UMI Connection Wednesday, 19 August 2026

#7 UMIConnection - Titipan Profesi: Bagaimana AI Mengubah Profesi Arsitek?

Anisa Safitri 509 dilihat 3 menit baca
#7 UMIConnection - Titipan Profesi: Bagaimana AI Mengubah Profesi Arsitek?

Titipan Profesi UMI: AI dapat membantu menghasilkan rancangan, tetapi arsitektur tetap membutuhkan manusia untuk memahami kehidupan, lingkungan, martabat, dan masa depan ruang yang dibangun.

MAKASSAR, umi.ac.id — Sebuah rumah bukan hanya kumpulan dinding dan atap.

Sebuah sekolah bukan sekadar ruang belajar.

Sebuah masjid bukan hanya bangunan tempat berkumpul.

Sebuah rumah sakit bukan sekadar tempat pelayanan kesehatan.

Di dalam setiap ruang, ada kehidupan yang tumbuh. Ada anak-anak yang belajar. Ada keluarga yang berkumpul. Ada manusia yang bekerja. Ada doa yang dipanjatkan. Ada orang yang datang membawa kecemasan dan berharap pulang dengan keadaan lebih baik. Karena itu, arsitektur tidak pernah hanya berbicara tentang bentuk. Arsitektur berbicara tentang bagaimana manusia hidup di dalam sebuah ruang.

Kini Artificial Intelligence (AI) memasuki dunia arsitektur. Teknologi dapat membantu menghasilkan alternatif rancangan, visualisasi, simulasi, analisis data, dan berbagai proses perencanaan yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang. Kemampuan tersebut membuka ruang kreativitas yang semakin luas. Namun semakin besar kemampuan teknologi menghasilkan desain, semakin penting satu pertanyaan: Siapa yang menentukan apakah sebuah ruang benar-benar layak dihuni manusia?

Universitas Muslim Indonesia (UMI) memandang bahwa AI dapat memperbesar kemampuan seorang arsitek, tetapi teknologi tidak menghapus tanggung jawab profesional untuk memahami manusia, konteks, lingkungan, keselamatan, keberlanjutan, budaya, dan dampak jangka panjang sebuah rancangan. Sebab sebuah desain tidak berhenti ketika gambar selesai. Desain baru memperoleh makna ketika manusia mulai hidup di dalamnya.

Rektor UMI: Bangunan Terbaik Bukan Selalu yang Paling Megah

Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa arsitektur yang baik harus berangkat dari kepedulian terhadap kehidupan manusia. Perkembangan AI dan teknologi desain perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas perencanaan. Namun ukuran sebuah karya arsitektur tidak boleh berhenti pada kemegahan visual.

“Bangunan terbaik bukan selalu yang paling tinggi atau paling megah. Bangunan terbaik adalah yang membuat manusia merasa aman, nyaman, dihargai, dan memiliki ruang untuk bertumbuh. Karena itu, UMI ingin melahirkan arsitek yang mampu memadukan kreativitas, teknologi, keberlanjutan, dan nilai kemanusiaan.”

Pandangan tersebut menempatkan teknologi bukan sebagai pengganti kreativitas manusia, tetapi sebagai instrumen untuk memperluas kemampuan seorang arsitek dalam menjawab persoalan. AI memperluas kemungkinan desain. Manusia menentukan nilai dan dampaknya.

Arsitektur adalah Amanah Memakmurkan Bumi

Allah SWT berfirman dalam QS. Hud ayat 61, yang mengingatkan bahwa manusia diciptakan dari bumi dan diberi amanah untuk memakmurkannya. Pesan tersebut memberikan perspektif penting bagi profesi yang secara langsung membentuk lingkungan binaan.

Membangun tidak cukup dimaknai sebagai mendirikan sesuatu.

Membangun berarti menghadirkan kemanfaatan dengan tetap mempertimbangkan kehidupan manusia dan lingkungan.

