UMI Connection Wednesday, 19 August 2026

#9 UMIConnection - Titipan Profesi: Seperti Apa Pemimpin yang Dibutuhkan di Era AI?

Anisa Safitri 604 dilihat 3 menit baca
#9 UMIConnection - Titipan Profesi: Seperti Apa Pemimpin yang Dibutuhkan di Era AI?

Titipan Profesi UMI: AI dapat memperkuat analisis dan memberikan rekomendasi, tetapi kepemimpinan tetap membutuhkan kebijaksanaan, keberanian moral, keteladanan, dan kesediaan memikul tanggung jawab.

MAKASSAR, umi.ac.id — Tidak pernah dalam sejarah manusia seorang pemimpin memiliki akses terhadap informasi sebanyak hari ini. Artificial Intelligence (AI) dapat membantu menganalisis data dalam jumlah besar, mengenali pola, menyusun proyeksi, menghitung risiko, hingga menghasilkan berbagai alternatif sebagai bahan pertimbangan.

Data semakin tersedia.

Analisis semakin cepat.

Pilihan semakin banyak.

Namun justru ketika teknologi mampu memberikan semakin banyak rekomendasi, muncul pertanyaan yang jauh lebih penting: Ketika sebuah keputusan berdampak pada kehidupan banyak manusia, siapa yang bersedia memikul tanggung jawab atas keputusan tersebut?

Di situlah kepemimpinan menemukan maknanya. Universitas Muslim Indonesia (UMI) memandang bahwa kepemimpinan masa depan tidak cukup hanya membutuhkan manusia yang cerdas dan menguasai teknologi. Pemimpin harus mampu mendengar sebelum memutuskan, memahami sebelum menilai, menyatukan ketika terjadi perbedaan, berani mengambil keputusan ketika keadaan sulit, dan bersedia mempertanggungjawabkan konsekuensinya. Sebab teknologi dapat memberikan pilihan. Tetapi kepemimpinan menentukan pilihan mana yang layak diperjuangkan.

Rektor UMI: AI Memberi Rekomendasi, Pemimpin Memikul Amanah

Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa teknologi harus menjadi instrumen untuk memperkuat kualitas kepemimpinan, bukan tempat bagi manusia memindahkan tanggung jawab. Data dapat membantu seorang pemimpin memahami persoalan. AI dapat memperluas kemampuan analisis. Teknologi dapat mempercepat pelayanan dan pengambilan keputusan. Namun keputusan tetap membawa konsekuensi.

“Artificial Intelligence dapat memperkuat analisis. Data dapat memperjelas pilihan. Tetapi keputusan tetap membutuhkan keberanian moral, tanggung jawab, dan komitmen menghadirkan kemaslahatan. Teknologi membantu pemimpin melihat pilihan; amanah menentukan bagaimana ia memilih.”

Karena itu, kepemimpinan di era AI bukan tentang siapa yang memiliki teknologi paling canggih. Kepemimpinan adalah tentang siapa yang mampu menggunakan kecanggihan tersebut secara benar, adil, dan bertanggung jawab. AI dapat memberikan rekomendasi. Pemimpin tetap harus memikul amanah keputusan.

Kepemimpinan Bukan Keistimewaan, tetapi Amanah

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa’ ayat 58, memerintahkan agar amanah disampaikan kepada yang berhak dan ketika menetapkan sesuatu di antara manusia dilakukan secara adil. Pesan tersebut menempatkan kepemimpinan bukan sebagai keistimewaan yang dapat digunakan sesuka hati. Kepemimpinan adalah amanah. Dan amanah menuntut keadilan, integritas, tanggung jawab, serta kesadaran bahwa kewenangan selalu memiliki konsekuensi.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa setiap manusia adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Karena itu, jabatan tidak membuat seseorang menjadi pemimpin. Jabatan memberikan kewenangan. Yang membuat seseorang layak disebut pemimpin adalah bagaimana ia menggunakan kewenangan tersebut.

Data Menunjukkan Keadaan, Kebijaksanaan Menentukan Tindakan

Wakil Rektor III Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. Kamal Hijaz, S.H., M.H., menjelaskan bahwa mahasiswa perlu dipersiapkan menghadapi dunia kepemimpinan yang semakin kompleks dan berbasis teknologi. Pemimpin masa depan perlu memahami perkembangan AI, data, perubahan global, dan berbagai instrumen baru dalam pengambilan keputusan. Namun kemampuan tersebut harus berjalan bersama kemampuan mendengarkan, berdialog, menghargai perbedaan, berkolaborasi, menjaga integritas, dan mengambil keputusan secara adil.

