UMI Connection Wednesday, 19 August 2026

#8 UMIConnection - Titipan Profesi: Apa Peran Akuntan di Era AI?

Anisa Safitri 589 dilihat 3 menit baca
#8 UMIConnection - Titipan Profesi: Apa Peran Akuntan di Era AI?

Titipan Profesi UMI: AI dapat mengolah jutaan transaksi dan menemukan pola, tetapi integritas, pertimbangan profesional, dan tanggung jawab atas informasi tetap membutuhkan manusia.

MAKASSAR, umi.ac.id — Sebuah laporan keuangan sering terlihat sebagai kumpulan angka. Pendapatan. Biaya. Aset. Liabilitas. Laba. Arus kas.

Namun di balik angka-angka tersebut terdapat cerita tentang aktivitas sebuah organisasi. Ada hasil kerja banyak orang. Ada kepercayaan pemilik dan pemangku kepentingan. Ada keputusan investasi. Ada keberlangsungan usaha. Ada kewajiban kepada masyarakat dan negara. Karena itu, akuntansi tidak pernah hanya berbicara tentang menghitung angka. Akuntansi berbicara tentang bagaimana informasi dapat dipercaya.

Kini Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah berbagai proses dalam akuntansi. Teknologi dapat membantu memproses transaksi dalam jumlah besar, melakukan analisis data, mengidentifikasi pola dan anomali, mengotomasi sebagian pekerjaan rutin, serta membantu profesional memperoleh informasi lebih cepat.

Pekerjaan dapat menjadi lebih efisien.

Analisis dapat menjadi lebih luas.

Tetapi semakin besar kemampuan teknologi mengolah data, semakin penting satu pertanyaan: Siapa yang bertanggung jawab memastikan bahwa informasi tersebut benar, objektif, dan dapat dipercaya? Universitas Muslim Indonesia (UMI) memandang bahwa akuntan masa depan perlu menguasai teknologi, analitik data, sistem informasi, dan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. Namun seluruh kemampuan tersebut harus berdiri di atas satu fondasi: Integritas.

Rektor UMI: AI Mengolah Data, Akuntan Menjaga Kepercayaan

Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa kepercayaan merupakan salah satu fondasi utama profesi akuntansi. Teknologi dapat mempercepat proses pengolahan informasi. Namun kualitas informasi tidak hanya ditentukan oleh kecepatan sistem.

“Artificial Intelligence dapat membantu mengolah data, tetapi tidak menggantikan tanggung jawab profesional untuk menjaga kejujuran informasi. Karena itu, UMI ingin melahirkan akuntan yang kompeten, transparan, berintegritas, dan dapat dipercaya.”

Di era AI, menurut Rektor UMI, kemampuan teknis tetap penting. Namun semakin canggih alat yang digunakan, semakin besar kebutuhan terhadap manusia yang mampu memverifikasi, mempertanyakan, menilai konteks, menjaga objektivitas, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. AI dapat mempercepat pengolahan angka. Integritas menentukan apakah angka itu layak dipercaya.

Di Balik Angka Ada Amanah

Allah SWT mengingatkan dalam QS. Al-Ma’idah ayat 8 tentang kewajiban berlaku adil dan menegakkan kebenaran. Nilai tersebut relevan dengan profesi yang memperoleh kepercayaan untuk mengelola, memeriksa, menganalisis, atau menyajikan informasi yang menjadi dasar keputusan orang lain. Rasulullah SAW juga memberikan peringatan keras terhadap tindakan menipu sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Muslim. Dalam konteks profesi, pesan tersebut memberikan satu prinsip yang sederhana tetapi mendasar: Kejujuran bukan tambahan bagi kompetensi. Kejujuran adalah bagian dari kompetensi itu sendiri. Sebab informasi yang sangat presisi secara teknis tetap dapat menyesatkan apabila manusia yang mengelolanya kehilangan integritas.

AI Mengubah Pekerjaan Akuntan, Bukan Menghapus Tanggung Jawabnya

Wakil Rektor III Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. Kamal Hijaz, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pendidikan akuntansi perlu mempersiapkan mahasiswa menghadapi transformasi profesi. Mahasiswa perlu memahami sistem informasi akuntansi, analitik data, audit digital, teknologi finansial, dan pemanfaatan AI yang relevan dengan bidang profesinya. Namun transformasi tersebut harus berjalan bersama penguatan karakter.

“Mahasiswa perlu menguasai teknologi, tetapi mereka juga harus memahami bahwa kualitas seorang akuntan ditentukan oleh kejujuran, objektivitas, kompetensi, dan keberaniannya menjaga kebenaran ketika menghadapi tekanan.”

Karena itu, pertanyaan masa depan bukan sekadar: “Apakah AI akan menggantikan akuntan?”. Pertanyaan yang lebih produktif adalah: “Pekerjaan apa yang dapat dibantu AI, dan nilai profesional apa yang justru semakin penting ketika teknologi mengambil alih pekerjaan rutin?”. Di sinilah profesi akuntan bergerak dari sekadar pengolah angka menuju peran yang semakin kuat dalam analisis, assurance, interpretasi, pengendalian, pertimbangan profesional, dan pengambilan keputusan berbasis informasi.

