian, disiplin, komunikasi, integritas, dan tanggung jawab.

Sebab di balik sebuah resep ada manusia. Di balik obat yang digunakan ada seseorang yang berharap memperoleh manfaat dari pengobatannya.

Dan di balik seorang pasien sering terdapat keluarga yang berharap orang yang mereka cintai kembali sehat. Karena itu, pelayanan kesehatan tidak boleh kehilangan dimensi manusianya.

Apoteker Masa Depan Membutuhkan Kompetensi Baru

Wakil Rektor III Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. Kamal Hijaz, S.H., M.H., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut pendidikan kefarmasian terus beradaptasi dengan perubahan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan. Mahasiswa perlu mengenal perkembangan farmasi digital, data, teknologi informasi, dan pemanfaatan AI yang relevan dengan bidang kefarmasian. Namun kemampuan tersebut harus berjalan bersama integritas, disiplin, kemampuan berkomunikasi, kolaborasi antarprofesi, dan orientasi terhadap keselamatan pasien.

“Teknologi akan terus berkembang, tetapi pelayanan kesehatan pada hakikatnya tetap merupakan pelayanan kepada manusia. Karena itu, kompetensi harus tumbuh bersama integritas dan kepedulian.”

Pertanyaan pendidikan kefarmasian masa depan karena itu bukan: “AI atau apoteker?”, tetapi: “Bagaimana apoteker menggunakan AI untuk meningkatkan kualitas pelayanan tanpa kehilangan ketelitian dan tanggung jawab profesional?”

Teknologi Mempercepat, Apoteker Memverifikasi dan Bertanggung Jawab

Di sinilah hubungan manusia dan teknologi menjadi penting. AI dapat membantu pencarian dan pengolahan informasi. Sistem digital dapat membantu meningkatkan efisiensi proses. Data dapat membantu memberikan gambaran yang lebih luas. Tetapi hasil teknologi tetap perlu digunakan sesuai kompetensi, standar profesional, konteks pelayanan, dan ketentuan yang berlaku. Karena dalam pelayanan kesehatan, lebih cepat belum tentu lebih baik apabila tidak disertai ketepatan dan kehati-hatian.

Inilah salah satu nilai yang ingin ditanamkan UMI: Kecepatan teknologi harus bertemu ketelitian manusia.

Membangun Karakter Sebelum Memegang Amanah Profesi

Di UMI, pembentukan calon profesional kesehatan tidak hanya ditempatkan pada penguasaan kompetensi akademik. Melalui Program Pencerahan Qalbu, mahasiswa diperkenalkan pada pemahaman bahwa ilmu merupakan amanah yang harus digunakan untuk menghadirkan kemaslahatan. Melalui budaya Kampus Ilmu dan Ibadah, profesionalisme dipertemukan dengan akhlak dan tanggung jawab spiritual. Melalui gerakan kampus berintegritas dan budaya antigratifikasi, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya menjaga kepercayaan serta tidak menukar integritas dengan kepentingan sesaat. Karena profesi kesehatan hidup dari satu modal yang sangat penting: kepercayaan manusia kepada manusia.

UMI Connection: Menghubungkan Teknologi dengan Tanggung Jawab

Transformasi digital juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sivitas akademika menghadapi perubahan tersebut. Universitas Muslim Indonesia (UMI) menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University melalui UMI Connection. Dalam konteks pendidikan dan pelayanan kesehatan, transformasi digital membuka peluang untuk memperkuat pemanfaatan data, meningkatkan integrasi informasi, mendukung proses pembelajaran, serta mengembangkan budaya pengambilan keputusan yang semakin berbasis informasi. Namun UMI menempatkan teknologi sebagai instrumen, bukan tujuan akhir. Karena itu:

Ilmu farmasi bertemu keselamatan.

Teknologi bertemu ketelitian.

Inovasi bertemu tanggung jawab.

Pelayanan bertemu kepercayaan.

Dan data harus bertemu dengan manusia yang memahami cara menggunakannya secara benar.

Dari Kompetensi Menuju Kemaslahatan

Pembentukan tersebut berjalan dalam kerangka Catur Dharma UMI, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter. Dengan demikian, pendidikan kefarmasian tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu. Tujuannya adalah membentuk profesional yang kompeten, adaptif, teliti, berintegritas, mampu berkolaborasi, memahami perkembangan teknologi, dan mempunyai orientasi pelayanan kepada masyarakat.

Sebab teknologi boleh berubah.

Sistem pelayanan dapat berkembang.

AI akan semakin canggih.

Tetapi prinsip profesionalisme tetap membutuhkan manusia yang bersedia bertanggung jawab.

Kelak, Ketika Engkau Memegang Sebuah Resep

Kepada mahasiswa yang bercita-cita menjadi apoteker, Universitas Muslim Indonesia menitipkan sebuah pesan.

Kelak…

Ketika engkau memegang sebuah resep, ingatlah bahwa di baliknya ada seseorang yang berharap memperoleh pelayanan terbaik. Ketika engkau menyerahkan obat, ingatlah bahwa yang engkau berikan bukan sekadar sebuah produk.

Ada kepercayaan di dalamnya.

Ada harapan di dalamnya.

Dan ada tanggung jawab profesional yang menyertainya.

Karena itu, jangan pernah menganggap ketelitian sebagai pekerjaan kecil. Dalam profesi kesehatan, hal-hal yang terlihat kecil justru dapat mempunyai arti yang besar bagi manusia.