“Kepemimpinan bukan hanya kemampuan mengelola organisasi. Kepemimpinan adalah kemampuan menjaga kepercayaan, terutama ketika seorang pemimpin harus mengambil keputusan yang tidak mudah.”

Di sinilah terdapat batas penting antara intelligence dan wisdom. Data dapat menunjukkan apa yang sedang terjadi. Analitik dapat membantu menjelaskan mengapa sesuatu terjadi. AI dapat membantu memperkirakan apa yang mungkin terjadi. Tetapi manusia tetap harus menjawab: “Apa yang seharusnya kita lakukan?”. Itulah ruang kebijaksanaan.

Pemimpin Masa Depan Harus Mampu Bertanya kepada AI

Di era AI, kemampuan seorang pemimpin bukan hanya memperoleh jawaban. Pemimpin perlu mampu mengajukan pertanyaan yang tepat.

Apakah datanya lengkap?

Siapa yang mungkin tidak terwakili dalam data?

Apa risiko dari rekomendasi ini?

Siapa yang memperoleh manfaat?

Siapa yang mungkin terdampak?

Apa konsekuensi jangka panjangnya?

Apakah keputusan ini efisien sekaligus adil?

Dan yang paling penting: Apakah saya bersedia mempertanggungjawabkan keputusan ini?

Karena AI dapat menghasilkan rekomendasi berdasarkan data dan parameter yang diberikan. Tetapi pemimpin tetap membutuhkan critical judgment untuk menilai rekomendasi tersebut dalam konteks manusia, nilai, tujuan organisasi, dan kemaslahatan. Pemimpin masa depan bukan manusia yang paling banyak memiliki jawaban, tetapi manusia yang tahu pertanyaan apa yang tidak boleh diabaikan.

Kepemimpinan Dimulai Sebelum Memiliki Jabatan

Di UMI, kepemimpinan tidak dimulai ketika seseorang menjadi ketua, direktur, kepala daerah, CEO, atau pejabat. Kepemimpinan dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri. Melalui Program Pencerahan Qalbu, mahasiswa diperkenalkan pada pemahaman bahwa setiap amanah membawa pertanggungjawaban kepada manusia dan kepada Allah SWT. Melalui budaya Kampus Ilmu dan Ibadah, mahasiswa belajar bahwa keteladanan lahir dari kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Melalui gerakan kampus berintegritas dan budaya antigratifikasi, mahasiswa diperkenalkan pada keberanian menjaga kejujuran ketika berhadapan dengan kepentingan. Karena pemimpin yang tidak mampu memimpin dirinya sendiri akan kesulitan memperoleh kepercayaan untuk memimpin orang lain.

UMI Connection: Dari Data Menuju Kebijaksanaan Keputusan

Transformasi digital memberi pemimpin kemampuan yang semakin besar untuk memahami organisasi.

Data dapat diintegrasikan.

Proses dapat dipantau.

Masalah dapat diketahui lebih cepat.

Pola dapat dianalisis.

Risiko dapat diidentifikasi lebih dini.

Bahkan berbagai skenario masa depan dapat dibandingkan sebelum keputusan dibuat. Dalam konteks inilah: Universitas Muslim Indonesia (UMI) menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University melalui UMI Connection.

UMI Connection dikembangkan bukan sekadar sebagai digitalisasi layanan, tetapi sebagai arsitektur transformasi yang menghubungkan manusia, data, proses, dan pengambilan keputusan. Prinsipnya: Satu Data. Satu Arah. Satu Kecepatan. Satu Peradaban.

Satu Data agar keputusan bertumpu pada informasi yang dapat dipercaya.

Satu Arah agar energi organisasi bergerak menuju tujuan bersama.

Satu Kecepatan agar transformasi tidak meninggalkan unit atau manusia di belakang.

Dan Satu Peradaban agar seluruh teknologi, data, kebijakan, dan sumber daya pada akhirnya diarahkan untuk membangun manusia dan menghadirkan kemaslahatan. Karena tujuan akhir transformasi bukan menghasilkan dashboard yang semakin canggih. Tujuannya adalah menghasilkan keputusan yang semakin baik bagi manusia.

