Dari Kampus, Menjadi Dampak - Asdar Darwis, Alumni Teknik Sipil UMI: Dari Staf Pekerjaan Umum hingga Plt. Kepala Dinas Perhubungan Bombana
Berkarier di pemerintahan sejak 2006, Ir. Asdar Darwis, S.T., M.S.P., memiliki pengalaman di bidang infrastruktur, tata ruang, permukiman, pelayanan perizinan, pendidikan, hingga perhubungan.
MAKASSAR, umi.ac.id — Dua puluh tahun lalu, Ir. Asdar Darwis, S.T., M.S.P., memulai perjalanan sebagai staf di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Ketika itu, ia merupakan sarjana Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang mulai membangun karier dalam pelayanan pemerintahan daerah.
Seiring waktu, tanggung jawabnya berkembang. Dari urusan bangunan dan pengairan, ia kemudian menangani bina marga, tata ruang, kawasan permukiman, hingga pelayanan administrasi pemerintahan. Perjalanan tersebut membawanya pada sejumlah jabatan struktural, termasuk penugasan sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana pada 2025.
Memasuki 2026, Asdar kembali memperoleh kepercayaan untuk menjalankan tugas sebagai Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana. Penugasan yang dimulai pada 19 Februari 2026 itu menjadi bagian terbaru dari perjalanan profesionalnya sebagai aparatur pemerintah.
Kisah Asdar memperlihatkan bagaimana pendidikan teknik sipil dapat menjadi salah satu fondasi karier yang berkembang dari pekerjaan teknis menuju pengelolaan organisasi dan pelayanan publik.
Dari Teknik Sipil UMI, Memulai Karier di Bombana
Asdar Darwis lahir di Bombana pada 15 Mei 1980. Ia menempuh pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Muslim Indonesia dan menyelesaikannya pada 2003. Pendidikan tersebut memberinya dasar pengetahuan tentang infrastruktur dan berbagai aspek pekerjaan rekayasa sipil.
Tiga tahun setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, tepatnya pada April 2006, Asdar memulai pengabdian sebagai staf Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bombana. Dari penugasan awal tersebut, ia kemudian menjalani berbagai tanggung jawab dalam bidang pembangunan daerah.
Asdar pernah menjabat Kepala Seksi Bangunan Pengairan dan Bina Manfaat, kemudian Kepala Bidang Bina Marga, Kepala Bidang Tata Ruang, serta Kepala Bidang Cipta Karya. Setiap bidang memiliki karakter pekerjaan berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur dan penataan wilayah.
Bina marga berhubungan dengan penyelenggaraan infrastruktur jalan sesuai kewenangan pemerintah daerah. Tata ruang berkaitan dengan pengaturan pemanfaatan ruang, sedangkan cipta karya mencakup urusan infrastruktur permukiman dan bangunan sesuai pembagian tugas kelembagaan. Pengalaman lintas bidang tersebut menjadi bagian dari pembentukan kompetensi profesional Asdar dalam lingkungan pemerintahan.
Memperluas Ilmu melalui Perencanaan Wilayah dan Profesi Insinyur
Di tengah perjalanan kariernya, Asdar melanjutkan pendidikan untuk memperluas kompetensi. Pada 2015, ia menyelesaikan pendidikan magister bidang Perencanaan Wilayah dan Kota di Universitas 45 Makassar. Bidang ini memiliki hubungan erat dengan teknik sipil, terutama dalam memahami keterkaitan antara pembangunan infrastruktur, penggunaan lahan, pertumbuhan kawasan, dan kebutuhan masyarakat.
Asdar kemudian kembali ke Universitas Muslim Indonesia untuk mengikuti pendidikan profesi insinyur yang diselesaikannya pada 2022. Dengan demikian, perjalanan akademiknya mencakup tiga tahapan: pendidikan Sarjana Teknik Sipil, Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, serta pendidikan profesi insinyur. Ketiganya menjadi bagian dari bekal keilmuan yang mendukung perjalanan profesionalnya dalam berbagai bidang pemerintahan.
Dari Infrastruktur ke Pengelolaan Kawasan Permukiman
Pengalaman Asdar tidak hanya berlangsung di Pemerintah Kabupaten Bombana. Pada 2020, ia tercatat menjabat Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara. Penugasan tersebut membawanya ke lingkungan pemerintahan provinsi dengan bidang pekerjaan yang berkaitan dengan sumber daya air.
Dua tahun kemudian, pada 2022, ia dipercaya menjadi Kepala Bidang Kawasan Permukiman di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Tenggara. Perjalanan ini memperlihatkan kesinambungan pengalaman Asdar dalam urusan infrastruktur, pengelolaan wilayah, dan pembangunan kawasan permukiman.
Setelah menjalankan tugas di tingkat provinsi, ia kembali berkarier di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana. Pada 2024, Asdar menjabat Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Jabatan tersebut memperluas pengalaman birokrasi yang dijalaninya, dari bidang teknis pembangunan menuju koordinasi administrasi dan pelayanan pemerintahan.
Dipercaya Memimpin Sementara Dua Dinas Berbeda
Perjalanan Asdar memasuki tahap baru pada 2025. Ia memperoleh penugasan sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana. Penugasan tersebut berlangsung hingga Februari 2026. Meskipun latar belakang akademiknya berada dalam bidang teknik sipil dan perencanaan wilayah, perjalanan kariernya menunjukkan pengalaman pengelolaan organisasi yang berkembang ke sektor pelayanan publik lainnya.
Setelah menjalankan tugas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Asdar kembali memperoleh penugasan baru. Berdasarkan daftar riwayat pekerjaan yang ditandatanganinya pada Juli 2026, sejak 19 Februari 2026 ia tercatat menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana.
Perlu dipahami bahwa jabatan Pelaksana Tugas merupakan penugasan sementara dan berbeda dari pengangkatan sebagai kepala dinas definitif. Dalam kapasitas tersebut, pejabat menjalankan tugas sesuai surat penugasan, kewenangan, dan ketentuan yang berlaku.
Bagi Asdar, penugasan di bidang perhubungan menambah pengalaman profesionalnya dalam pengelolaan urusan pemerintahan daerah. Bidang perhubungan memiliki hubungan dengan mobilitas masyarakat, keselamatan transportasi, dan dukungan terhadap aktivitas ekonomi daerah sesuai kewenangan pemerintah kabupaten. Pengalaman Asdar dalam infrastruktur dan perencanaan wilayah menjadi latar belakang akademik yang relevan dengan sebagian persoalan pembangunan dan transportasi, meskipun setiap penugasan tetap memiliki tuntutan kompetensi dan tanggung jawab tersendiri.
Dua Dekade Pengabdian, dari Pekerjaan Teknis ke Kepemimpinan Birokrasi
Ada satu hal menarik dari perjalanan Asdar Darwis. Ia tidak memulai karier sebagai pimpinan instansi. Perjalanannya dimulai dari posisi staf pada April 2006, kemudian berkembang melalui berbagai penugasan dalam lingkungan pemerintah kabupaten dan provinsi. Selama sekitar dua dekade, ia memperoleh pengalaman dalam urusan pengairan, bina marga, tata ruang, cipta karya, kawasan permukiman, penanaman modal, pendidikan, dan perhubungan.
Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan seorang aparatur pemerintah dapat berkembang melampaui disiplin pendidikan awalnya. Ilmu teknik memberikan dasar pemahaman terhadap persoalan infrastruktur dan pembangunan fisik. Sementara pengalaman birokrasi memperluas kebutuhan kompetensi pada aspek koordinasi, administrasi, pengelolaan program, serta tanggung jawab pelayanan publik. Dalam perjalanan Asdar, keduanya menjadi bagian dari pengembangan karier yang berlangsung secara bertahap.
Namun, dampak kinerja pada masing-masing jabatan tetap perlu dilihat melalui capaian program dan indikator pelayanan yang terdokumentasi.
Alumni Teknik Sipil UMI dalam Pengabdian Pemerintahan Daerah
Bagi Universitas Muslim Indonesia, perjalanan Asdar Darwis menjadi salah satu gambaran mengenai ruang pengabdian lulusan Teknik Sipil. Lulusan teknik tidak hanya dapat berkarier dalam perencanaan, pembangunan, dan pengawasan infrastruktur. Dengan pengembangan kompetensi serta pengalaman yang sesuai, mereka juga dapat menjalankan tanggung jawab dalam pengelolaan program dan organisasi pemerintahan.
Asdar menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di UMI pada 2003, kemudian kembali ke kampus yang sama untuk menempuh pendidikan profesi insinyur pada 2022. Di antara dua tahapan pendidikan tersebut, ia membangun pengalaman panjang sebagai aparatur pemerintah.
Perjalanan ini sejalan dengan identitas UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, serta Kampus Bereputasi dan Berdampak. Kiprah alumni dalam pelayanan publik juga memiliki hubungan dengan nilai Catur Dharma UMI, khususnya penerapan ilmu melalui pengabdian kepada masyarakat dan komitmen pendidikan karakter.
Bagi mahasiswa Teknik Sipil UMI, perjalanan Asdar memperlihatkan pentingnya membangun kompetensi profesional sekaligus kesiapan untuk terus belajar ketika tanggung jawab pekerjaan berkembang.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Ir. Asdar Darwis, S.T., M.S.P., menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Muslim Indonesia pada 2003. Ia memulai pengabdian sebagai staf Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bombana pada April 2006. Sejak itu, perjalanan profesionalnya berkembang melalui berbagai bidang pembangunan dan pelayanan pemerintahan, baik di tingkat Kabupaten Bombana maupun Provinsi Sulawesi Tenggara.
Ia kemudian dipercaya menjadi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana pada 2025 hingga Februari 2026. Sejak 19 Februari 2026, berdasarkan riwayat pekerjaan yang tersedia, Asdar menjalankan tugas sebagai Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana.
Dari staf pekerjaan umum hingga dipercaya menjalankan tugas kepemimpinan dinas, perjalanan Asdar menunjukkan bahwa pendidikan teknik dapat menjadi fondasi pengabdian yang berkembang bersama pengalaman dan tanggung jawab pelayanan publik.
DARI TEKNIK SIPIL UMI, MENUJU DUA DEKADE PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN DAERAH. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































