CEO Tribun Network Puji Kekompakan Pimpinan UMI, Sebut Modal Besar Akselerasi Transformasi Kampus
MAKASSAR, UMI.AC.ID – Kekompakan jajaran pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) mendapat apresiasi dari CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, saat tampil sebagai pembicara kunci pada UMI Executive Strategic Summit (UMI ESS) 2026, yang berlangsung di Auditorium Al Jibra UMI, Sabtu (1/8/2026).
Di hadapan jajaran Pembina dan Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Rektorat, dekan, kepala lembaga, serta pimpinan unit kerja UMI, Dahlan Dahi mengaku terkesan dengan soliditas kepemimpinan yang ditunjukkan UMI.
"Luar biasa kekompakan pimpinan UMI. Ada Prof. Mansyur Ramly, Prof. Masrurah Mokhtar, dan Prof. Hambali Thalib. Semua kompak," ujar Dahlan yang disambut tepuk tangan peserta.
Menurutnya, tidak banyak perguruan tinggi yang memiliki kekompakan kepemimpinan sebagaimana yang diperlihatkan UMI. Padahal, soliditas antarunsur pimpinan merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang adaptif dan mampu menghadapi perubahan.
"Peliharalah kekompakan dan nilai-nilai baik itu. Itulah modal yang sangat besar untuk membawa UMI terus bertumbuh dan bertransformasi," pesannya.
Dalam paparannya, Dahlan menekankan bahwa perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya mengandalkan reputasi akademik. Menurutnya, disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial, dan perubahan perilaku masyarakat menuntut kampus untuk terus beradaptasi melalui inovasi, digitalisasi, serta penguatan tata kelola.
Ia menilai langkah transformasi yang sedang dijalankan UMI merupakan keputusan yang tepat. Perguruan tinggi, katanya, harus memiliki keberanian untuk berubah agar tetap relevan, mampu mencetak lulusan yang kompetitif, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan terima kasih atas masukan dan dukungan yang diberikan CEO Tribun Network. Menurutnya, kekompakan yang dibangun di lingkungan UMI merupakan kekuatan utama dalam menjalankan agenda transformasi universitas.
"Kami meyakini bahwa transformasi hanya dapat diwujudkan melalui kepemimpinan yang solid, kolaboratif, dan memiliki visi yang sama. Karena itu, sinergi antara Pembina Yayasan, Pengurus Yayasan, Rektorat, hingga seluruh unit kerja menjadi energi utama dalam mengakselerasi pencapaian Visi UMI 2030 sebagai World Class Islamic University," ujar Prof. Hambali.
Rektor menegaskan, pelaksanaan UMI Executive Strategic Summit 2026 merupakan bagian dari upaya menyatukan arah kebijakan seluruh unit kerja agar setiap program memiliki sasaran yang jelas, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta dakwah Islamiyah.
"Masukan dari para tokoh nasional seperti Bapak Dahlan Dahi menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. UMI akan terus memperkuat budaya kolaborasi, mempercepat transformasi digital, dan membangun tata kelola yang adaptif agar mampu menjawab tantangan zaman serta menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global," tegasnya.
Melalui UMI Executive Strategic Summit 2026, UMI menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya organisasi yang kolaboratif, inovatif, dan adaptif, sehingga transformasi yang dijalankan tidak hanya menghasilkan perubahan pada aspek tata kelola, tetapi juga memperkuat reputasi UMI sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Indonesia. ($)























































































































