Dari Kampus, Menjadi Dampak - Akbar Zufty, S.H., M.E.: Alumni Hukum Ekonomi Syariah UMI, Delapan Tahun Berkarier di BNI, Kini Penyuluh Agama Ahli Pertama Kemenag Tana Toraja di KUA Kecamatan Simbuang
MAKASSAR, umi.ac.id — Delapan tahun bekerja di dunia perbankan tidak membuat Akbar Zufty, S.H., M.E. berhenti membuka kemungkinan baru dalam perjalanan hidupnya. Setelah membangun pengalaman profesional di Bank BNI Kantor Wilayah Makassar sejak 2016 hingga 2024, alumnus Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu memilih jalan pengabdian yang berbeda.
Sejak 2025, Akbar resmi mengabdi sebagai Penyuluh Agama Ahli Pertama pada Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja dan bertugas di KUA Kecamatan Simbuang. Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa karier tidak selalu bergerak dalam satu garis lurus. Pendidikan, pengalaman kerja, dan keberanian mempelajari hal baru dapat membawa seseorang dari satu ruang profesional menuju ruang pengabdian yang berbeda.
Bagi Akbar, perpindahan dari perbankan menuju pelayanan keagamaan bukan berarti meninggalkan pengalaman masa lalu. Justru disiplin, ketelitian, tanggung jawab, dan pengalaman mengelola kepercayaan selama bekerja di sektor perbankan menjadi bagian dari modal ketika kini ia harus hadir lebih dekat untuk mendampingi masyarakat. “Hidup harus terus bergerak. Terus belajar, mengembangkan diri, dan berani menjajaki peluang baru untuk tumbuh dan mengabdi,” menjadi prinsip yang menggambarkan perjalanan tersebut.
Dari Hukum Ekonomi Syariah UMI
Akbar memulai pendidikan tingginya pada 2011 di Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam UMI. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2016 dan memperoleh gelar Sarjana Hukum. Selama menempuh pendidikan, Akbar memperoleh fondasi keilmuan yang mempertemukan aspek hukum, ekonomi, dan prinsip-prinsip syariah. Bidang tersebut kemudian menjadi relevan dengan perjalanan profesional pertamanya setelah meninggalkan kampus.
Pada tahun yang sama dengan kelulusannya, Akbar memasuki sektor perbankan. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Hukum Ekonomi Syariah memiliki ruang implementasi yang luas. Lulusannya tidak hanya dapat bergerak dalam bidang hukum atau lembaga keagamaan, tetapi juga memiliki ruang profesional pada industri perbankan dan sektor ekonomi. Bagi UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, perjalanan itu juga menunjukkan bahwa ilmu keislaman tidak harus berdiri terpisah dari dunia profesional. Nilai syariah dapat bertemu dengan sistem ekonomi modern, tata kelola, profesionalisme, dan pelayanan.
Delapan Tahun Berkarier di BNI
Pada 2016, Akbar memulai perjalanan profesionalnya di Bank BNI Kantor Wilayah Makassar. Ia dipercaya menjalankan tugas sebagai Asisten Pengelolaan Kas hingga 2024. Delapan tahun merupakan waktu yang cukup panjang untuk membangun pengalaman profesional. Pekerjaan dalam pengelolaan kas membutuhkan ketelitian, disiplin, kepatuhan terhadap prosedur, tanggung jawab, serta kemampuan menjaga kepercayaan.
Dalam dunia perbankan, kesalahan kecil dapat memiliki konsekuensi besar. Karena itu, akurasi dan integritas bukan sekadar tuntutan administratif, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja. Pengalaman tersebut kemudian membentuk salah satu fondasi profesional Akbar. Ia belajar bahwa kepercayaan harus dijaga melalui pekerjaan yang benar. Di perbankan, ia belajar mengelola kepercayaan melalui ketelitian. Dalam pelayanan keagamaan, kepercayaan itu kini dijaga melalui kehadiran dan pengabdian kepada masyarakat.
Bekerja Sambil Melanjutkan Pendidikan
Delapan tahun berada di dunia perbankan tidak membuat Akbar berhenti belajar. Di tengah aktivitas profesionalnya, pada 2021 ia kembali memasuki dunia akademik dengan melanjutkan pendidikan magister pada bidang Ekonomi Syariah di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Pendidikan tersebut diselesaikannya pada 2024 dan mengantarkannya memperoleh gelar Magister Ekonomi.
