Dari Kampus, Menjadi Dampak - Andi Admiral Kaddiraja, S.H.: Alumni FH UMI, Tiga Periode Dipercaya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Luwu, Kini Ketua DPC PDI Perjuangan Luwu
MAKASSAR, umi.ac.id — Kepercayaan publik tidak datang sekaligus. Dalam politik, kepercayaan dibangun melalui perjalanan panjang, diuji dalam setiap periode, lalu dinilai kembali oleh masyarakat.
Perjalanan itu terlihat pada Andi Admiral Kaddiraja, S.H., alumnus Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH UMI). Dari bangku kuliah, dunia profesional, organisasi, hingga lembaga legislatif, perjalanan Admiral berkembang menuju satu ruang pengabdian: pelayanan publik melalui politik daerah.
Lahir di Bua, 13 Januari 1989, Admiral menempuh pendidikan di FH UMI sejak 2007 dan menyelesaikannya pada 2011. Setelah mengawali karier di dunia profesional, ia kemudian masuk ke politik dan dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Luwu.
Kepercayaan tersebut berlanjut. Setelah periode 2014–2019 dan 2019–2024, Admiral kembali terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Luwu periode 2024–2029 dari PDI Perjuangan. Hasil Pemilu 2024 mencatatnya terpilih dari Daerah Pemilihan Luwu 7 dengan 2.014 suara.
Perjalanan politiknya juga berkembang pada level kepemimpinan partai. Data KPU terbaru mencatat Andi Admiral Kaddiraja sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Luwu, posisi yang juga masih disebut dalam pemberitaan pada 2026.
Dari mahasiswa hukum, menjadi profesional, lalu tiga periode mendapat kepercayaan di lembaga legislatif daerah.
Dari FH UMI, Belajar Hukum dan Organisasi
Bagi Admiral, perjalanan menuju politik tidak dimulai ketika pertama kali mengikuti pemilihan legislatif. Fondasinya telah tumbuh sejak menjadi mahasiswa FH UMI.
Selain mengikuti proses akademik, ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan sebagai pengurus SC IKMAWARU FH UMI. Ruang organisasi memberinya pengalaman berinteraksi, membangun komunikasi, berdiskusi, dan bekerja bersama orang lain.
Pengalaman tersebut kemudian bertemu dengan pendidikan hukum yang ditempuhnya. Bagi seorang legislator, latar belakang hukum memiliki relevansi tersendiri. Lembaga legislatif tidak hanya berbicara tentang politik, tetapi juga berhubungan dengan regulasi, kebijakan, pengawasan pemerintahan, penganggaran, serta kepentingan masyarakat.
Karena itu, perjalanan dari Fakultas Hukum menuju lembaga legislatif membentuk mata rantai yang kuat antara ilmu hukum, organisasi, politik, dan pelayanan publik.
Dari Profesional Menuju Politik
Setelah menyelesaikan pendidikan pada 2011, Admiral tidak langsung masuk ke lembaga legislatif. Ia terlebih dahulu mengawali perjalanan profesional di perusahaan pembiayaan. Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan lingkungan kerja di luar kampus sebelum kemudian mengambil jalan berbeda melalui politik.
Pada 2014, Admiral memperoleh kepercayaan pertama sebagai anggota DPRD Kabupaten Luwu periode 2014–2019. Kepercayaan itu berlanjut pada periode 2019–2024. Pada Pemilu 2024, ia kembali terpilih untuk periode 2024–2029. Dengan demikian, perjalanan tersebut menempatkannya dalam periode ketiga pengabdian sebagai anggota DPRD Kabupaten Luwu.
Tiga periode bukan sekadar catatan tentang lamanya berada di lembaga legislatif. Di baliknya terdapat satu hal yang lebih penting: kepercayaan masyarakat yang harus terus dipertanggungjawabkan.
“Dalam politik, terpilih adalah kepercayaan. Tetapi setelah terpilih, ukuran sesungguhnya adalah bagaimana kepercayaan itu diubah menjadi kerja dan manfaat bagi masyarakat.”
Dari Legislator Menuju Kepemimpinan Politik Daerah
Perjalanan Admiral tidak hanya berlangsung di DPRD. Ia juga aktif dalam struktur organisasi politik dan kini tercatat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Luwu.
Amanah tersebut memperluas ruang tanggung jawabnya. Sebagai legislator, ia membawa mandat masyarakat di DPRD. Sebagai pimpinan partai di tingkat kabupaten, ia berada dalam ruang konsolidasi organisasi dan proses politik daerah.
Admiral juga tercatat menjadi bagian dari PP IPMIL Luwu, melanjutkan jejak organisasi yang telah dibangunnya sejak masa mahasiswa.
Perjalanan ini memperlihatkan bahwa organisasi dapat menjadi salah satu ruang pembentukan kepemimpinan. Seseorang belajar berbicara. Belajar mendengar. Belajar berbeda pendapat. Belajar mengambil keputusan. Dan yang paling penting, belajar bahwa kepemimpinan selalu berhubungan dengan manusia.
Ketika Ilmu Hukum Masuk ke Ruang Kebijakan
Kisah Admiral membawa perspektif penting mengenai dampak pendidikan hukum.
Tidak semua lulusan Fakultas Hukum harus berakhir pada profesi advokat, hakim, jaksa, atau profesi hukum konvensional lainnya. Ilmu hukum juga memiliki ruang yang luas dalam pemerintahan dan politik.
Di lembaga legislatif, keputusan politik bertemu dengan aturan. Aspirasi masyarakat bertemu dengan proses kebijakan. Kepentingan pembangunan bertemu dengan penganggaran dan pengawasan. Di titik tersebut, kemampuan memahami hukum menjadi relevan.
Namun pendidikan hukum saja tidak cukup. Politik membutuhkan integritas. Kepemimpinan membutuhkan kemampuan mendengar. Dan jabatan publik membutuhkan keberanian mempertanggungjawabkan keputusan kepada masyarakat.
Ilmu hukum membantu memahami aturan. Politik mempertemukan aturan dengan kepentingan publik. Integritas menentukan untuk siapa kekuasaan itu digunakan.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Perjalanan Andi Admiral Kaddiraja dapat dirangkum dalam lintasan: FH UMI → Organisasi Mahasiswa → Dunia Profesional → Politik → DPRD Kabupaten Luwu Tiga Periode → Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Luwu.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa dampak pendidikan dapat berkembang jauh setelah seseorang meninggalkan kampus. Kampus memberi dasar keilmuan. Organisasi membentuk pengalaman kepemimpinan. Dunia profesional memperkenalkan tanggung jawab pekerjaan. Sedangkan politik membawa seluruh pengalaman tersebut menuju ruang yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Bagi FH UMI, perjalanan Admiral menjadi salah satu jejak alumni yang hadir dalam ruang pengambilan kebijakan di daerah.
Namun jabatan bukanlah akhir dari cerita. Semakin panjang kepercayaan diberikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk membuktikan bahwa politik dapat menjadi jalan pengabdian.
“Jabatan politik memiliki batas waktu. Yang jauh lebih panjang adalah jejak dari keputusan dan manfaat yang ditinggalkan kepada masyarakat.”
Kini, Andi Admiral Kaddiraja menjalani periode ketiganya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Luwu sekaligus mengemban amanah sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Luwu. Dari FH UMI, perjalanan itu bergerak dari ilmu hukum menuju politik, dari organisasi menuju kepemimpinan, dan dari kepercayaan menuju tanggung jawab publik.
Dari ilmu hukum, menuju amanah dan kepercayaan publik. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































