Dari Kampus, Menjadi Dampak - Ariady Ihsan, Dari Aktifis Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UMI, Kini Kepala Dinas Pariwisata Mamuju dan Ketua POSSI Sulawesi Barat
Pernah aktif di HMI, Mapala, dan Badan Eksekutif Mahasiswa FTI UMI, Ariady Ihsan kini menjalankan tanggung jawab di pemerintahan Kabupaten Mamuju serta kepemimpinan organisasi olahraga selam Sulawesi Barat.
MAKASSAR, umi.ac.id — Siapa bilang lulusan fakultas teknologi industri hanya akan berkarier di pabrik, perusahaan, atau sektor industri? Perjalanan Ariady Ihsan, S.T., memperlihatkan bahwa pendidikan teknik dapat menjadi bagian dari perjalanan profesional yang berkembang hingga kepemimpinan pemerintahan daerah.
Alumni Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI) Makassar ini kini mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Selain menjalankan tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara, Ariady juga dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulawesi Barat untuk masa bakti 2026–2031. Dua amanah tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesional dan organisasinya yang telah berkembang sejak masa mahasiswa.
Sebelum memasuki lingkungan pemerintahan, Ariady merupakan mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan, mulai dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), hingga Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UMI. Perjalanan tersebut menghadirkan gambaran tentang bagaimana pendidikan tinggi dan pengalaman organisasi dapat menjadi bagian dari bekal untuk memasuki berbagai ruang pengabdian.
Dari Bulukumba, Menempuh Pendidikan di FTI UMI
Ariady Ihsan lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada 20 Februari 1979. Ia mulai menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muslim Indonesia pada 1997 dan menyelesaikan studinya pada 2003. Selama menjalani pendidikan di Fakultas Teknologi Industri UMI, Ariady tidak hanya mengikuti kegiatan akademik. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa yang menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan dan kerja sama.
Pada 1998, Ariady tercatat sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Teknologi Industri. Ia kemudian terlibat dalam kepengurusan Mahasiswa Pencinta Alam UMI pada 2000–2001. Pada periode yang sama, Ariady dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UMI.
Ketiga pengalaman organisasi tersebut memiliki karakter yang berbeda. HMI menjadi salah satu ruang pengembangan organisasi dan kepemimpinan mahasiswa. Mapala mempertemukan mahasiswa dengan aktivitas keorganisasian yang berkaitan dengan kegiatan alam bebas, kerja tim, dan tanggung jawab bersama. Sementara Badan Eksekutif Mahasiswa memberikan pengalaman dalam menjalankan kegiatan kemahasiswaan, membangun koordinasi, dan mengelola tanggung jawab organisasi. Keterlibatan Ariady dalam berbagai organisasi menjadi bagian penting dari rekam jejaknya selama berada di lingkungan kampus.
Ketika Pengalaman Organisasi Menjadi Bekal Kepemimpinan
Ada pelajaran menarik dari perjalanan Ariady semasa mahasiswa. Ia tidak membatasi pengalaman kampus hanya pada kegiatan perkuliahan. Di luar ruang kelas, ia memperoleh kesempatan bekerja bersama mahasiswa lain, menjalankan program organisasi, dan berhadapan dengan berbagai dinamika kepemimpinan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang melengkapi pendidikan akademik.
Dalam organisasi, mahasiswa belajar menyusun kegiatan, membagi tanggung jawab, berkomunikasi, serta mengambil keputusan bersama. Keterampilan tersebut juga memiliki relevansi dengan berbagai lingkungan profesional, termasuk pemerintahan.
Namun, pengalaman organisasi tidak dengan sendirinya menjamin keberhasilan seseorang dalam jabatan publik. Kepemimpinan pemerintahan tetap membutuhkan kompetensi, integritas, pemahaman kebijakan, dan kemampuan menjalankan kewenangan sesuai ketentuan. Perjalanan Ariady memperlihatkan bahwa pengalaman organisasi kampus dapat menjadi salah satu bagian dari proses pengembangan diri yang berlanjut ke dunia kerja.