Keputusan kuliah sambil tetap bekerja menunjukkan bahwa pendidikan baginya bukan sesuatu yang selesai setelah memperoleh gelar sarjana. Pengalaman profesional memberikan persoalan nyata. Pendidikan memberikan ruang untuk memperluas perspektif dalam melihat persoalan tersebut. Dengan demikian, perjalanan Akbar mempertemukan tiga bekal yang saling menguatkan: pendidikan Hukum Ekonomi Syariah dari UMI, pengalaman panjang dalam dunia perbankan, serta pendidikan lanjutan dalam Ekonomi Syariah. Ketiganya kemudian dibawa memasuki fase pengabdian berikutnya.
Tahun 2025, Memilih Jalan Baru
Setelah delapan tahun menjalani karier di sektor perbankan, Akbar mengambil keputusan penting. Pada 2025, ia memasuki lingkungan Kementerian Agama dan resmi mengabdi sebagai Penyuluh Agama Ahli Pertama Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja. Ia ditempatkan di KUA Kecamatan Simbuang. Perubahan tersebut membawa Akbar dari lingkungan perbankan di Makassar menuju pelayanan keagamaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di Tana Toraja. Ini bukan sekadar perpindahan tempat kerja. Karakter pekerjaannya pun berubah.
Jika sebelumnya ia berhadapan dengan pengelolaan kas, sistem perbankan, prosedur, dan administrasi keuangan, kini tugasnya semakin dekat dengan manusia dan kehidupan sosial-keagamaan masyarakat. Sebagai penyuluh agama, ia dituntut tidak hanya memahami materi keagamaan, tetapi juga mampu berkomunikasi, mendengar, membangun kepercayaan, memahami karakter masyarakat, serta menyampaikan pesan agama sesuai konteks sosial tempat ia mengabdi. Di titik inilah perjalanan sebelumnya tidak menjadi sia-sia. Berubah arah bukan berarti memulai dari nol. Pengalaman lama dapat menjadi bekal untuk menjalankan amanah baru.
Dari Makassar Menuju Pengabdian di Simbuang
Bertugas di KUA Kecamatan Simbuang menghadirkan pengalaman yang berbeda dari lingkungan profesional yang sebelumnya dijalani Akbar. Ia kini berada lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Penyuluh agama memiliki posisi penting karena berada pada ruang perjumpaan antara pengetahuan keagamaan dan persoalan kehidupan sehari-hari.
Masyarakat tidak selalu membutuhkan ceramah panjang.
Ada kalanya mereka membutuhkan orang yang mau mendengar, memberikan penjelasan, mendampingi, membantu menemukan jalan keluar, serta menghadirkan pesan agama dengan bahasa yang mudah dipahami. Karena itu, penyuluhan agama bukan hanya persoalan kemampuan berbicara. Ia juga membutuhkan kemampuan memahami manusia. Latar belakang Hukum Ekonomi Syariah UMI, pengalaman perbankan, dan pendidikan Magister Ekonomi Syariah memberi Akbar perspektif yang cukup luas ketika berhadapan dengan kehidupan masyarakat yang persoalannya juga semakin kompleks.
Mulai Mengambil Peran dalam Pembinaan Keagamaan
Pengabdian Akbar tidak berhenti pada tugas formalnya sebagai Penyuluh Agama Ahli Pertama. Ia juga mulai mengambil bagian dalam berbagai aktivitas pembinaan keagamaan di Tana Toraja. Akbar dipercaya terlibat sebagai Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Tana Toraja. Pada 2026, ia juga berpartisipasi sebagai peserta MTQ Korpri Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa ruang pengabdiannya mulai berkembang. Dari tugas penyuluhan di tingkat kecamatan, ia ikut hadir dalam aktivitas keagamaan pada tingkat kabupaten dan provinsi. Pengalaman tersebut sekaligus mempertemukan kompetensi profesional dengan kehidupan keagamaan masyarakat.