Sebab sebuah bangunan dapat digunakan puluhan tahun. Sebuah kawasan dapat membentuk perilaku masyarakat selama beberapa generasi dan keputusan desain yang dibuat hari ini dapat meninggalkan konsekuensi lingkungan jauh setelah perancangnya tidak lagi berada di sana. Karena itu: Arsitektur adalah keputusan hari ini yang akan dihuni oleh masa depan.

Arsitek Masa Depan Membutuhkan Kompetensi Baru

Wakil Rektor III Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. Kamal Hijaz, S.H., M.H., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut pendidikan arsitektur terus beradaptasi. Mahasiswa perlu memahami perkembangan teknologi digital, pemodelan, data, dan pemanfaatan AI yang relevan dengan proses arsitektur. Namun kemampuan teknologi harus berjalan bersama kepekaan terhadap manusia dan lingkungan.

“Setiap rancangan akan memengaruhi cara manusia hidup, berinteraksi, bekerja, dan membangun komunitas. Karena itu, arsitek harus mampu merancang dengan ilmu sekaligus empati.”

Di era AI, arsitek tidak hanya dituntut mampu menghasilkan desain. Arsitek semakin membutuhkan kemampuan untuk merumuskan persoalan, memahami konteks, mengevaluasi alternatif, berkolaborasi lintas disiplin, mempertimbangkan dampak, dan mengambil keputusan desain secara bertanggung jawab. Pertanyaannya karena itu bukan: “AI atau arsitek?”, Tetapi: “Bagaimana arsitek menggunakan AI untuk menciptakan ruang yang semakin manusiawi dan berkelanjutan?”

Dari Menggambar Bangunan Menuju Merancang Kehidupan

Di sinilah makna profesi arsitek menjadi lebih luas. Ketika merancang rumah, arsitek tidak hanya menentukan posisi dinding, pintu, dan jendela. Ia ikut memengaruhi bagaimana keluarga berinteraksi di dalamnya.

Ketika merancang sekolah, ia ikut menentukan bagaimana ruang mendukung anak belajar dan bertumbuh.

Ketika merancang rumah sakit, keputusan tentang akses, sirkulasi, pencahayaan, kenyamanan, dan ruang pelayanan akan bersentuhan langsung dengan pengalaman manusia.

Ketika merancang ruang publik, ia ikut menentukan apakah masyarakat mempunyai tempat yang aman dan inklusif untuk berinteraksi.

Dan ketika ikut merancang kota, keputusan hari ini dapat membentuk pola kehidupan generasi berikutnya. Karena itu: Arsitek tidak hanya merancang ruang. Arsitek ikut merancang pengalaman hidup manusia.

Karakter Menjadi Fondasi sebelum Teknologi

Di UMI, proses tersebut tidak hanya dibangun melalui penguasaan kompetensi profesional. Melalui Program Pencerahan Qalbu, mahasiswa diperkenalkan pada pemahaman bahwa ilmu dan karya merupakan amanah. Melalui budaya Kampus Ilmu dan Ibadah, profesionalisme dipertemukan dengan akhlak dan tanggung jawab. Melalui gerakan kampus berintegritas dan budaya antigratifikasi, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya kejujuran dalam menjalankan tanggung jawab profesional. Sebab sebuah keputusan desain dapat menyangkut anggaran, keselamatan, lingkungan, aksesibilitas, kepentingan publik, bahkan kualitas kehidupan manusia dalam jangka panjang. Semakin besar karya yang dibangun, semakin besar pula amanah yang menyertainya.

UMI Connection: Ketika Teknologi Bertemu Kemanusiaan

Transformasi digital membuka kemungkinan baru dalam pendidikan dan profesi arsitektur. Data dapat membantu memahami kebutuhan. AI dapat membantu mengeksplorasi alternatif. Teknologi digital dapat meningkatkan kolaborasi. Simulasi dapat membantu mengevaluasi berbagai kemungkinan sebelum keputusan diterapkan. Semua kemampuan tersebut perlu dipahami oleh generasi arsitek masa depan. Dalam konteks inilah: Universitas Muslim Indonesia (UMI) menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University melalui UMI Connection.