Dari Pendidikan Teknologi Industri ke Pemerintahan Kabupaten Mamuju
Setelah menyelesaikan pendidikan di UMI, Ariady melanjutkan perjalanan profesionalnya hingga menjadi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Dalam perjalanan tersebut, ia dipercaya mengemban jabatan sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mamuju. Jabatan ini menempatkannya dalam tanggung jawab memimpin organisasi perangkat daerah yang menangani urusan pemerintahan di bidang pariwisata sesuai kewenangan kabupaten.
Pariwisata merupakan sektor yang membutuhkan koordinasi lintas bidang. Pengembangannya berkaitan dengan potensi destinasi, kualitas layanan, infrastruktur pendukung, promosi, keterlibatan pelaku usaha, serta partisipasi masyarakat. Karena itu, pengelolaan pariwisata tidak cukup hanya dilakukan melalui promosi tempat wisata. Diperlukan perencanaan, kerja sama, pengelolaan program, dan evaluasi agar pengembangan sektor tersebut dapat berjalan secara terarah.
Di sinilah kepemimpinan organisasi perangkat daerah memiliki peran penting. Kepala dinas bertanggung jawab menjalankan fungsi kelembagaan sesuai tugas, kewenangan, serta kebijakan pemerintah daerah. Bagi Ariady, jabatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian sebagai aparatur pemerintah.
Mengelola Pariwisata Berarti Menghubungkan Banyak Kepentingan
Pariwisata daerah memiliki hubungan dengan berbagai aktivitas masyarakat. Sebuah destinasi tidak hanya berkaitan dengan daya tarik alam atau budaya. Di sekitarnya terdapat kebutuhan akses transportasi, kebersihan, keamanan, informasi wisata, pelayanan pengunjung, hingga kesempatan usaha bagi masyarakat. Pengembangan pariwisata juga memerlukan kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Karena itu, sektor ini membutuhkan kemampuan koordinasi dan pemahaman terhadap kondisi daerah.
Dalam konteks Kabupaten Mamuju, pengelolaan urusan pariwisata menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintahan daerah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki wilayahnya. Sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Ariady berada dalam struktur kelembagaan yang menjalankan tugas tersebut. Latar belakang pendidikan teknik dan pengalaman organisasi menjadi bagian dari perjalanan pribadinya, sementara pelaksanaan jabatan publik tetap harus didasarkan pada kompetensi, kebijakan, dan ketentuan yang berlaku.
Capaian konkret pengembangan pariwisata pada masa kepemimpinannya memerlukan data program, indikator kinerja, serta hasil yang dapat diverifikasi.
Aktif Mengembangkan Organisasi Olahraga Sulawesi Barat
Selain menjalankan tugas di pemerintahan, Ariady juga memiliki rekam jejak dalam organisasi olahraga. Pada 2022–2023, ia tercatat sebagai pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulawesi Barat. Keterlibatan tersebut menunjukkan aktivitas organisasinya yang berlanjut setelah masa mahasiswa.
Pada 2026, Ariady kembali memperoleh amanah organisasi, kali ini sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulawesi Barat untuk masa bakti 2026–2031. Jabatan tersebut menempatkannya dalam kepemimpinan organisasi olahraga selam tingkat provinsi. Olahraga selam memiliki hubungan dengan pembinaan atlet, pengembangan kemampuan teknis, keselamatan kegiatan, serta penyelenggaraan aktivitas organisasi sesuai ketentuan cabang olahraga.
Keterlibatan Ariady dalam POSSI menambah dimensi lain dari perjalanan pengabdiannya. Di satu sisi, ia menjalankan tanggung jawab pemerintahan dalam bidang pariwisata. Di sisi lain, ia aktif dalam organisasi olahraga yang memiliki karakter kegiatan dan tanggung jawab tersendiri. Keduanya menunjukkan bahwa perjalanan organisasi Ariady tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Dari Aktivis Kampus Menuju Pengabdian yang Lebih Luas
Jika perjalanan Ariady ditelusuri sejak masa kuliah, terdapat kesinambungan aktivitas organisasi yang menarik. Pada 1998, ia menjadi anggota HMI Komisariat Teknologi Industri. Pada 2000–2001, ia terlibat dalam kepengurusan Mapala UMI dan menjabat Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FTI UMI. Setelah memasuki dunia profesional, ia melanjutkan perjalanan sebagai aparatur pemerintah di Kabupaten Mamuju. Ia kemudian juga aktif dalam kepengurusan FPTI Sulawesi Barat dan dipercaya memimpin POSSI Sulawesi Barat pada 2026.
