Dari Kampus, Menjadi Dampak - Andi Irma, S.KM., M.Kes.: Alumni FKM UMI, 12 Tahun Mengabdi sebagai Sanitarian, Kini Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Palopo
MAKASSAR, umi.ac.id — Kepemimpinan dalam pelayanan kesehatan tidak selalu dimulai dari ruang pimpinan. Ia sering tumbuh dari pengalaman panjang melayani masyarakat, memahami persoalan di lapangan, lalu perlahan menerima tanggung jawab yang semakin besar. Perjalanan itu terlihat pada Andi Irma, S.KM., M.Kes., alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Masuk UMI pada 2004 dan menyelesaikan pendidikan pada 2008, Andi Irma kemudian meniti pengabdian di bidang kesehatan masyarakat. Selama 12 tahun, dari 2011 hingga 2023, ia bekerja sebagai sanitarian di Puskesmas Wara Selatan. Pengalaman panjang tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang kemudian membawanya dipercaya sebagai Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Palopo sejak 2023 hingga sekarang. Dari puskesmas hingga laboratorium kesehatan masyarakat, benang merah perjalanan Andi Irma tetap sama: pelayanan kesehatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dari FKM UMI, Belajar Ilmu dan Organisasi
Lahir di Bua, 20 Juli 1985, Andi Irma memilih FKM UMI sebagai tempat membangun fondasi akademiknya. Masa kuliahnya tidak hanya diisi dengan kegiatan akademik. Pada 2006–2007, ia aktif sebagai pengurus IPMIL dan Senat Mahasiswa FKM UMI.
Pengalaman organisasi tersebut menjadi ruang belajar lain di luar kelas. Ia belajar berinteraksi, bekerja bersama orang lain, menjalankan tanggung jawab, dan memahami dinamika organisasi. Bekal akademik dan pengalaman kemahasiswaan itulah yang kemudian dibawanya ketika memasuki dunia kerja. Selepas menyelesaikan pendidikan pada 2008, perjalanan profesionalnya bergerak menuju pelayanan kesehatan masyarakat.
12 Tahun Mengabdi sebagai Sanitarian
Pada 2011, Andi Irma mulai mengabdi sebagai PNS dengan jabatan fungsional sanitarian di Puskesmas Wara Selatan. Ia menjalani tugas tersebut hingga 2023. Dua belas tahun bukan perjalanan yang singkat. Puskesmas menempatkannya dekat dengan masyarakat dan berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi sehari-hari. Di ruang inilah pendidikan kesehatan masyarakat tidak lagi hanya menjadi teori, tetapi bertemu langsung dengan pelayanan.
Pengalaman tersebut juga memperlihatkan karakter penting kesehatan masyarakat: pelayanan kesehatan tidak hanya berlangsung ketika seseorang sakit dan membutuhkan pengobatan. Upaya menjaga kesehatan masyarakat juga membutuhkan pencegahan, pengawasan, lingkungan yang sehat, serta pelayanan yang mampu membaca faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan masyarakat.
“Kesehatan masyarakat tidak hanya berbicara tentang bagaimana menangani penyakit, tetapi bagaimana menciptakan kondisi agar masyarakat dapat hidup lebih sehat.”
Pengalaman panjang sebagai sanitarian menjadi proses pembentukan profesional bagi Andi Irma. Ia tidak langsung memulai dari posisi pimpinan. Ia tumbuh dari pelayanan.
Dari Puskesmas Menuju Laboratorium Kesehatan Masyarakat
Pada 2023, perjalanan karier Andi Irma memasuki fase baru. Setelah lebih dari satu dekade mengabdi di puskesmas, ia dipercaya menjadi Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Palopo di bawah Dinas Kesehatan Kota Palopo. Perubahan tanggung jawab tersebut menandai perkembangan penting dalam perjalanan profesionalnya.
Dari seorang tenaga fungsional yang bekerja dekat dengan masyarakat, ia kini berada pada posisi kepemimpinan dalam salah satu bagian penting ekosistem pelayanan kesehatan masyarakat. Laboratorium kesehatan masyarakat memiliki peran dalam mendukung pelayanan kesehatan melalui pemeriksaan dan informasi yang dibutuhkan untuk memahami berbagai persoalan kesehatan. Karena itu, memimpin laboratorium bukan semata-mata persoalan administrasi. Di dalamnya terdapat sumber daya manusia yang harus dikoordinasikan, kualitas pelayanan yang harus dijaga, serta tanggung jawab agar fungsi laboratorium dapat mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat.
Pengalaman Andi Irma selama bertahun-tahun di puskesmas menjadi bekal penting karena kepemimpinannya tidak tumbuh jauh dari realitas pelayanan. Ia pernah berada langsung di lapangan sebelum kemudian dipercaya memimpin salah satu sistem yang mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Kepemimpinan yang Tumbuh dari Pelayanan
Perjalanan Andi Irma memperlihatkan bahwa kepemimpinan tidak selalu dibentuk melalui lompatan karier yang cepat. Ada kepemimpinan yang tumbuh perlahan melalui konsistensi. Hari demi hari melayani. Tahun demi tahun membangun pengalaman. Dari pekerjaan teknis memahami sistem. Dari pengalaman memahami manusia. Kemudian dari kepercayaan menerima tanggung jawab yang lebih besar.
Lintasan kariernya memperlihatkan proses tersebut secara jelas: FKM UMI → Lulus 2008 → Sanitarian Puskesmas Wara Selatan 2011–2023 → Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Palopo sejak 2023. Perjalanan ini penting karena menunjukkan bahwa pengalaman pada tingkat pelayanan dasar dapat menjadi fondasi kepemimpinan kesehatan yang lebih luas. Sebelum memimpin pelayanan, ia telah bertahun-tahun menjadi bagian dari pelayanan itu sendiri.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Bagi FKM UMI, perjalanan Andi Irma memberikan satu gambaran tentang bagaimana pendidikan kesehatan masyarakat dapat menemukan dampaknya melalui pengabdian jangka panjang. Dampak tidak selalu hadir melalui pencapaian yang besar dan terlihat dalam waktu singkat. Dampak dapat tumbuh melalui konsistensi seorang sanitarian menjaga pelayanan. Dampak dapat hadir ketika pengalaman lapangan digunakan untuk memperbaiki cara memimpin. Dan dampak dapat semakin luas ketika seorang tenaga kesehatan yang sebelumnya bekerja di tingkat puskesmas kemudian dipercaya memimpin Laboratorium Kesehatan Masyarakat.
Perjalanan tersebut juga membawa pesan bagi mahasiswa UMI: jangan meremehkan posisi awal dalam sebuah karier. Pekerjaan pertama adalah ruang belajar. Pengalaman adalah proses pembentukan. Kepercayaan datang ketika kompetensi dan konsistensi bertemu.
Andi Irma memulai perjalanan profesionalnya dari pelayanan sebagai sanitarian. Dua belas tahun kemudian, pengalaman tersebut membawanya menuju amanah kepemimpinan. Hari ini, ia melanjutkan pengabdian sebagai Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Palopo.
“Kepemimpinan dalam kesehatan tidak selalu dimulai ketika seseorang diberi jabatan. Ia dapat tumbuh dari bertahun-tahun melayani, memahami persoalan, dan tetap hadir untuk masyarakat.”
Dari melayani masyarakat, menuju memimpin pelayanan kesehatan. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