UMI Connection menjadi bagian dari transformasi yang menghubungkan manusia, data, proses, dan teknologi untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang semakin adaptif. Namun teknologi tetap ditempatkan sebagai instrumen untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Karena dalam arsitektur:

Desain bertemu kehidupan.

Kreativitas bertemu tanggung jawab.

Teknologi bertemu keberlanjutan.

Ruang bertemu martabat manusia.

Dari Bangunan Menuju Peradaban

Pembentukan tersebut berjalan dalam kerangka Catur Dharma UMI, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter. Dengan perspektif tersebut, pendidikan arsitektur tidak cukup hanya melahirkan orang yang mampu menghasilkan rancangan menarik. Pendidikan harus ikut membentuk manusia yang memahami bahwa setiap ruang yang dibangun akan menjadi bagian dari perjalanan hidup manusia lain. Dan di sinilah terdapat perbedaan penting antara membangun bangunan dan membangun peradaban.

Bangunan adalah objek yang didirikan. Peradaban lahir ketika ruang memungkinkan manusia hidup lebih aman, sehat, bermartabat, produktif, terhubung, dan berkelanjutan. Arsitektur menjadi peradaban ketika ruang yang dibangun membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Kelak, Ketika Engkau Merancang

Kepada mahasiswa yang bercita-cita menjadi arsitek, Universitas Muslim Indonesia menitipkan sebuah pesan.

Kelak…

Ketika engkau merancang sebuah rumah, jangan hanya melihat denahnya. Bayangkan keluarga yang akan membesarkan anak-anaknya di sana.

Ketika engkau merancang sebuah sekolah, jangan hanya menghitung ruang kelasnya. Bayangkan generasi yang akan menemukan masa depannya di dalamnya.

Ketika engkau merancang sebuah rumah sakit, jangan hanya melihat fungsi bangunannya. Bayangkan manusia yang datang membawa kecemasan dan keluarga yang menunggu dengan harapan.

Ketika engkau merancang ruang publik, pikirkan mereka yang sering tidak diperhitungkan: anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, pejalan kaki, dan manusia dengan kebutuhan yang berbeda.

Dan ketika suatu hari engkau ikut merancang sebuah kota, jangan hanya memikirkan manusia yang hidup hari ini. Pikirkan pula generasi yang belum lahir.

Gunakan AI.

Pelajari teknologi baru.

Eksplorasi sebanyak mungkin kemungkinan desain. Tetapi setelah mesin memberikan seribu alternatif, tetap ajukan satu pertanyaan yang sangat manusiawi: “Untuk siapa ruang ini dibangun, dan kehidupan seperti apa yang ingin kita tumbuhkan di dalamnya?”. Karena pada akhirnya, arsitek tidak hanya menggambar ruang. Arsitek ikut menentukan bagaimana manusia akan menjalani kehidupannya di dalam ruang tersebut.

Itulah Titipan Profesi dari Universitas Muslim Indonesia. Arsitek terbaik bukan semata-mata mereka yang menghasilkan bangunan paling indah atau paling megah. Arsitek terbaik adalah mereka yang mampu mempertemukan ilmu, kreativitas, teknologi, empati, integritas, dan keberlanjutan untuk menghadirkan ruang yang memuliakan manusia dan menjaga bumi. AI dapat membantu menghasilkan sebuah rancangan. Tetapi manusia harus menentukan untuk siapa, untuk apa, dan dengan dampak seperti apa rancangan itu diwujudkan.

Dari sanalah sebuah gambar menjadi ruang. Ruang menjadi tempat kehidupan. Dan tempat kehidupan yang dirancang dengan ilmu dan tanggung jawab dapat menjadi bagian dari sebuah peradaban.