Ketika Karier Berubah, Nilai Tetap Dibawa
Ada pelajaran menarik dari perjalanan Akbar. Pekerjaan pertamanya setelah lulus bukan pekerjaan terakhirnya. Delapan tahun karier di perbankan tidak menghalanginya untuk mengambil jalan berbeda. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya. Dunia kerja hari ini memang semakin dinamis. Seseorang dapat menyelesaikan pendidikan pada satu bidang, bekerja pada sektor tertentu, melanjutkan pendidikan, memperoleh kompetensi baru, kemudian menemukan ruang pengabdian yang berbeda.
Karena itu, kesiapan menghadapi masa depan tidak cukup hanya dengan menguasai satu pekerjaan. Kemampuan belajar kembali menjadi sama pentingnya. Keberanian beradaptasi juga menjadi modal. Dan yang tidak kalah penting adalah kemampuan membawa nilai-nilai baik dari pengalaman sebelumnya menuju lingkungan baru. Karier boleh berubah. Tempat bekerja boleh berganti. Tetapi integritas, kemauan belajar, dan semangat memberi manfaat harus tetap dibawa.
Dari Perbankan Menuju Pelayanan Umat
Perjalanan Akbar dapat dibaca melalui satu lintasan yang saling terhubung: Hukum Ekonomi Syariah UMI → Bank BNI → Delapan Tahun Pengalaman Perbankan → Magister Ekonomi Syariah → Kementerian Agama → Penyuluh Agama Ahli Pertama → KUA Kecamatan Simbuang → Pembinaan Keagamaan Masyarakat Tana Toraja.
Yang menarik bukan sekadar perpindahan profesinya. Yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman dari setiap fase tetap memiliki nilai untuk fase berikutnya. Di UMI, ia memperoleh fondasi Hukum Ekonomi Syariah. Di perbankan, ia belajar disiplin, ketelitian, tanggung jawab, dan kepercayaan. Di jenjang magister, ia memperdalam Ekonomi Syariah.
Dan kini, di Kementerian Agama, seluruh pengalaman tersebut dibawa lebih dekat kepada masyarakat. Inilah salah satu bentuk nyata pembelajaran sepanjang hayat.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Bagi mahasiswa UMI hari ini, perjalanan Akbar membawa pesan yang relevan dengan dunia kerja yang terus berubah.
Jangan menganggap program studi sebagai batas perjalanan hidup. Program studi adalah fondasi. Setelah itu, seseorang harus terus belajar, membaca peluang, memperkuat kompetensi, dan berani mengambil tanggung jawab baru.
Akbar telah menjalani delapan tahun karier yang relatif mapan di sektor perbankan. Namun ketika ruang pengabdian baru terbuka, ia berani mengambilnya. Keputusan tersebut mempertemukannya kembali dengan salah satu dimensi dari pendidikan Hukum Ekonomi Syariah yang pernah dipelajarinya di UMI: bagaimana ilmu dan nilai Islam hadir dalam kehidupan masyarakat. Prinsip hidupnya merangkum perjalanan tersebut: “Terus belajar, mengembangkan diri, dan berani menjajaki peluang baru untuk tumbuh dan mengabdi.”
Bagi UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, perjalanan Akbar sekaligus memperlihatkan bahwa dampak alumni tidak harus berjalan dalam satu profesi sepanjang kehidupan. Dampak dapat berpindah ruang. Yang dahulu hadir melalui profesionalisme di sektor perbankan, kini hadir melalui penyuluhan agama dan pembinaan masyarakat.
Dari UMI, Akbar mempelajari Hukum Ekonomi Syariah. Dari BNI, ia membangun pengalaman profesional selama delapan tahun. Dari pendidikan magister, ia memperdalam Ekonomi Syariah. Dan sejak 2025, di KUA Kecamatan Simbuang, Tana Toraja, ia memilih membawa seluruh perjalanan tersebut lebih dekat kepada masyarakat sebagai Penyuluh Agama Ahli Pertama.
“Berubah arah bukan berarti membuang perjalanan sebelumnya. Kadang seluruh pengalaman lama justru sedang mempersiapkan kita untuk amanah berikutnya.”
DARI MENGELOLA KEPERCAYAAN DI PERBANKAN, KINI MENDAMPINGI UMAT DI TANA TORAJA. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