Gunakan teknologi.

Pelajari AI.

Ikuti perkembangan ilmu.

Manfaatkan data.

Tetapi jangan pernah menyerahkan tanggung jawab profesional kepada teknologi hanya karena teknologi mampu bekerja lebih cepat. Karena pada akhirnya: Obat membutuhkan ilmu. Pelayanan membutuhkan ketelitian. Dan amanah profesi membutuhkan manusia yang bersedia bertanggung jawab.

Itulah Titipan Profesi dari Universitas Muslim Indonesia. Apoteker masa depan bukan hanya mereka yang memahami obat. Mereka adalah profesional yang mampu mempertemukan ilmu, teknologi, ketelitian, etika, komunikasi, dan amanah dalam pelayanan kepada manusia. Dan ketika semuanya bertemu, profesi tidak lagi sekadar menjadi pekerjaan. Profesi menjadi pengabdian.

UMI Connection — Menghubungkan Data. Menguatkan Manusia. Membangun Masa Depan. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Institut Teknologi Bandung
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Alliance Française de Makassar
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Ruijie Networks Co., Ltd.
PT Zahir Internasional
University Of Michigan - Ann Arbo
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Bank Panin Dubai Syariah
Tribun Timur
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Marinduque State University
AMDA International
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Politeknik Keuangan Negara STAN
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universitas Islam Sumatera Utara
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Hasanuddin
Binaskil Academy Malaysia
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Universiti Malaysia Terengganu
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Mega Buana
Universitas Alkhairaat Palu
Universitas Kurnia Jaya Persada
PT Marlip Indo Mandiri
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Institut Leimena
PT Kogas Driyap Konsultan
Universiti Malaya
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Politeknik Palopo
Istanbul Sabahattin Zaim University
PT Indosat Tbk
Sanjivani University
Bank Mandiri
Perbanas Institute
Universitas Islam Riau
Bank Mega Syariah
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Universitas Balikpapan
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Erzurum Technical University
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Politeknik Sorowako
Pemerintah Kota Makassar
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
National University of Singapore
Kementerian Hukum RI
Universiti Kebangsaan Malaysia
Institut Teknologi Bandung
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Alliance Française de Makassar
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Ruijie Networks Co., Ltd.
PT Zahir Internasional
University Of Michigan - Ann Arbo
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Bank Panin Dubai Syariah
Tribun Timur
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Marinduque State University
AMDA International
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Politeknik Keuangan Negara STAN
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universitas Islam Sumatera Utara
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Hasanuddin
Binaskil Academy Malaysia
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Universiti Malaysia Terengganu
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Mega Buana
Universitas Alkhairaat Palu
Universitas Kurnia Jaya Persada
PT Marlip Indo Mandiri
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Institut Leimena
PT Kogas Driyap Konsultan
Universiti Malaya
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Politeknik Palopo
Istanbul Sabahattin Zaim University
PT Indosat Tbk
Sanjivani University
Bank Mandiri
Perbanas Institute
Universitas Islam Riau
Bank Mega Syariah
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Universitas Balikpapan
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Erzurum Technical University
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Politeknik Sorowako
Pemerintah Kota Makassar
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
National University of Singapore
Kementerian Hukum RI
Universiti Kebangsaan Malaysia
Pemerintah Kabupaten Gowa
Pemerintah Kabupaten Bombana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Universitas Muhammadiyah Palopo
Hiroshima University
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Universitas Ibnu Sina
Politeknik Dewantara
Kementerian Kelautan dan Perikanan
STISIP Veteran Palopo
PT Nas Media Indonesia
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Universitas Cokroaminoto Palopo
Bank Rakyat Indonesia
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Griffith University
PT Jasa Raharja
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
ITBM Malaysia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Sulselbar
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Universitas Lamappapoleonro
Universiti Sains Islam Malaysia
Rakyat Sulsel
Bank CIMB Niaga Syariah
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Bank Negara Indonesia
Detik.com
Bank Syariah Nasional
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Universitas Andi Djemma
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Universitas Islam Bandung
PT Putra Mekongga Sejahtera
Online Scholarship Competition (OSC)
Bank Syariah Indonesia
Pemerintah Kota Ternate
Universitas Islam Al-Azhar
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Politeknik Cendana
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Junior Chamber International Indonesia
Bank Muamalat
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Bank Sulselbar Syariah
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Pemerintah Kabupaten Gowa
Pemerintah Kabupaten Bombana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Universitas Muhammadiyah Palopo
Hiroshima University
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Universitas Ibnu Sina
Politeknik Dewantara
Kementerian Kelautan dan Perikanan
STISIP Veteran Palopo
PT Nas Media Indonesia
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Universitas Cokroaminoto Palopo
Bank Rakyat Indonesia
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Griffith University
PT Jasa Raharja
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
ITBM Malaysia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Sulselbar
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Universitas Lamappapoleonro
Universiti Sains Islam Malaysia
Rakyat Sulsel
Bank CIMB Niaga Syariah
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Bank Negara Indonesia
Detik.com
Bank Syariah Nasional
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Universitas Andi Djemma
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Universitas Islam Bandung
PT Putra Mekongga Sejahtera
Online Scholarship Competition (OSC)
Bank Syariah Indonesia
Pemerintah Kota Ternate
Universitas Islam Al-Azhar
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Politeknik Cendana
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Junior Chamber International Indonesia
Bank Muamalat
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Bank Sulselbar Syariah
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan