Dari Kampus, Menjadi Dampak - Ardiyanto Basri, S.H.I.: Alumni Hukum Keluarga Islam UMI, Kini Bertugas di Bidang Intelijen Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Kajuara
MAKASSAR, umi.ac.id — Pengabdian dalam institusi penegakan hukum tidak hanya dijalankan oleh jaksa yang hadir di ruang persidangan. Di balik pelaksanaan tugas kejaksaan, terdapat aparatur yang bekerja mendukung berbagai fungsi kelembagaan, termasuk bidang intelijen.
Salah satunya adalah Ardiyanto Basri, S.H.I., alumnus Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muslim Indonesia (UMI), yang kini bertugas sebagai staf bidang Intelijen pada Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Ardiyanto menempuh pendidikan di UMI pada 2010–2015. Tiga tahun setelah menyelesaikan studi, ia diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia pada 2018.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan hukum Islam tidak membatasi lulusan pada satu jalur profesi. Kompetensi akademik yang diperoleh di kampus dapat menjadi bekal untuk memasuki berbagai bidang pengabdian, termasuk institusi penegakan hukum negara.
Dari Hukum Keluarga Islam Menuju Dunia Kejaksaan
Selama menjadi mahasiswa FAI UMI, Ardiyanto mempelajari bidang Hukum Keluarga Islam yang berkaitan dengan norma hukum, tanggung jawab, keadilan, serta pengaturan hubungan hukum dalam kehidupan masyarakat.
Pendidikan tersebut menjadi salah satu fondasi akademiknya sebelum memasuki dunia profesional. Pada 2015, ia menyelesaikan pendidikan sarjana. Perjalanan berikutnya membawanya ke lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia hingga resmi menjadi PNS pada 2018.
Pilihan karier ini menunjukkan bahwa lulusan Hukum Keluarga Islam juga memiliki kesempatan berkiprah di luar profesi yang secara langsung berkaitan dengan hukum keluarga dan lembaga peradilan agama. Ilmu yang dipelajari memiliki bidang keahlian tertentu, tetapi nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan pemahaman hukum dapat dibawa ke berbagai lingkungan kerja.
Mengabdi di Bidang Intelijen Kejaksaan
Dalam perjalanan profesionalnya, Ardiyanto mendapat penugasan sebagai staf bidang Intelijen pada Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Kajuara. Bidang intelijen merupakan bagian dari fungsi kelembagaan kejaksaan yang mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sebagai staf, Ardiyanto menjalankan tanggung jawab sesuai kedudukan dan penugasan yang diberikan institusi. Pekerjaan tersebut menuntut kedisiplinan, ketelitian, kemampuan menjaga kerahasiaan informasi kedinasan, serta kepatuhan terhadap prosedur dan tata kerja organisasi.
Tidak semua bentuk pengabdian aparatur negara terlihat langsung oleh masyarakat. Sebagian berlangsung melalui pekerjaan pendukung yang memastikan tugas institusi dapat dijalankan secara tertib dan profesional.
"Pengabdian tidak selalu diukur dari tingginya jabatan atau seberapa sering seseorang tampil di hadapan publik. Nilainya juga terletak pada tanggung jawab menjalankan tugas dengan benar."
Perjalanan Ardiyanto menjadi pengingat bahwa setiap posisi dalam organisasi memiliki peran sesuai kewenangannya.
Ilmu, Amanah, dan Integritas
Bagi seorang aparatur di lingkungan kejaksaan, integritas menjadi bagian penting dalam menjalankan pekerjaan. Kewenangan institusi penegakan hukum harus didukung oleh aparatur yang memahami batas tanggung jawabnya, bekerja sesuai aturan, dan menjaga kepercayaan yang diberikan. Nilai tersebut memiliki hubungan dengan pendidikan karakter yang menjadi bagian dari identitas UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap profesional, amanah, dan bertanggung jawab.
Dalam perjalanan Ardiyanto, nilai-nilai tersebut menemukan ruang penerapan melalui pengabdian sebagai aparatur negara. Dari pendidikan Hukum Keluarga Islam, ia memasuki lingkungan kerja yang menuntut kepatuhan terhadap hukum dan tanggung jawab kelembagaan.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Perjalanan Ardiyanto Basri menunjukkan bahwa kontribusi alumni tidak selalu harus ditandai oleh jabatan pimpinan atau pencapaian yang besar. Pengabdian juga hadir melalui konsistensi menjalankan pekerjaan sehari-hari. Sejak menyelesaikan pendidikan pada 2015, ia melanjutkan perjalanan menuju profesi aparatur negara dan kini menjadi bagian dari pelaksanaan tugas intelijen di lingkungan Cabang Kejaksaan Negeri Bone.
Bagi UMI, kisah Ardiyanto menambah jejak alumni Fakultas Agama Islam yang berkiprah dalam institusi penegakan hukum. Perjalanan tersebut sekaligus membawa pesan bagi mahasiswa bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya terlihat dari gelar dan posisi yang diraih, tetapi juga dari kesungguhan menjalankan tanggung jawab profesi.
"Tidak semua pengabdian berlangsung di depan publik. Ada amanah yang dijalankan dalam kesunyian pekerjaan, tetapi tetap penting bagi keberlangsungan pelayanan dan tugas negara."
Dari Fakultas Agama Islam UMI, Ardiyanto kini melanjutkan pengabdiannya sebagai aparatur di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.
Dari mempelajari hukum islam, menuju amanah pengabdian di institusi penegakan hukum. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































