78 Ribu Proposal Berebut Pendanaan, LP2S UMI Ditantang Naik Kelas dalam Kompetisi Riset Nasional
MAKASSAR, umi.ac.id —Persaingan pendanaan riset tingkat nasional yang kian ketat tak menyurutkan langkah Universitas Muslim Indonesia (UMI) untuk terus mengambil peran kepemimpinan sains.
Menjawab tantangan dari 78.818 proposal riset nasional yang memperebutkan pendanaan tahun 2026, UMI menegaskan kesiapannya untuk "naik kelas" melalui penguatan kualitas, kolaborasi internasional, dan hilirisasi inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam LP2S Transformation & Impact Strategic Forum 2026 yang berlangsung pada 1–2 September 2026 di Menara Kampus UMI Makassar.
Forum penyusunan Rencana Operasional (Renop) LP2S UMI 2026–2031 ini menghadirkan Erlin Puspaputri, M.Sc., perwakilan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiksaintek RI.
Akselerasi PUI-PT dan Kolaborasi Internasional
Dalam paparannya, Erlin Puspaputri mengungkapkan bahwa dari total 78,8 ribu proposal baru tahun ini, hanya 10.302 proposal yang lolos didanai dengan pagu Rp1,029 triliun. Data ini menuntut perguruan tinggi untuk menggeser fokus dari kuantitas menjadi keunggulan mutu riset.
Salah satu fokus utama yang didorong Kemendiksaintek RI adalah pengembangan Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) serta pemanfaatan pendanaan kerja sama internasional, seperti skema joint funding dan program PHC Nusantara yang melibatkan early-career researchers dan mahasiswa doktoral.
"PUI-PT tidak sekadar berbicara tentang aktivitas penelitian, melainkan rekam jejak, fokus yang jelas, orientasi produk, hingga output, outcome, dan impact yang terukur bagi masyarakat," papar alumni University of Groningen tersebut.
Bukan Sekadar Proposal: Riset UMI Berorientasi Dampak
Merespons hal itu, Sekretaris LP2S UMI Prof. Dr. Ir. Andi Aladin, MT. menegaskan bahwa peta jalan riset UMI telah selaras dengan arah kebijakan nasional. Melalui kerangka UMI Connection, UMI mendorong para penelitinya agar tidak berhenti pada pencapaian administratif semata.
"Perspektif ini sejalan dengan arah transformasi LP2S UMI: riset tidak boleh berhenti pada proposal dan publikasi, tetapi harus bergerak menuju keunggulan, hilirisasi, dan dampak nyata. Di tengah kompetisi yang ketat, UMI tidak cukup hanya mendorong kuantitas, tetapi menghasilkan riset yang unggul, kompetitif, kolaboratif, dan berdampak," tegasnya.
Melalui integrasi strategi ini ke dalam Renop LP2S UMI 2026–2031, UMI semakin mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi Islam terdepan yang siap mengakselerasi inovasi, memperluas jejaring global, dan menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan bangsa.
LP2S Transformation & Impact Strategic Forum 2026 diikuti peserta mulai dari Ketua LP2S UMI Prof. Dr. Ir. H. Muh. Hattah Fattah, MS., para Kepala Pusat LP2S UMI, para Tenaga Kependidikan LP2S UMI, Peneliti Fakultas, Peneliti PPs-UMI, JK Research Center UMI, Narasumber Pekerti/AA, Ketua LPM, Ketua LPkM, Saince Techno Park, MIIB UMI, Reviewer Etik Penelitian, dan BAUP UMI.
(HUMAS)























































































































