Berita Monday, 17 August 2026

Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Merdekakan Kampus dari Cara Lama, Senjata Kita Hari Ini adalah Ilmu dan Teknologi”

Anisa Safitri 469 dilihat 3 menit baca
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Merdekakan Kampus dari Cara Lama, Senjata Kita Hari Ini adalah Ilmu dan Teknologi”

7.807 Calon Mahasiswa Mengetuk Pintu UMI, Rektor: “Di Balik Setiap Cita-Cita Ada Doa Orang Tua dan Masa Depan Indonesia”

MAKASSAR, umi.ac.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas Muslim Indonesia (UMI) menghadirkan pesan yang melampaui seremoni 17 Agustus. Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyerukan perubahan cara pandang tentang kemerdekaan: dari sesuatu yang hanya diperingati menjadi energi untuk bekerja, berkarya, berinovasi, dan menghadirkan dampak nyata bagi Indonesia.

“Kemerdekaan tidak cukup kita rayakan. Kemerdekaan harus kita isi dengan karya.”

Pesan tersebut disampaikan Prof. Hambali Thalib saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Auditorium Al Jibra Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Senin, 17 Agustus 2026.

Upacara dihadiri Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., jajaran Pengurus Yayasan Wakaf UMI, para Wakil Rektor, pimpinan fakultas dan Program Pascasarjana, lembaga, unit kerja, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta keluarga besar Universitas Muslim Indonesia.

“Senjata Kita adalah Ilmu, Benteng Kita adalah Karakter”

Dalam amanat kemerdekaannya, Rektor UMI mengajak peserta upacara melihat kembali makna pengorbanan para pahlawan.

Delapan puluh satu tahun setelah Indonesia merdeka, menurut Prof. Hambali, medan perjuangan memang telah berubah. Namun tanggung jawab setiap generasi untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan tidak pernah berakhir.

Jika dahulu para pejuang mempertahankan Indonesia dengan keberanian, darah, air mata, dan senjata, generasi hari ini menghadapi medan perjuangan baru: kompetisi ilmu pengetahuan, kecerdasan buatan (AI), teknologi, karakter, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia.

“Senjata kita adalah ilmu. Benteng kita adalah karakter. Kekuatan kita adalah teknologi. Dan medan perjuangan kita adalah masa depan Indonesia,” tegas Prof. Hambali.

Rektor UMI mengaitkan pesan tersebut dengan firman Allah SWT dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11, bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Bagi Prof. Hambali, pesan Al-Qur’an tersebut menempatkan perubahan sebagai sebuah ikhtiar aktif.

Indonesia, lanjutnya, tidak cukup dibangun dengan jalan tol, gedung tinggi, industri, dan teknologi. Indonesia membutuhkan manusia yang cerdas tetapi tetap beradab; mampu menguasai AI tanpa kehilangan hati; berani berinovasi tanpa meninggalkan integritas; serta mampu maju tanpa meninggalkan orang lain.

“Itulah perjuangan perguruan tinggi hari ini,” ujarnya.

Rektor UMI: “Merdeka adalah Kata Kerja”

Salah satu gagasan utama yang disampaikan Prof. Hambali dalam amanat 17 Agustus 2026 adalah konsep “Merdeka adalah Kata Kerja.”

Menurutnya, kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai kata benda yang dikenang setiap tahun. Kemerdekaan harus hadir dalam tindakan.

“Merdeka berarti bekerja. Merdeka berarti berkarya. Merdeka berarti melayani. Merdeka berarti berani memperbaiki sesuatu yang belum baik,” katanya.

Pesan itu kemudian diterjemahkan langsung kepada seluruh unsur Universitas Muslim Indonesia.

Kepada dosen, Rektor meminta agar bangsa dimerdekakan melalui ilmu. Kepada tenaga kependidikan, ia menyerukan agar pelayanan dimerdekakan dari kerumitan. Kepada mahasiswa, ia meminta agar pikiran dimerdekakan dari kemalasan dan ketakutan untuk bermimpi.

Pesan paling keras ditujukan kepada para pemimpin dan organisasi.

“Kepada para pimpinan: merdekakan organisasi dari ego sektoral. Dan kepada kita semua, mari merdekakan UMI dari cara-cara lama yang menghambat kemajuan!” serunya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kemerdekaan dalam lingkungan perguruan tinggi harus diwujudkan melalui keberanian melakukan transformasi.

7.807 Calon Mahasiswa dan “Masa Depan Indonesia yang Mengetuk Pintu UMI”

Momentum kemerdekaan juga digunakan Rektor UMI untuk menyampaikan perkembangan Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muslim Indonesia Tahun Akademik 2026.

Hingga berakhirnya Penerimaan Mahasiswa Baru Tahap I pada Jumat, 14 Agustus 2026, sebanyak 7.807 calon mahasiswa telah membuat akun dan mendaftar di Universitas Muslim Indonesia.

Namun Prof. Hambali meminta keluarga besar UMI tidak melihat angka tersebut sebatas statistik penerimaan mahasiswa. Ia menghadirkan perspektif yang lebih manusiawi.

“Di balik setiap calon mahasiswa ada cita-cita. Di balik setiap cita-cita ada doa kedua orang tua. Dan di balik setiap generasi muda ada masa depan Indonesia.”

Bagi Universitas Muslim Indonesia, kata Rektor, ribuan calon mahasiswa tersebut adalah amanah.

“Ada masa depan Indonesia yang sedang mengetuk pintu UMI. Tugas kita bukan sekadar menerima mereka. Tugas kita adalah menjaga amanah mereka,” katanya.

Pesan tersebut mempertegas orientasi UMI bahwa pertumbuhan mahasiswa harus berjalan bersama mutu pendidikan, pendidikan karakter, kualitas pelayanan, dan tanggung jawab institusional.

TAG Indonesia Emas UMI 2026 dan Gagasan “Demokratisasi Talenta”

Setelah Penerimaan Mahasiswa Baru Tahap I berakhir, Universitas Muslim Indonesia sejak 15 Agustus 2026 membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahap II melalui Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas (TAG Indonesia Emas UMI 2026).

Program tersebut membawa sebuah gagasan yang disebut Rektor UMI sebagai “Demokratisasi Talenta”: memperluas kesempatan memperoleh pendidikan tinggi berkualitas tanpa mengorbankan standar mutu.

“Setiap anak memiliki talenta. Setiap talenta membutuhkan akses. Dan setiap akses yang dijaga dengan mutu dapat melahirkan Generasi Indonesia Emas,” kata Prof. Hambali.

Menurutnya, perguruan tinggi harus berani membuka jalan agar potensi generasi muda Indonesia tidak hilang hanya karena akses pendidikan tidak tersedia.

“Jangan sampai ada anak hebat yang kehilangan masa depan hanya karena pintunya tidak pernah terbuka.”

Namun keterbukaan akses tersebut, tegas Rektor, tidak boleh diterjemahkan sebagai penurunan kualitas.

“UMI membuka pintu seluas-luasnya, tetapi menjaga mutu setinggi-tingginya.”

Melalui TAG Indonesia Emas UMI 2026, UMI ingin mengubah niat menjadi langkah, talenta menjadi kompetensi, dan cita-cita menjadi kontribusi.

2045 Tinggal 19 Tahun: UMI Siapkan Entrepreneurial Leaders

Prof. Hambali juga mengingatkan bahwa Indonesia Emas 2045 tinggal 19 tahun lagi. Generasi mahasiswa yang berada di perguruan tinggi pada 2026 akan berada pada usia produktif dan menempati berbagai posisi strategis ketika Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan.

Sebagian dari mereka akan menjadi dokter, insinyur, advokat, pengusaha, akademisi, guru besar, birokrat, kepala daerah, dan pemimpin nasional.

Karena itu, menurut Rektor, perguruan tinggi tidak boleh merasa selesai hanya karena berhasil memberikan gelar akademik.

UMI diarahkan untuk melahirkan entrepreneurial leaders: generasi yang mampu membaca perubahan, melihat peluang, menciptakan solusi, menggerakkan inovasi, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Generasi Emas tidak lahir karena kita menunggu tahun 2045. Generasi Emas dipersiapkan hari ini—dengan ilmu, karakter, teknologi, keberanian, dan kerja yang tuntas,” tegasnya.

Catur Dharma UMI: Ilmu Bertemu Iman, AI Tidak Kehilangan Hati

Pembentukan generasi tersebut dilaksanakan Universitas Muslim Indonesia melalui Catur Dharma UMI, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter. Keempatnya hidup dalam ekosistem Universitas Muslim Indonesia sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah.

Prof. Hambali menegaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan kecerdasan buatan harus berjalan bersama nilai kemanusiaan dan keislaman.

“Di UMI, ilmu harus bertemu iman. Teknologi harus dipandu adab. Kreativitas harus bertemu integritas. Dan kecerdasan harus berakhir pada kemaslahatan.”

Menurutnya, kecerdasan tanpa integritas justru dapat menjadi persoalan baru bagi bangsa.

“Kalau kita hanya pintar tetapi tidak berintegritas, bangsa ini akan bermasalah. Kalau teknologi kita maju tetapi manusianya kehilangan adab, kita juga sedang mundur.”

UMI Connection: Bukan Sekadar Aplikasi, tetapi Budaya Baru Universitas

Semangat kemerdekaan tersebut juga dihubungkan Rektor dengan Transformasi Menyeluruh UMI 2030.

Salah satu instrumen strategis transformasi itu adalah UMI Connection, arsitektur transformasi digital Universitas Muslim Indonesia menuju tata kelola universitas yang semakin terintegrasi, berbasis data, adaptif, dan berorientasi pelayanan.

Rektor menegaskan bahwa UMI Connection tidak boleh dipahami hanya sebagai aplikasi digital atau proses memindahkan formulir dari kertas ke layar.

“UMI Connection adalah budaya baru: berpikir bersama, bekerja bersama, menggunakan data yang sama, dan melayani sebagai satu keluarga besar UMI.”

Transformasi tersebut bergerak melalui empat prinsip: Satu Data. Satu Arah. Satu Kecepatan. Satu Peradaban.

“Satu Data agar keputusan kita benar. Satu Arah agar energi kita tidak tercerai-berai. Satu Kecepatan agar tidak ada unit yang tertinggal. Dan Satu Peradaban agar seluruh kemajuan UMI mempunyai tujuan yang lebih tinggi: membangun manusia dan menghadirkan kemaslahatan,” jelas Prof. Hambali.

Di tengah perkembangan AI yang sangat cepat, Rektor mengingatkan bahwa teknologi hanyalah instrumen. Nilai dan peradaban harus mempunyai usia jauh lebih panjang.

"Teknologi boleh berubah. AI akan semakin canggih. Pemimpin pun suatu hari akan berganti. Tetapi peradaban yang kita bangun harus hidup jauh lebih lama daripada kita.”

Dari Makassar, UMI Kirim Pesan Kemerdekaan untuk Indonesia

Menutup amanatnya, Prof. Hambali mengajak keluarga besar Universitas Muslim Indonesia menjadikan 17 Agustus sebagai momentum untuk bertanya bukan hanya mengenai apa yang telah diberikan para pahlawan kepada generasi hari ini, tetapi apa yang akan diberikan generasi hari ini kepada Indonesia berikutnya.

Hari ini Merah Putih dikibarkan untuk mengenang perjuangan masa lalu. Tetapi penghormatan dunia terhadap Indonesia di masa depan, menurutnya, harus diperjuangkan melalui kualitas manusia dan karya anak bangsa.

“Hari ini Merah Putih berkibar di atas kita. Besok, biarlah karya kita yang membuat Merah Putih semakin dihormati dunia.”

Dari Universitas Muslim Indonesia, Kampus Ilmu dan Ibadah, Rektor kemudian menyerukan komitmen institusi untuk mengambil bagian dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

“UMI siap berkarya! UMI siap berdampak! UMI siap ikut membangun Indonesia Emas!”

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas Muslim Indonesia akhirnya tidak hanya menjadi peringatan terhadap sejarah perjuangan bangsa. Momentum tersebut menjadi deklarasi bahwa kemerdekaan generasi hari ini adalah keberanian mengubah ilmu menjadi karya, teknologi menjadi kemaslahatan, talenta menjadi kontribusi, dan pendidikan menjadi masa depan Indonesia.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Merdeka!