Ketika Mesin Menghasilkan Jawaban, Akuntan Harus Berani Bertanya

Ada satu kompetensi yang menjadi semakin penting di era AI: professional skepticism — sikap kritis profesional. Ketika sistem menghasilkan angka, seorang akuntan tidak cukup hanya menerima hasilnya. Ia perlu bertanya: Apakah datanya benar? Apakah sumbernya dapat dipercaya? Apakah ada informasi yang tidak lengkap? Apakah terdapat anomali? Apakah asumsi yang digunakan tepat? Apakah hasil tersebut sesuai konteks? Dan apakah informasi yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan?

Karena itu, AI tidak membuat kemampuan berpikir manusia menjadi kurang penting. Justru sebaliknya. Ketika mesin semakin cepat memberi jawaban, manusia harus semakin cerdas mengajukan pertanyaan.

Membangun Integritas Sebelum Mengelola Angka

Di UMI, pembentukan tersebut tidak hanya ditempatkan pada penguasaan kompetensi akademik. Melalui Program Pencerahan Qalbu, mahasiswa diperkenalkan pada pemahaman bahwa setiap amanah pada akhirnya membawa pertanggungjawaban. Melalui budaya Kampus Ilmu dan Ibadah, profesionalisme dipertemukan dengan nilai spiritual dan akhlak. Melalui gerakan kampus berintegritas dan budaya antigratifikasi, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya menjaga kejujuran ketika berhadapan dengan kepentingan dan tekanan. Sebab ujian terbesar integritas sering kali bukan ketika seseorang tidak mengetahui mana yang benar. Ujian integritas datang ketika seseorang mengetahui yang benar, tetapi mempunyai kesempatan atau tekanan untuk memilih sebaliknya.

UMI Connection: Dari Data Menuju Keputusan yang Dapat Dipercaya

Profesi akuntansi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan transformasi berbasis data.

Data yang terfragmentasi dapat menghasilkan gambaran yang tidak utuh.

Data yang tidak akurat dapat menghasilkan keputusan yang keliru.

Dan data yang tidak memiliki akuntabilitas dapat melemahkan kepercayaan.

Karena itu, transformasi digital bukan hanya persoalan memindahkan pekerjaan ke sistem elektronik. Dalam konteks inilah: Universitas Muslim Indonesia (UMI) menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University melalui UMI Connection. UMI Connection dikembangkan dengan prinsip Satu Data, Satu Arah, Satu Kecepatan, Satu Peradaban, termasuk membangun budaya tata kelola yang semakin berbasis data, terintegrasi, transparan, dan akuntabel.

Bagi calon profesional akuntansi, transformasi tersebut membawa pelajaran penting:

Data bertemu kejujuran.

Teknologi bertemu akuntabilitas.

Efisiensi bertemu transparansi.

Profesionalisme bertemu amanah.

Tujuan akhirnya bukan sekadar menghasilkan semakin banyak data. Tujuannya adalah menghasilkan informasi yang semakin layak dipercaya untuk mengambil keputusan.

Akuntan sebagai Penjaga Kepercayaan Informasi

Pembentukan tersebut berjalan dalam kerangka Catur Dharma UMI, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter. Dengan perspektif tersebut, pendidikan akuntansi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang mampu mengelola angka. UMI ingin membentuk profesional yang mampu memahami bahwa setiap angka memiliki konteks, setiap laporan dapat memengaruhi keputusan, dan setiap informasi membawa tanggung jawab. Di sinilah terdapat pergeseran penting profesi akuntan di era AI:

Dari pencatat menuju analis.

Dari pengolah menuju penafsir.

Dari pekerjaan rutin menuju pertimbangan profesional.

Dari sekadar menghasilkan laporan menuju menjaga kepercayaan terhadap informasi.

Kelak, Ketika Angka Berada di Tanganmu

Kepada mahasiswa yang bercita-cita menjadi akuntan, auditor, konsultan, profesional keuangan, entrepreneur, maupun pemimpin organisasi, Universitas Muslim Indonesia menitipkan sebuah pesan.

Kelak…

Ketika engkau menyusun sebuah laporan, ingatlah bahwa seseorang mungkin mengambil keputusan berdasarkan informasi yang engkau sajikan.

Ketika menemukan kesalahan, jangan menyembunyikannya.

Ketika menemukan sesuatu yang tidak wajar, jangan takut bertanya.

Ketika menghadapi tekanan, jangan menjual kebenaran untuk kenyamanan sesaat.

Gunakan teknologi. Pelajari AI. Kuasai analitik data. Pahami sistem digital. Tetapi ketika angka berbicara, pastikan ia berbicara dengan jujur. Sebab angka dapat berubah. Keuntungan dapat naik dan turun. Standar akan berkembang. Teknologi akan berganti. Tetapi ketika kepercayaan hilang, membangunnya kembali membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang daripada menghancurkannya.