Dari Data-Driven Menuju Wisdom-Driven Leadership

Di sinilah UMI dapat memperkenalkan satu gagasan penting mengenai kepemimpinan masa depan. Organisasi modern membutuhkan data-driven leadership. Tetapi data saja tidak cukup. Pemimpin membutuhkan kemampuan mengubah: Data → Informasi → Pengetahuan → Pertimbangan → Kebijaksanaan → Keputusan → Dampak. Inilah yang dapat disebut: Wisdom-Driven Leadership — Kepemimpinan Berbasis Kebijaksanaan.

AI memperkuat intelligence.

Data memperkuat evidence.

Tetapi nilai, pengalaman, empati, integritas, dan pertanggungjawaban membantu manusia membangun wisdom. Karena keputusan terbaik bukan selalu keputusan yang paling cepat. Bukan pula selalu keputusan yang paling populer. Keputusan terbaik adalah keputusan yang berbasis informasi, dapat dipertanggungjawabkan, mempertimbangkan manusia, dan membawa organisasi menuju kemaslahatan jangka panjang.

UMI Mempersiapkan Entrepreneurial Leaders

Pembentukan tersebut berjalan melalui Catur Dharma UMI, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter. Dengan demikian, UMI tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk memperoleh profesi. UMI juga ingin membentuk entrepreneurial leaders: manusia yang mampu membaca perubahan, melihat peluang, menciptakan solusi, menggerakkan inovasi, mengambil tanggung jawab, dan menghadirkan manfaat. Karena setiap profesi pada akhirnya membutuhkan kepemimpinan.

Dokter memimpin keputusan profesionalnya.

Insinyur memimpin tanggung jawab atas rancangannya.

Guru memimpin ruang pembelajaran.

Pengusaha memimpin organisasi.

Akuntan memimpin integritas informasi.

Dan setiap manusia— memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.

Kelak, Jika Engkau Dipercaya Memimpin

Kepada seluruh mahasiswa Universitas Muslim Indonesia, apa pun program studinya, UMI menitipkan sebuah pesan.

Kelak... Jika engkau dipercaya memimpin, jangan jadikan jabatan sebagai tujuan. Jadikan jabatan sebagai kesempatan untuk melayani.

Gunakan data untuk memahami keadaan.

Gunakan ilmu untuk mencari solusi.

Gunakan AI untuk memperluas kemampuan.

Gunakan teknologi untuk mempercepat manfaat.

Dengarkan mereka yang berbeda pandangan. Jangan hanya mendengar orang yang selalu menyetujui keputusanmu. Dan ketika keadaan menjadi sulit, jangan gunakan teknologi, bawahan, prosedur, atau jabatan sebagai tempat bersembunyi dari tanggung jawab. Berdirilah di depan. Sebab di situlah pemimpin dibedakan dari sekadar pemegang jabatan.

Karena pada akhirnya… Pemimpin tidak dikenang karena berapa banyak perintah yang pernah dikeluarkannya. Pemimpin dikenang karena kepercayaan yang dijaganya, manusia yang ditumbuhkannya, keputusan yang membawa keadilan, dan kebaikan yang tetap hidup setelah kepemimpinannya berakhir.

Itulah Titipan Profesi dari Universitas Muslim Indonesia. Pemimpin terbaik bukan hanya mereka yang mampu membawa organisasi mencapai prestasi. Pemimpin terbaik adalah mereka yang mampu mempertemukan ilmu, data, teknologi, kebijaksanaan, keberanian, integritas, dan keteladanan untuk membawa manusia menuju kehidupan yang lebih baik. Data membantu pemimpin melihat. AI membantu pemimpin menganalisis. Kebijaksanaan membantu pemimpin memilih. Amanah membuat pemimpin berani bertanggung jawab.