Rangkaian tersebut memperlihatkan perjalanan panjang keterlibatan Ariady dalam organisasi, meskipun berlangsung dalam lingkungan dan tanggung jawab yang berbeda. Bagi mahasiswa, kisah ini menjadi salah satu gambaran bahwa kegiatan organisasi kampus dapat menjadi ruang untuk memperoleh pengalaman yang melengkapi pembelajaran akademik. Kemampuan bekerja dalam tim, mengelola kegiatan, memahami perbedaan pandangan, dan menjalankan tanggung jawab merupakan keterampilan yang dapat terus dikembangkan setelah lulus. Namun, nilai pengalaman tersebut pada akhirnya ditentukan oleh bagaimana seseorang menerapkannya secara bertanggung jawab dalam pekerjaan dan pengabdian.
Alumni FTI UMI dan Keberagaman Jalur Karier
Perjalanan Ariady Ihsan juga memperlihatkan keberagaman jalur profesional alumni Fakultas Teknologi Industri UMI. Lulusan pendidikan teknik dapat mengembangkan karier pada bidang industri, teknologi, kewirausahaan, maupun sektor lain yang membutuhkan kompetensi sesuai persyaratan pekerjaannya. Dalam perjalanan Ariady, latar belakang pendidikan Teknologi Industri bertemu dengan pengalaman organisasi dan pengabdian di lingkungan pemerintahan daerah. Kisah ini menjadi salah satu contoh bahwa pilihan karier seorang alumni dapat berkembang seiring pengalaman dan tanggung jawab yang dijalaninya.
Bagi UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah serta Kampus Perjuangan dan Pengabdian, perjalanan alumni merupakan bagian dari gambaran luasnya ruang kontribusi lulusan di tengah masyarakat. Melalui Catur Dharma UMI, pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen Ke-UMI-an dan pendidikan karakter. Dalam konteks kepemimpinan publik, nilai tersebut memiliki hubungan dengan integritas, profesionalisme, tanggung jawab, dan orientasi pelayanan kepada masyarakat. Perjalanan alumni seperti Ariady menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi awal dari berbagai bentuk pengabdian yang berkembang sepanjang kehidupan profesional.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Perjalanan Ariady Ihsan, S.T., dimulai dari pendidikan di Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia pada 1997–2003. Selama masa mahasiswa, ia aktif dalam HMI, Mapala, dan Badan Eksekutif Mahasiswa FTI UMI. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengembangan dirinya sebelum memasuki dunia profesional.
Kini, Ariady menjalankan tanggung jawab sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Ia juga dipercaya menjadi Ketua Umum POSSI Sulawesi Barat untuk masa bakti 2026–2031, setelah sebelumnya terlibat dalam kepengurusan FPTI Sulawesi Barat.
Kisah Ariady memperlihatkan bahwa perjalanan seorang alumni tidak selalu mengikuti bidang pekerjaan yang identik dengan disiplin ilmu saat kuliah. Ada ruang untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan menjalankan tanggung jawab dalam berbagai bidang. Dari lingkungan Fakultas Teknologi Industri UMI menuju pemerintahan Kabupaten Mamuju dan organisasi olahraga Sulawesi Barat, Ariady Ihsan membangun perjalanan pengabdian melalui pendidikan, pengalaman organisasi, dan tanggung jawab profesional.
DARI AKTIVIS FTI UMI, MENUJU KEPEMIMPINAN PARIWISATA DAN OLAHRAGA SULAWESI BARAT. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