Itulah Titipan Profesi dari Universitas Muslim Indonesia. Akuntan terbaik bukan hanya mereka yang paling cepat menghitung atau paling mahir menggunakan teknologi. Akuntan terbaik adalah mereka yang mampu mempertemukan kompetensi, teknologi, ketelitian, objektivitas, keberanian profesional, dan integritas untuk menghasilkan informasi yang dapat dipercaya.

Karena di balik angka selalu ada manusia.

Di balik informasi ada keputusan.

Dan di balik setiap amanah, ada pertanggungjawaban.

AI dapat mengolah miliaran angka.

Integritas menentukan apakah angka-angka itu layak dipercaya.

UMI Connection — Menghubungkan Data. Menguatkan Manusia. Membangun Masa Depan. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Universiti Sains Islam Malaysia
Politeknik Palopo
Universitas Islam Bandung
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Tribun Timur
Universitas Alkhairaat Palu
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Rakyat Sulsel
PT Marlip Indo Mandiri
Pemerintah Kota Ternate
Istanbul Sabahattin Zaim University
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
PT Zahir Internasional
Pemerintah Kota Makassar
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Politeknik Cendana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Perbanas Institute
Politeknik Dewantara
Politeknik Sorowako
Bank Panin Dubai Syariah
Alliance Française de Makassar
Universiti Malaya
Pemerintah Kabupaten Gowa
Sanjivani University
PT Putra Mekongga Sejahtera
Universitas Cokroaminoto Palopo
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Universitas Ibnu Sina
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Universitas Kurnia Jaya Persada
PT Jasa Raharja
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Hiroshima University
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Bank Mega Syariah
Kementerian Hukum RI
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
STISIP Veteran Palopo
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Junior Chamber International Indonesia
Universitas Islam Sumatera Utara
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Bank Muamalat
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Erzurum Technical University
PT Kogas Driyap Konsultan
PT Nas Media Indonesia
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Universitas Mega Buana
Universiti Sains Islam Malaysia
Politeknik Palopo
Universitas Islam Bandung
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Tribun Timur
Universitas Alkhairaat Palu
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Rakyat Sulsel
PT Marlip Indo Mandiri
Pemerintah Kota Ternate
Istanbul Sabahattin Zaim University
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
PT Zahir Internasional
Pemerintah Kota Makassar
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Politeknik Cendana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Perbanas Institute
Politeknik Dewantara
Politeknik Sorowako
Bank Panin Dubai Syariah
Alliance Française de Makassar
Universiti Malaya
Pemerintah Kabupaten Gowa
Sanjivani University
PT Putra Mekongga Sejahtera
Universitas Cokroaminoto Palopo
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Universitas Ibnu Sina
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Universitas Kurnia Jaya Persada
PT Jasa Raharja
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Hiroshima University
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Bank Mega Syariah
Kementerian Hukum RI
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
STISIP Veteran Palopo
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Junior Chamber International Indonesia
Universitas Islam Sumatera Utara
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Bank Muamalat
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Erzurum Technical University
PT Kogas Driyap Konsultan
PT Nas Media Indonesia
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Universitas Mega Buana
AMDA International
Detik.com
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Andi Djemma
Universiti Kebangsaan Malaysia
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Mandiri
Bank Negara Indonesia
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Bank Sulselbar
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Universitas Islam Al-Azhar
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Universitas Lamappapoleonro
Binaskil Academy Malaysia
Marinduque State University
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Institut Leimena
Politeknik Keuangan Negara STAN
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Pemerintah Kabupaten Pinrang
National University of Singapore
University Of Michigan - Ann Arbo
Institut Teknologi Bandung
Badan Riset dan Inovasi Nasional
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universiti Malaysia Terengganu
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
PT Indosat Tbk
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Pemerintah Kabupaten Bombana
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Bank Syariah Nasional
Bank Sulselbar Syariah
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universitas Islam Riau
Bank CIMB Niaga Syariah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Universitas Balikpapan
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Universitas Hasanuddin
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
ITBM Malaysia
Bank Rakyat Indonesia
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Ruijie Networks Co., Ltd.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Bank Syariah Indonesia
Universitas Muhammadiyah Parepare
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Muhammadiyah Palopo
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Griffith University
AMDA International
Detik.com
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Andi Djemma
Universiti Kebangsaan Malaysia
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Mandiri
Bank Negara Indonesia
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Bank Sulselbar
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Universitas Islam Al-Azhar
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Universitas Lamappapoleonro
Binaskil Academy Malaysia
Marinduque State University
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Institut Leimena
Politeknik Keuangan Negara STAN
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Pemerintah Kabupaten Pinrang
National University of Singapore
University Of Michigan - Ann Arbo
Institut Teknologi Bandung
Badan Riset dan Inovasi Nasional
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universiti Malaysia Terengganu
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
PT Indosat Tbk
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Pemerintah Kabupaten Bombana
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Bank Syariah Nasional
Bank Sulselbar Syariah
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universitas Islam Riau
Bank CIMB Niaga Syariah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Universitas Balikpapan
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Universitas Hasanuddin
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
ITBM Malaysia
Bank Rakyat Indonesia
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Ruijie Networks Co., Ltd.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Bank Syariah Indonesia
Universitas Muhammadiyah Parepare
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Muhammadiyah Palopo
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Griffith University