Dari Kampus, Menjadi Dampak - Alumni Profesi Insinyur UMI, Khairi Fahrizal Kadis DPMPTSP Bengkalis: Dari Infrastruktur hingga Pelayanan Investasi Daerah
MAKASSAR, umi.ac.id — Investasi tidak cukup hanya dengan menghadirkan investor. Daerah juga harus mampu menyediakan kepastian pelayanan, mempercepat proses perizinan, dan membangun kepercayaan dunia usaha. Di sinilah kualitas birokrasi menentukan apakah potensi ekonomi dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Tanggung jawab tersebut kini diemban Khairi Fahrizal, S.T., M.PWK., alumni Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia (UMI), yang menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, sejak Maret 2026. Perjalanan profesionalnya memperlihatkan bagaimana latar belakang keteknikan dapat berkembang menjadi kapasitas kepemimpinan pemerintahan. Dari pembangunan infrastruktur dan penataan ruang hingga pengelolaan perekonomian daerah, Khairi membangun pengalaman lintas bidang sebelum dipercaya memimpin pelayanan investasi.
Dari Infrastruktur dan Tata Ruang Menuju Kepemimpinan Birokrasi
Khairi menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Arsitektur di Universitas Diponegoro pada 2005. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister dan mengembangkan kompetensi profesional melalui Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia.
Kariernya di pemerintahan dimulai pada 2006 melalui Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Bengkalis. Ia terlibat dalam bidang Cipta Karya, termasuk perencanaan teknis, pengawasan proyek konstruksi, serta pengadaan barang dan jasa. Pengalamannya berkembang melalui berbagai penugasan di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Pendidikan, serta Dinas Tata Kota, Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Bengkalis. Dalam sejumlah posisi tersebut, Khairi menangani pekerjaan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, pemanfaatan ruang, dan pengawasan pelaksanaan proyek. Pengalaman teknis tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya menuju tanggung jawab yang lebih luas dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Mengelola Perekonomian Daerah dan Memperkuat Koordinasi
Karier Khairi berlanjut di Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis, dengan penugasan pada bidang pengadaan barang dan jasa, pembinaan badan usaha milik daerah (BUMD), serta koordinasi kebijakan perekonomian. Pada 2021 hingga Maret 2026, ia menjabat Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis.
Dalam posisi tersebut, Khairi menangani berbagai agenda koordinasi ekonomi daerah, termasuk pembinaan BUMD, pengendalian inflasi, serta penguatan akses dan literasi keuangan masyarakat melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Pengalaman tersebut memperluas tanggung jawabnya dari pengelolaan pekerjaan teknis menuju koordinasi kebijakan yang melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
Sejumlah penghargaan turut tercatat dalam perjalanan profesionalnya. Pada 2024, Khairi meraih Prestasi Istimewa III dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan XV. Pada tahun yang sama, ia juga mencatat capaian peringkat pertama dalam kategori dukungan anggaran pemerintah dan TPAKD terinovatif, sebagaimana tercantum dalam riwayat prestasinya.
Memimpin Pelayanan Investasi Kabupaten Bengkalis
Sejak Maret 2026, Khairi dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala DPMPTSP Kabupaten Bengkalis. Jabatan tersebut menempatkannya pada tanggung jawab strategis dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan berusaha, fasilitasi penanaman modal, dan penguatan kualitas pelayanan publik.
Dalam konteks pembangunan daerah, pelayanan investasi memiliki peran penting karena mempertemukan kepentingan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Investasi yang berkembang membutuhkan dukungan tata ruang, infrastruktur, kepastian prosedur, serta koordinasi antarlembaga yang baik. Pengalaman Khairi dalam bidang konstruksi, penataan ruang, pengadaan barang dan jasa, serta koordinasi perekonomian menjadi bekal profesional yang relevan dengan tanggung jawab tersebut.
Perjalanan ini juga memperlihatkan bahwa kepemimpinan pelayanan investasi tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif, tetapi juga pemahaman terhadap kebutuhan pembangunan dan dinamika ekonomi daerah.
Mengembangkan Kompetensi Akademik dan Organisasi
Di luar pemerintahan, Khairi turut aktif dalam kegiatan organisasi dan pengembangan pengetahuan. Ia tercatat menjadi Sekretaris Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) sejak 2020 serta anggota Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sejak 2022. Pada periode 2021–2025, Khairi juga mengajar mata kuliah Hukum dan Administrasi Pembangunan di Universitas Terbuka.
Perhatiannya terhadap persoalan pembangunan daerah turut dituangkan melalui tulisan mengenai manajemen kinerja pengendalian inflasi Kabupaten Bengkalis pada 2024 dan strategi kolaborasi pengentasan kemiskinan pada 2025. Kedua topik tersebut menunjukkan perhatian pada pentingnya koordinasi, efektivitas kebijakan, dan kerja sama dalam penyelesaian persoalan pembangunan. Sebagai alumni Program Profesi Insinyur UMI, Khairi memiliki perjalanan yang mempertemukan pengetahuan teknik, pengalaman birokrasi, dan pengembangan kompetensi profesional.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Bagi Universitas Muslim Indonesia, perjalanan Khairi Fahrizal memperlihatkan luasnya ruang kontribusi alumni pendidikan profesi keinsinyuran. Kompetensi insinyur tidak hanya dibutuhkan dalam perancangan bangunan atau pelaksanaan proyek konstruksi. Pengetahuan keteknikan juga relevan dalam perencanaan pembangunan, pengelolaan infrastruktur, pengambilan keputusan, dan kepemimpinan pemerintahan.
Sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, serta Kampus Bereputasi dan Berdampak, UMI terus mengembangkan pendidikan yang menghubungkan kompetensi akademik, profesionalisme, dan tanggung jawab sosial. Kiprah Khairi di Kabupaten Bengkalis menjadi salah satu contoh bagaimana alumni Program Profesi Insinyur UMI mengambil peran dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Dari pekerjaan teknis pembangunan, koordinasi perekonomian daerah, hingga memimpin DPMPTSP Kabupaten Bengkalis, perjalanan Khairi menunjukkan bahwa keinsinyuran bukan hanya tentang merancang infrastruktur, tetapi juga tentang membangun sistem, memperbaiki pelayanan, dan menghadirkan keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat.
DARI PROFESI INSINYUR UMI, MENUJU KEPEMIMPINAN PELAYANAN INVESTASI DAN PEMBANGUNAN DAERAH. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































