Apresiasi Karakter UMI, Ketum PB Mathla’ul Anwar: UMI Kampus Besar yang Menginspirasi
MAKASSAR, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan posisinya sebagai kiblat perguruan tinggi berprestasi dan berkarakter di Indonesia.
Komitmen tersebut terpancar saat UMI memfasilitasi gelaran Dialog Pengembangan Mathla'ul Anwar Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung hangat di Aula Pertemuan Lantai 6 Menara UMI, Makassar, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar, Dr. KH. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., yang hadir didampingi Anggota DPR RI, Ismail Bachtiar, S.K.M., M.M., serta Ketua Pengurus Wilayah (PW) Mathla’ul Anwar Sulsel, Dr. H. Hasanna Lawang Ibrahim, Lc., M.A.
Rombongan kehormatan tersebut disambut hangat oleh Rektor UMI yang diwakili Wakil Rektor IV UMI, Dr. KH. M. Ishaq Shamad, M.A., bersama segenap jajaran pimpinan Fakultas Agama Islam UMI.
Dalam penyampaiannya, Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Dr. KH. Jazuli Juwaini, mengungkapkan rasa kagum dan apresiasi setinggi-tingginya atas sambutan serta fasilitas luar biasa yang disediakan UMI.
Anggota DPR RI itu secara khusus, memuji kekuatan nilai pembinaan karakter serta keandalan tata kelola (manajemen) yang dimiliki UMI.
“Terima kasih yang tak terhingga kepada keluarga besar UMI, semoga silaturahmi ini membawa berkah. Suasana dan fasilitas di UMI sungguh luar biasa”, kagumnya.
“UMI adalah perguruan tinggi besar. Kami memiliki tujuh kampus dan sangat berharap dapat menimba ilmu serta belajar dari tata kelola manajemen UMI,” ujar KH. Jazuli Juwaini.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa kebesaran UMI terletak pada konsistensi membangun fondasi spiritual para civitas akademiknya.
“UMI menjadi besar karena memiliki karakter yang kuat. Salah satu hal istimewa adalah tradisi mewajibkan shalat Dhuha bagi seluruh keluarga besar UMI”, paparnya.
Sinergi dan kerja sama antara UMI dan Mathla’ul Anwar tentu akan membawa kemaslahatan dan manfaat yang luas bagi ummat,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMI, Dr. KH. M. Ishaq Shamad, M.A., menegaskan bahwa pertemuan ini mengandung makna keumatan yang sangat mendalam dalam mempererat tali ukhuwah Islamiyah.
Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan rekam jejak panjang UMI sebagai pelopor pendidikan di Kawasan Timur Indonesia.
“UMI yang berdiri sejak 23 Juni 1954 merupakan perguruan tinggi swasta tertua di Indonesia Timur, sekaligus kampus pertama di luar Pulau Jawa yang berhasil meraih Akreditasi Institusi 'Unggul'”, jelasnya.
Saat ini, UMI terus bertransformasi menuju World Class University tanpa pernah melepaskan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah,” tegas Alumni Fakultas Agama Islam UMI itu.
Apresiasi senada disampaikan Ketua PW Mathla’ul Anwar Sulsel, Dr. H. Hasanna Lawang Ibrahim, Lc., M.A. Menurutnya, keramahan serta dukungan penuh UMI dalam memfasilitasi dialog ini menjadi bukti nyata komitmen UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah.
“Penerimaan yang penuh rasa kekeluargaan ini menunjukkan bahwa UMI bukan sekadar lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga pilar dakwah yang nyata”, ucap Ketua Prodi HES FAI UMI itu.
Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat gerakan pendidikan, dakwah, dan sosial Mathla’ul Anwar melalui sinergi yang berkelanjutan bersama UMI,” ungkapnya.
Pertemuan yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban ini turut dihadiri oleh jajaran Dewan Penasehat, Majelis Amanah, serta Pengurus Harian Mathla’ul Anwar Sulawesi Selatan.
Momentum ini sekaligus memperkokoh peran UMI sebagai mitra strategis organisasi Islam dalam melahirkan generasi unggul, berilmu amaliah, beramal ilmiah dan berakhlakul karimah serta berdaya saing internasional.
(HUMAS)
























































































