UMI Connection — Menghubungkan Data. Menguatkan Manusia. Membangun Masa Depan. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
STISIP Veteran Palopo
Pemerintah Kota Ternate
Bank Sulselbar Syariah
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Alliance Française de Makassar
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Mega Buana
Universitas Muhammadiyah Palopo
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Pemerintah Kabupaten Gowa
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Tribun Timur
Sanjivani University
Universiti Malaysia Terengganu
Politeknik Sorowako
Detik.com
Junior Chamber International Indonesia
Griffith University
Istanbul Sabahattin Zaim University
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Hasanuddin
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Politeknik Keuangan Negara STAN
Institut Leimena
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Perbanas Institute
PT Kogas Driyap Konsultan
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Bank Syariah Nasional
Marinduque State University
Bank Panin Dubai Syariah
Pemerintah Kota Makassar
Bank Sulselbar
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Ruijie Networks Co., Ltd.
AMDA International
Universitas Islam Sumatera Utara
Universitas Islam Bandung
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
ITBM Malaysia
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Bank CIMB Niaga Syariah
University Of Michigan - Ann Arbo
Bank Muamalat
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universitas Islam Riau
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Alkhairaat Palu
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Pemerintah Kabupaten Bombana
Universitas Ibnu Sina
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
STISIP Veteran Palopo
Pemerintah Kota Ternate
Bank Sulselbar Syariah
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Alliance Française de Makassar
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Mega Buana
Universitas Muhammadiyah Palopo
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Pemerintah Kabupaten Gowa
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Tribun Timur
Sanjivani University
Universiti Malaysia Terengganu
Politeknik Sorowako
Detik.com
Junior Chamber International Indonesia
Griffith University
Istanbul Sabahattin Zaim University
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Hasanuddin
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Politeknik Keuangan Negara STAN
Institut Leimena
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Perbanas Institute
PT Kogas Driyap Konsultan
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Bank Syariah Nasional
Marinduque State University
Bank Panin Dubai Syariah
Pemerintah Kota Makassar
Bank Sulselbar
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Ruijie Networks Co., Ltd.
AMDA International
Universitas Islam Sumatera Utara
Universitas Islam Bandung
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
ITBM Malaysia
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Bank CIMB Niaga Syariah
University Of Michigan - Ann Arbo
Bank Muamalat
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universitas Islam Riau
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Alkhairaat Palu
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Pemerintah Kabupaten Bombana
Universitas Ibnu Sina
Politeknik Dewantara
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Universitas Islam Al-Azhar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
PT Jasa Raharja
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Politeknik Cendana
Erzurum Technical University
Kementerian Hukum RI
Hiroshima University
Universiti Kebangsaan Malaysia
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Cokroaminoto Palopo
Bank Mandiri
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Bank Mega Syariah
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Politeknik Palopo
Universitas Kurnia Jaya Persada
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Online Scholarship Competition (OSC)
Rakyat Sulsel
Universiti Malaya
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Bank Syariah Indonesia
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
National University of Singapore
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Bank Rakyat Indonesia
PT Nas Media Indonesia
PT Indosat Tbk
PT Putra Mekongga Sejahtera
Universitas Lamappapoleonro
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Universitas Balikpapan
PT Zahir Internasional
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Binaskil Academy Malaysia
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Institut Teknologi Bandung
Universiti Sains Islam Malaysia
Bank Negara Indonesia
PT Marlip Indo Mandiri
Universitas Andi Djemma
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Politeknik Dewantara
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Universitas Islam Al-Azhar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
PT Jasa Raharja
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Politeknik Cendana
Erzurum Technical University
Kementerian Hukum RI
Hiroshima University
Universiti Kebangsaan Malaysia
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Cokroaminoto Palopo
Bank Mandiri
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Bank Mega Syariah
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Politeknik Palopo
Universitas Kurnia Jaya Persada
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Online Scholarship Competition (OSC)
Rakyat Sulsel
Universiti Malaya
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Bank Syariah Indonesia
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
National University of Singapore
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Bank Rakyat Indonesia
PT Nas Media Indonesia
PT Indosat Tbk
PT Putra Mekongga Sejahtera
Universitas Lamappapoleonro
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Universitas Balikpapan
PT Zahir Internasional
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Binaskil Academy Malaysia
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Institut Teknologi Bandung
Universiti Sains Islam Malaysia
Bank Negara Indonesia
PT Marlip Indo Mandiri
Universitas Andi Djemma
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna