Dari Kampus, Menjadi Dampak - Andi Tenri Balobo, Alumni FKM UMI yang Kini Menjabat Kepala Puskesmas Lapadde Kota Parepare
Dari aktivis mahasiswa FKM UMI hingga memimpin fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, Andi Tenri Balobo, S.KM., M.Kes., mengembangkan karier sebagai ASN di bidang kesehatan masyarakat di kota kelahirannya.
MAKASSAR, umi.ac.id — Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Di tempat inilah warga memperoleh layanan kesehatan dasar, pemeriksaan, edukasi kesehatan, serta berbagai program pencegahan penyakit. Mengelola pelayanan tersebut membutuhkan kemampuan kepemimpinan, koordinasi tenaga kesehatan, dan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat.
Tanggung jawab inilah yang kini diemban Andi Tenri Balobo, S.KM., M.Kes., alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Ia saat ini menjabat Kepala Puskesmas Lapadde, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, setelah menempuh pendidikan kesehatan masyarakat dan mengembangkan karier sebagai aparatur sipil negara (ASN). Perjalanan Andi Tenri menjadi salah satu contoh kiprah alumni FKM UMI dalam kepemimpinan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Dari FKM UMI hingga Magister Kesehatan Masyarakat Unhas
Andi Tenri Balobo lahir di Parepare pada 8 Februari 1985. Pada 2003, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia, Makassar. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2007 dan memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.KM.). Pendidikan tersebut menjadi fondasi akademiknya untuk memahami berbagai aspek kesehatan masyarakat, termasuk promosi kesehatan, pencegahan penyakit, dan pengelolaan program kesehatan.
Untuk memperdalam kompetensinya, Andi Tenri melanjutkan pendidikan magister di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin pada 2015–2017. Dari perjalanan pendidikan tersebut, ia memperoleh gelar Magister Kesehatan (M.Kes.). Bekal akademik dari UMI dan Universitas Hasanuddin menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya dalam bidang pelayanan kesehatan masyarakat.
Aktif Berorganisasi Sejak Mahasiswa
Selain menempuh pendidikan akademik, Andi Tenri juga memiliki pengalaman organisasi sejak masa kuliah. Pada 2005–2006, ia dipercaya menjabat Bendahara SEMA/BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI. Tanggung jawab tersebut memberinya pengalaman dalam pengelolaan administrasi keuangan organisasi dan pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan. Ia juga aktif dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Parepare (HIPMI PARE) selama 2003–2007.
Keterlibatan dalam organisasi kampus dan organisasi mahasiswa daerah menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar ruang kuliah. Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan kegiatan organisasi, kerja sama antarmahasiswa, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah kepengurusan.
Dipercaya Menjadi Kepala Puskesmas Lapadde
Setelah menyelesaikan pendidikan, Andi Tenri mengembangkan karier sebagai ASN di lingkungan pelayanan kesehatan Kota Parepare. Dalam perjalanan pengabdiannya, ia dipercaya menduduki jabatan Kepala Puskesmas Lapadde, Kota Parepare. Jabatan ini menempatkannya pada tanggung jawab kepemimpinan dan pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Sebagai kepala puskesmas, ruang tanggung jawabnya mencakup penyelenggaraan pelayanan, koordinasi sumber daya manusia kesehatan, pengelolaan program, serta pemantauan mutu layanan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Puskesmas juga memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan perseorangan tingkat pertama dan upaya kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Karena itu, kepemimpinan puskesmas tidak hanya berhubungan dengan pelayanan kepada pasien yang datang berobat, tetapi juga dengan kegiatan promotif dan preventif untuk mendukung kesehatan masyarakat.
Pengelolaan program imunisasi, kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit, promosi kesehatan, serta pembinaan kesehatan masyarakat merupakan contoh bidang pelayanan yang menjadi bagian dari fungsi puskesmas. Dalam konteks tersebut, latar belakang pendidikan kesehatan masyarakat menjadi bekal yang relevan bagi Andi Tenri dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan fasilitas kesehatan.
Dari Aktivis Kampus ke Kepemimpinan Pelayanan Publik
Ada kesinambungan menarik dalam perjalanan Andi Tenri Balobo. Ketika masih menjadi mahasiswa FKM UMI, ia telah mengenal tanggung jawab organisasi melalui kepengurusan SEMA/BEM dan aktivitas mahasiswa daerah. Setelah menyelesaikan pendidikan, ruang tanggung jawabnya berkembang melalui pengabdian sebagai ASN hingga dipercaya memimpin Puskesmas Lapadde.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa lulusan kesehatan masyarakat memiliki peluang berkarier dalam bidang pengelolaan dan kepemimpinan pelayanan kesehatan. Keahlian kesehatan masyarakat tidak hanya diterapkan melalui penyuluhan atau kegiatan teknis di lapangan, tetapi juga melalui perencanaan, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi pelayanan. Bagi seorang kepala puskesmas, tantangannya adalah memastikan sumber daya yang tersedia dapat dikelola untuk mendukung pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat. Keberhasilan pengelolaan tersebut perlu dilihat dari indikator pelayanan, capaian program kesehatan, mutu layanan, dan hasil evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Alumni FKM UMI Mengabdi di Kota Kelahiran
Perjalanan Andi Tenri Balobo memiliki sisi yang dekat dengan masyarakat Parepare. Lahir dan tumbuh di kota tersebut, ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di Makassar sebelum kembali mengembangkan pengabdian profesional di daerah asalnya. Kini, melalui jabatan Kepala Puskesmas Lapadde, ia menjalankan tanggung jawab dalam salah satu fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Parepare.
Bagi Universitas Muslim Indonesia, perjalanan tersebut menjadi bagian dari kiprah alumni dalam pelayanan publik. Kisah Andi Tenri juga sejalan dengan identitas UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, serta Kampus Bereputasi dan Berdampak. Pendidikan yang diperoleh di kampus menjadi bagian dari bekal profesional, sementara tanggung jawab di tempat kerja menjadi ruang penerapan pengetahuan dan pengembangan kompetensi.
Bagi mahasiswa FKM UMI, perjalanan ini memberikan gambaran bahwa lulusan kesehatan masyarakat memiliki ruang pengabdian yang luas, termasuk dalam kepemimpinan dan tata kelola fasilitas kesehatan.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Andi Tenri Balobo, S.KM., M.Kes., menyelesaikan pendidikan sarjana di FKM UMI pada 2007 dan melanjutkan pendidikan magister kesehatan masyarakat di Universitas Hasanuddin hingga 2017. Ia memiliki pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa, kemudian mengembangkan karier sebagai ASN di bidang pelayanan kesehatan. Kini, Andi Tenri mengemban amanah sebagai Kepala Puskesmas Lapadde, Kota Parepare.
Perjalanannya menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan masyarakat dapat menjadi fondasi untuk menjalankan tanggung jawab profesional dan kepemimpinan pelayanan kesehatan di daerah. Dari FKM UMI hingga memimpin Puskesmas Lapadde, Andi Tenri Balobo membawa bekal pendidikan kesehatan masyarakat ke ruang pelayanan publik di kota kelahirannya.
DARI FKM UMI, MENUJU KEPEMIMPINAN PUSKESMAS DAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT PAREPARE. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