UMI Connection — Menghubungkan Data. Menguatkan Manusia. Membangun Masa Depan. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Universitas Cokroaminoto Palopo
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Institut Teknologi Bandung
Politeknik Palopo
Universiti Sains Islam Malaysia
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Bank Mega Syariah
Universitas Islam Sumatera Utara
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Istanbul Sabahattin Zaim University
Sanjivani University
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
PT Kogas Driyap Konsultan
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Marinduque State University
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
PT Jasa Raharja
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
PT Putra Mekongga Sejahtera
Pemerintah Kota Ternate
Universitas Alkhairaat Palu
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Bank Syariah Nasional
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Rakyat Sulsel
University Of Michigan - Ann Arbo
PT Marlip Indo Mandiri
Bank Syariah Indonesia
Universitas Muhammadiyah Palopo
Pemerintah Kabupaten Bombana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Hasanuddin
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Kurnia Jaya Persada
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Balikpapan
Bank CIMB Niaga Syariah
Universiti Malaya
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Alliance Française de Makassar
STISIP Veteran Palopo
Pemerintah Kabupaten Gowa
Universitas Andi Djemma
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Bank Rakyat Indonesia
Hiroshima University
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Universitas Islam Riau
Bank Negara Indonesia
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Bank Panin Dubai Syariah
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
ITBM Malaysia
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Universitas Cokroaminoto Palopo
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Institut Teknologi Bandung
Politeknik Palopo
Universiti Sains Islam Malaysia
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Bank Mega Syariah
Universitas Islam Sumatera Utara
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Istanbul Sabahattin Zaim University
Sanjivani University
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
PT Kogas Driyap Konsultan
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Marinduque State University
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
PT Jasa Raharja
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
PT Putra Mekongga Sejahtera
Pemerintah Kota Ternate
Universitas Alkhairaat Palu
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Bank Syariah Nasional
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Rakyat Sulsel
University Of Michigan - Ann Arbo
PT Marlip Indo Mandiri
Bank Syariah Indonesia
Universitas Muhammadiyah Palopo
Pemerintah Kabupaten Bombana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Hasanuddin
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Kurnia Jaya Persada
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Balikpapan
Bank CIMB Niaga Syariah
Universiti Malaya
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Alliance Française de Makassar
STISIP Veteran Palopo
Pemerintah Kabupaten Gowa
Universitas Andi Djemma
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Bank Rakyat Indonesia
Hiroshima University
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Universitas Islam Riau
Bank Negara Indonesia
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Bank Panin Dubai Syariah
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
ITBM Malaysia
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
National University of Singapore
Griffith University
Politeknik Keuangan Negara STAN
Online Scholarship Competition (OSC)
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Islam Al-Azhar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Politeknik Sorowako
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Politeknik Cendana
Universitas Mega Buana
Bank Mandiri
PT Indosat Tbk
Universiti Kebangsaan Malaysia
Junior Chamber International Indonesia
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Ruijie Networks Co., Ltd.
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Binaskil Academy Malaysia
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
PT Zahir Internasional
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Universitas Ibnu Sina
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
PT Nas Media Indonesia
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Universitas Islam Bandung
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
AMDA International
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Perbanas Institute
Institut Leimena
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Universitas Muhammadiyah Parepare
Detik.com
Universiti Malaysia Terengganu
Universitas Lamappapoleonro
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Pemerintah Kota Makassar
Kementerian Hukum RI
Bank Sulselbar Syariah
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Bank Muamalat
Politeknik Dewantara
Tribun Timur
Bank Sulselbar
Erzurum Technical University
Badan Riset dan Inovasi Nasional
National University of Singapore
Griffith University
Politeknik Keuangan Negara STAN
Online Scholarship Competition (OSC)
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Islam Al-Azhar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Politeknik Sorowako
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Politeknik Cendana
Universitas Mega Buana
Bank Mandiri
PT Indosat Tbk
Universiti Kebangsaan Malaysia
Junior Chamber International Indonesia
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Ruijie Networks Co., Ltd.
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Binaskil Academy Malaysia
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
PT Zahir Internasional
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Universitas Ibnu Sina
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
PT Nas Media Indonesia
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Universitas Islam Bandung
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
AMDA International
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Perbanas Institute
Institut Leimena
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Universitas Muhammadiyah Parepare
Detik.com
Universiti Malaysia Terengganu
Universitas Lamappapoleonro
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Pemerintah Kota Makassar
Kementerian Hukum RI
Bank Sulselbar Syariah
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Bank Muamalat
Politeknik Dewantara
Tribun Timur
Bank Sulselbar
Erzurum Technical University
Badan Riset dan Inovasi Nasional