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
PT Kogas Driyap Konsultan
Universiti Malaya
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Universitas Muhammadiyah Jakarta
AMDA International
Pemerintah Kabupaten Gowa
Universitas Islam Al-Azhar
Pemerintah Kota Ternate
Marinduque State University
Politeknik Keuangan Negara STAN
Pemerintah Kabupaten Bombana
Bank Rakyat Indonesia
Universitas Balikpapan
Griffith University
Universiti Sains Islam Malaysia
Universitas Lamappapoleonro
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
University Of Michigan - Ann Arbo
Universitas Ibnu Sina
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Erzurum Technical University
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Bank Muamalat
National University of Singapore
PT Indosat Tbk
PT Nas Media Indonesia
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Institut Teknologi Bandung
Kementerian Kelautan dan Perikanan
STISIP Veteran Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Sanjivani University
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Rakyat Sulsel
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Muhammadiyah Parepare
PT Marlip Indo Mandiri
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Bank Panin Dubai Syariah
Universitas Andi Djemma
Tribun Timur
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Alliance Française de Makassar
Hiroshima University
Bank Syariah Indonesia
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Islam Bandung
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
ITBM Malaysia
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Universitas Alkhairaat Palu
Pemerintah Kota Makassar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
PT Kogas Driyap Konsultan
Universiti Malaya
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Universitas Muhammadiyah Jakarta
AMDA International
Pemerintah Kabupaten Gowa
Universitas Islam Al-Azhar
Pemerintah Kota Ternate
Marinduque State University
Politeknik Keuangan Negara STAN
Pemerintah Kabupaten Bombana
Bank Rakyat Indonesia
Universitas Balikpapan
Griffith University
Universiti Sains Islam Malaysia
Universitas Lamappapoleonro
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
University Of Michigan - Ann Arbo
Universitas Ibnu Sina
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Erzurum Technical University
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Bank Muamalat
National University of Singapore
PT Indosat Tbk
PT Nas Media Indonesia
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Institut Teknologi Bandung
Kementerian Kelautan dan Perikanan
STISIP Veteran Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Sanjivani University
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Rakyat Sulsel
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Muhammadiyah Parepare
PT Marlip Indo Mandiri
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Bank Panin Dubai Syariah
Universitas Andi Djemma
Tribun Timur
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Alliance Française de Makassar
Hiroshima University
Bank Syariah Indonesia
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Islam Bandung
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
ITBM Malaysia
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Universitas Alkhairaat Palu
Pemerintah Kota Makassar
Junior Chamber International Indonesia
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Politeknik Sorowako
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Istanbul Sabahattin Zaim University
Bank Sulselbar Syariah
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Detik.com
Universiti Kebangsaan Malaysia
Universitas Hasanuddin
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Politeknik Cendana
Politeknik Palopo
PT Zahir Internasional
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
PT Putra Mekongga Sejahtera
Bank Negara Indonesia
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Bank Mandiri
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Bank Sulselbar
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Universitas Islam Sumatera Utara
Ruijie Networks Co., Ltd.
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Universiti Malaysia Terengganu
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Perbanas Institute
PT Jasa Raharja
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Universitas Islam Riau
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Institut Leimena
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Bank CIMB Niaga Syariah
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Politeknik Dewantara
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Muhammadiyah Palopo
Bank Mega Syariah
Universitas Kurnia Jaya Persada
Universitas Mega Buana
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Universitas Cokroaminoto Palopo
Bank Syariah Nasional
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Binaskil Academy Malaysia
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Kementerian Hukum RI
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Junior Chamber International Indonesia
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Politeknik Sorowako
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Istanbul Sabahattin Zaim University
Bank Sulselbar Syariah
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Detik.com
Universiti Kebangsaan Malaysia
Universitas Hasanuddin
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Politeknik Cendana
Politeknik Palopo
PT Zahir Internasional
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
PT Putra Mekongga Sejahtera
Bank Negara Indonesia
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Bank Mandiri
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Bank Sulselbar
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Universitas Islam Sumatera Utara
Ruijie Networks Co., Ltd.
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Universiti Malaysia Terengganu
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Perbanas Institute
PT Jasa Raharja
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Universitas Islam Riau
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Institut Leimena
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Bank CIMB Niaga Syariah
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Politeknik Dewantara
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Muhammadiyah Palopo
Bank Mega Syariah
Universitas Kurnia Jaya Persada
Universitas Mega Buana
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Universitas Cokroaminoto Palopo
Bank Syariah Nasional
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Binaskil Academy Malaysia
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Kementerian Hukum RI
Pemerintah Kabupaten Fakfak